
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Sayang kamu tau tadi Mom dan Dad melihat baby A, mereka benar-benar sangat menggemaskan, Mom dan Dad jadi ingin punya cucu selucu baby A"
Vira yang mendengar itu sudah tau jalan nya kemana, dia yakin Mommy nya pasti akan bilang jika dia menunggu cucu dari nya.
"Kak Willy kan ada, suruh aja kak Willy nikah dan ngasih cucu untuk Mommy Daddy"
"Kakak kamu nggak bisa sayang, Kak Willy masih sedih biarkan saja dia siap dengan sendirinya"
"Tuh kan kalau kak Willy aja selalu di belain, sedangkan aku? Mommy nggak bisa ngertiin aku, Mommy maksa terus" sahut Vira kesal.
"Kamu sudah menikah sayang, apa lagi yang Mommy harapkan dalam pernikahan anak Mommy kalau bukan cucu, lagi pula kamu kan sudah menikah satu tahun. Mommy sangat menunggu anak-anak mu sayang"
Tut !
Vira mematikan panggilan nya sepihak, dia malas membicarakan masalah itu.
Aaaaa !!
Jeritan terdengar di ruang tamu.
Rico yang baru selesai mandi mendengar nya, dia keluar dari kamar dan mendekati istrinya yang sedang terlihat kesal.
"Ada apa? kenapa teriak-teriak" tanya Rico lembut.
Vira melihat suaminya yang selalu perfect di mata nya, dia langsung menepuk sopa di sebelah nya, paham dengan kode istrinya Rico langsung duduk.
"Mommy Daddy sudah meminta cucu, aku pusing" Vira menyenderkan tubuhnya di dada bidang suaminya.
__ADS_1
Rico selalu bisa membuat nya nyaman, bahkan di saat Vira bosan dengan hubungan nya Rico selalu memberikan pengertian pada nya jika pernikahan bukanlah permainan yang ada kata bosan nya.
"Mereka tidak bisa menunggu, apalagi kak Willy semakin gila main, kakak membuat aku kesal" lanjut Vira masih betah bersandar di dada bidang suaminya.
Selama menikah Rico selalu berusaha untuk menjadi sosok pendengar yang baik, pernikahan nya sudah hampir masuk ke tahun pertama tapi keduanya masih belum mendapatkan momongan.
Sebenarnya Rico juga ingin, tapi dia memahami istrinya yang masih belum siap memiliki anak, dia tidak akan memaksa selagi Vira masih nyaman dengan dirinya.
"Lalu apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Rico.
"Nggak tau, aku malas ngapa-ngapain" balas Vira kini membalikan tubuhnya dan menjadi memeluk dada suaminya.
Vira sudah mencoba menjodohkan kakak nya dengan teman-teman nya, tapi kakak nya yang terlalu Arogant membuat semuanya gagal termasuk teman-teman nya yang marah padanya karena kakak nya terlalu Arogant.
"Kamu masih takut hamil?" tanya Rico hati-hati.
Vira mencium dada suaminya, lalu mendongkak kan wajahnya ke atas untuk melihat wajah suaminya.
"Hem, hanya bertanya" sahut Rico lagi.
Vira membenarkan posisi nya lalu menatap intens suaminya, mata keduanya bertatapan dan Vira melihat wajah penuh cinta suaminya untuk nya.
"Yakin cuman nanya? bukan karena kamu mau aku hamil?" Vira menaikan sebelah alisnya ke atas.
Rico mengusap pipi sang istri, lalu mencium nya lembut.
"Kalaupun iya itu bukan kejahatan bukan?" Rico menatap lembut Vira.
Tapi tidak dengan Vira yang langsung beranjak dari tempat duduk nya, dia menatap kesal suaminya.
"Kamu dan Daddy Mommy sama saja, bikin aku kesel!" kesal Vira.
__ADS_1
Dan saat Vira akan pergi ke kamar tangan nya di tahan oleh Rico yang membuat langkahnya terhenti.
"Apa lagi!" Vira menyahut dengan nada tinggi nya.
Rico tidak menjawab dulu, dia memeluk Vira dari belakang mencoba menenangkan istrinya yang masih labil, usia Vira masih 19 tahun yang membuat Rico harus paham jika pemikiran orang dewasa dengan gadis yang seharusnya masih menikmati masa indahnya dunia anak remaja itu berbeda.
Banyak hal yang Vira lewatkan karena status nya yang sudah menikah, Vira jarang main bersama teman-teman nya dia harus menjadi istri yang baik yang selalu ada di rumah saat suaminya pulang.
"Aku minta maaf, aku tau aku salah tapi aku adalah pria normal usiaku tidak semuda kamu honey, tapi meski begitu aku nggak akan marah kalau kamu masih belum siap" kata Rico yang masih memeluk istrinya dari belakang.
"Aku juga wanita normal ingin punya anak, tapi aku masih kuliah, maaf" sahut Vira sambil melepaskan pelukan nya lalu pergi ke kamar nya.
Rico melihat Vira yang masuk ke kamar nya, dia menghela nafasnya panjang lalu berjalan masuk ke kamar nya.
Di kamar Rico melihat Vira yang menangis sambil memeluk guling, hal itu membuat Rico tidak tega dia langsung naik ke ranjang dan mengusap punggung istrinya lembut.
"Aku tidak akan membicarakan masalah anak lagi, aku janji" kata Rico.
Tapi tangisan Vira malah semakin kencang, dia tidak tau kenapa ia menangis tanpa alasan seperti ini.
"Honey" panggil Rico.
"Kita Cer__" ucap Vira terhenti karena Rico langsung membungkam bibir nya dengan sebuah ciuman.
"Jangan katakan hal aneh, kita akan selalu bersama apapun yang terjadi kamu tetap milik ku!" kata Rico di bibir Vira, dan kembali membungkam bibir istrinya dengan sebuah ciuman panas.
🌹
Setiap hubungan masalah beda-beda ya🤪
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1