Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Keponakan!


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Karena insiden rem mendadak itu yang membuat uncle Alex dua kali kejedot jok depan kini mereka berkahir di rumah sakit.


tentunya untuk mengecek kondisi uncle Alex yang pingsan.


Di kursi tunggu Syakila tidak banyak bicara, dia kesal pada kedua saudara nya itu, yang secara tidak langsung membuat lelucon yang berkahir membuat seseorang terluka.


Syaka dan Syakira yang juga duduk di kursi tunggu hanya cuek, keduanya tidak mau di salahkan, dan memilih bermain ponsel dari pada harus memperlihatkan wajah cemas nya.


"Kak Syaka jahat, bukan nya bantuin aku yang di serang malah ninggalin." Syakira mulai berkomentar.


Keduanya memang sedang main game yang sekarang ini di gandrungi banyak kalangan itu, yang bisa di singkat dengan ML.


"Kamu lelet, makanya pakai Hiro super, ini malah kebagian yang halah, cetek." Syaka menyahut, tapi matanya tetap fokus pada ponselnya.


"Bukan lelet, tapi jaringan nya yang lelet." balas Syakira lagi, seperti yang di lakukan kakaknya Syakira juga fokus menatap ponselnya.


Tiba-tiba pintu terbuka.


Syakila yang melihat itu langsung berdiri, dia berjalan mendekati dokter.


"Bagaimana kondisi uncle Alex Dok?" tanya Syakila.


"Kondisi pasien sekarang sudah siuman, di usahakan jika nona tidak menganggu pikiran nya karena pasien masih dalam tahap pemulihan." jelas Dokter.


"Makasih Dok, saya paham." balas Syakila.


Dan setelah dokter pergi Syakila langsung masuk, lain dengan Syaka dan Syakila yang masih santai duduk di kursi tunggu.


"Uncle." panggil Syakila.


Kaki jenjang nya melangkah mendekati brankar pasien yang di tiduri uncle Alex.


Uncale Alex melihat Syakira yang datang dan mendekati nya.


"Terimakasih sudah mengantar uncle ke rumah sakit." kata uncle Alex.


Syakila menarik kursi, dia duduk di kursi itu dan menatap ke wajah uncle nya.


"Sama-sama, dan maaf uncle kening uncle jadi benjol karena kenakalan kak Syaka sama Kira." balas Syakila merasa tidak enak.


"Tidak apa, mereka di mana?" tanya Uncle Alex.


"Ada di luar, lagi main game." balas Syakila apa adanya.


Mata Uncle Alex melihat Syakila, gadis itu terlihat sangat khawatir pada nya, terlihat dari wajah nya Syakila yang terlihat resah dan jangan lupakan rambut nya yang sedikit berantakan itu, uncle Alex tau jika gadis itu sangat perfect dalam penampilan nya, dan rambut acak-acakan itu tentu bisa di artikan lain olah nya.


"Kamu tidak pulang? ini sudah malam bukan?" uncle Alex mencoba biasa saja.

__ADS_1


Syakila memang sudah harus pulang, tadi Daddy nya juga bilang kalau mereka harus pulang, tapi dia merasa berat meninggalkan uncle Alex sendirian.


"Nanti saja uncle." balas Syakila lagi.


"Daddy mu akan marah." sahut uncle Alex.


"Daddy tidak marah, Daddy memberikan waktu sampai jam 9 kok." balas Syakila.


Lalu keduanya tidak ada yang bersuara lagi, keduanya saling mendiamkan membuat dua sosok yang mengintip di ambang pintu itu saling melirik.


"Kak Kila terlalu kaku." kata Syakira.


"Harus nya jual mahal ya?" balas Syaka.


"Ya nggak gitu juga, setidaknya perlihatkan rasa suka kita pada orang itu." sahut Syakira lagi.


Lalu duduk di kursi tunggu lagi, Syaka pun ikut-ikutan duduk di kursi tunggu, dekat dengan Syakira.


"Kaya kamu yang suka sama Willy ya." Syaka ingin tau dia respon adik nya bagiamana.


"Jangan yang itu, aku udah nggak punya perasaan nya lagi sama bang Willy." balas Syakira menegaskan.


Karena bagi nya Willy adalah masa lalu nya, dan Syakira sudah membuang semua perasaan nya ke lautan jauh.


"Kamu udah move on?" tanya Syaka.


Syakira melirik kakak nya, dia bersandar di pundak sang kakak, untuk sekarang memenang pundak kakak dan Daddy nya adalah yang ternyaman.


