Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Suasana duka.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Kabar meninggalnya Om Juan dan Tente Jenn sudah sampai di telinga semua kerabat terdekat nya, termasuk Mom Arr sang kakak yang kini masih pingsan.


Semua orang tidak percaya dengan kabar itu, tapi kenyataan nya membuat mereka bungkam karena sekarang jenazah Om Juan dan Tante Jenn baru sampai di rumah duka.


Om Juan dan Tante Jenn meninggal karena rem nya blong, tidak nada sabotase atau pun hal-hal yang mencurigakan begitulah penjelasan pihak kepolisian.


Mobil yang di tumpangi Tante Jenn Om Juan dan Jenita jatuh ke jurang karena menghindari tabrakan dengan truk, untuk saat ini hanya Tante Jenn dan Om Juan yang di temukan jenazah nya, tapi untuk Jenita.


Pihak kepolisian di bantu dengan beberapa pihak bantuan lain nya sekarang tengah mencari Jenita, Jenita di perkirakan hanyut ke sungai dan sekarang masih dalam proses pencarian.


Tidak ada yang tidak menangis, Mom Arr masih pingsan dan tidak ikut ke pemakaman, begitupun dengan Mom Fallen yang kehilangan teman terbaik nya yaitu Om Juan.


"Ini seperti mimpi, kemarin aku masih bisa bercanda dengan kak Jenn dan sekarang_" Aunty Tara sesegukan.


Om Darrel langsung memeluk istrinya, sama seperti yang lain nya dia juga merasa kehilangan teman nya.


Aunty Tara tidak membawa ketiga anak nya karena dia titipkan pada pengasuh, hanya Devan yang ikut karena Devan memaksa ikut.


Devan dan Andika nampak terduduk di sudut ruangan, keduanya ikut sedih dengan meninggal nya dua Tante Jenn dan Om Juan.


"Kasihan Jenita" gumam Andika.


"Kemarin aku sempat beradu mulut dengan nya" kata Devan membuka suara.


"Ya, dan seharusnya kita bisa bersikap lebih baik pada dia" sahut Andika.


"Harusnya kemarin kita tidak memaki nya dengan kata-kata pedas, pelakor dia masih kecil" Devan kembali bersuara.

__ADS_1


"Jenita hilang, dia satu-satunya teman wanita ku yang galak" Andika menyesal membuat Jenita menangis kemarin.


Jenita terus mengatakan akan menunggu Syaka duda, dan itu membuat Andika dan Devan sebal, sehingga keduanya sama-sama memanggil Jenita dengan sebutan pelakor bocil hingga Jenita menangis dan di peluk om Juan.


Syakila dan suami juga ikut mengantarkan tante Jenn dan Om Juan ke tempat peristirahatan yang terakhir nya, begitupun dengan tiga uncle yang juga ikut mengantarkan jenazah Om Juan dan Tante Jenn.


Sedangkan Syakira dia tidak ikut karena perut nya tiba-tiba sakit, Syakira di antar ke rumah sakit oleh Rayden dan Dad Bastian.


"Syaka Syakira ke rumah sakit" kata Mom Fallen.


"Aku akan kesana setelah ini Mom" kata Syaka.


"Hem, pergilah Mommy akan di sini setidaknya sampai Arr bisa lebih tenang, jangan lupa kabari Mom" kata Mom Fallen lagi.


Willy dan Vira masih sedih, apalagi melihat kondisi Mom Arr yang tidak mau bangun padahal sudah lebih dari empat jam.


"Kak" Vira tidak bisa membendung air matanya lagi.


Kejadian nya sangat cepat, Vira tidak bisa menerima kenyataan nya karena dalam satu malam Vira kehilangan tiga orang yang di sayangi nya.


Adik sepupu nya yaitu Jenita masih belum di temukan, Vira sangat berharap Jenita akan ditemukan dengan selamat, dia tidak bisa membayangkan hancur nya hati Mom Arr jika Jenita tidak di temukan.


"Mom" Vira melihat tangan Mommy nya bergerak.


Mom Arr membuka matanya, dia tidak terlihat memiliki eskpresi apalagi tatapan mata nya yang sangat kosong seperti tidak memiliki kehidupan.


Banyak kenangan itulah yang Mom Arr ingat, bagaimana mereka memulai hidup berdua, kerja keras mereka untuk memiliki rumah sendiri sehingga membuat mereka berdua menjadi perawan tua, semua itu terngiang-ngiang di dalam memory nya.


"Mom, minum lah" kata Vira sambil memegang gelas berisi air hangat.


Mom Arr tidak bereaksi apa-apa, Willy yang melihat itu berusaha untuk tidak menangis meski dia ingin.

__ADS_1


"Mommy mungkin masih syok" kata Willy.


"Mom sudah bangun?" Dad Lian masuk bersama Rico.


"Mommy Dad" Vira tak bisa menahan isak tangis nya, dan memeluk Daddy nya.


"Keluarlah, Daddy akan bicara dengan Mommy kalian" kata Dad Lian melepaskan pelukan nya.


Rico yang mendapatkan kode langsung memeluk Vira dan membawa Vira ke kamar tamu, sedangkan Willy dia keluar untuk menenangkan diri.


Dan di kamar sekarang hanya ada Dad Lian dan Mom Arr, keduanya nampak saling mendiamkan sampai akhirnya Mom Arr bangkit dan langsung memeluk tubuh suaminya.


"Katakan ini hanya mimpi Dad" Mom Arr terisak.


"Ini nyata sayang, Jenn dan Juan memang meninggal" kata Dad Lian sambil mengeratkan pelukannya.


Dia tau seperti apa hancur nya istrinya, apalagi istrinya selalu cerita bagaimana kehidupan kedua adik kakak itu sejak kecil, dan tidak mudah untuk Mom Arr menerima kenyataan jika adik nya telah meninggal.


"Bagaimana dengan Jenita?" tanya Mom Arr.


"Jenita masih dalam proses pencarian sayang, polisi bilang jika Jenita tidak ada di sekitar jurang tempat mobilnya jatuh." jelas Dad Lian.


Tubuh Mom Arr terasa lemah saat mendengar nya, dada nya terasa sakit dan sesak dia tidak percaya dengan semua nya, tapi ini adalah fakta jika adik dan ipar nya sudah pergi untuk selama-lamanya.


"Cari Jenita, aku mohon cari Jenita"


Mom Arr menangis histeris lagi hingga dia kembali tak sadarkan diri karena tubuh nya syok berat.


🌹


Paling nggak suka cerita sedih, tapi kalau terus cerita gitu-gitu aja takutnya monoton 🤧

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2