"Semula berat banget melupakan cinta pertama, tapi kalau dia cinta sama aku seharusnya bukan aku kan yang ngejar dia? harusnya dia kan yang ngejar aku?" Syakira berbicara dengan pandangan nya yang lurus.


"Kamu benar dek, lebih baik di cintai dari pada mencintai." balas Syaka kembali mengusap kepala adik nya.


Sampai tiba-tiba tercium bau tidak sedap, yang merusak suasana haru kedua adik kakak itu.


"Kak Syaka kentut ya." Syakira menjauhkan tubuhnya dari sang kakak.


"Jangan lebay, lagian kentut kakak ini harum nggak bau." balas Syaka.


"Mau ganteng kek, mau orang kaya kek, yang nama nya kentut ya bau kak, apalagi kentut nggak bersuara gitu, bau nya nambah sumerbak tau." dengkus Syakira mengipas-ngipasi tangan nya ke wajah nya.


Lain dengan Syaka yang terdiam dan mencium bau kentutnya.


"Iya bau, tapi nggak apa kan kentut sendiri." ucap nya santai lalu memainkan ponselnya lagi.


Di ruangan masih terlihat Syakila yang saling mendiamkan dengan Uncle Alex, Syakila penasaran apa uncle nya sudah mengingatnya, tapi bibirnya terasa berat, dia masih belum bisa bersikap di depan pria yang di sukai nya.


Sama dengan Syakila, uncle Alex yang kini sudah tau jika gadis yang selalu muncul di mimpinya adalah wajah Syakila merasa canggung, apalagi dia tau jika ini adalah sesuatu yang salah.


"Tidak mungkin aku menyukai keponakan ku sendiri, aku ikut mengurus nya saat kecil, menggendong nya di saat menangis." uncle Alex menolak perasaan aneh itu.


Tapi dia juga ingat akan pesan Dad Bastian pada nya, di mana pria itu juga menitipkan Syakila pada nya.

__ADS_1


"Jika kau memiliki sertifikat duda mu aku tidak akan membuat mu susah, lamar putri ku dan langsung menikah, aku tidak ingin putri ku mengenal pacaran karena aku memiliki masa kelam yang buruk. itu pun jika kau punya keinginan, tapi jika tidak maka jauh dan entahlah dari hadapan ku."


"Kila." panggil Uncle Alex.


"Ya Uncle?" Syakila dengan cepat melirik uncle nya.


"Kamu sudah makan?" tanya Uncle Alex.


Sebenarnya bukan itu yang ingin dia katakan, tapi entah kenapa dia merasa geli sendiri jika dia harus memperlihatkan sisi seorang pria dewasa nya.


"Sudah, tadi." balas cepat Syakila.


"Uncle mau makan?" lanjut Syakila bertanya.


"Mau, mau di suapin kamu." balas Uncle Alex, tali sedetik kemudian dia menutup bibir nya.


"Maksud ku, aku lapar, tapi tangan ku sakit dan seperti nya harus di suapi" mengulang dengan jawaban yang lebih sopan.


Sekali lagi dia harus menegaskan jika Syakila adalah keponakannya, gadis yang masa kecil nya selalu bermain bersamanya, dan teman-teman nya.


Syakila keluar untuk meminta di belikan makanan, dan Syaka yang di minta tentu langsung membelikan nya, dari pada adiknya yang harus pergi lebih baik dirinya, begitu prinsip nya.


"Uncle ingat aku nggak?" tanya Syakira.


"Tentu, bocah gembrot yang suka makan." balas Uncle Alex.


"Wah uncle sudah ingat semuanya." Syakila senang bukan main.


Tidak dengan Syakira yang manyun.


"Kenapa semua orang tau nya aku gembrot suka makan, bikin sebal ihk!" Syakira keluar, kembali bermain game lagi.


Syakila melirik Uncle Alex, kenapa uncle nya tidak memberitahu kan pada nya, apa yang sebenarnya uncle rasakan saat ini, Syakila penasaran.


"Uncle, Kira tidak suka di panggil gembrot." kata Syakila.


"Iya tau, sukanya di panggil seksi kan." balas Uncle Alex.


"Dan untuk kamu, kamu selalu terlihat cantik dan imut saat makan, Uncle suka." lanjut uncle Alex yang membuat jantung Syakila berdetak kencang.


Deg.. deg..


"Uncle suka aku?" tanya Syakila dengan wajah senang.


"Tentu saja, kamu keponakan ku yang cantik, pintar dan menggemaskan, uncle suka."


Keponakan!


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2