
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Jelang hari bahagia Rico lebih menyibukkan diri dengan pekerjaan, dia bahkan seolah lupa akan sosok labil yang beberapa hari ini tiada kabar nya.
Dan hal itu tentunya membuat si labil menjadi kesal bukan main, bukan hanya lupa akan hari bahagia nya Rico bahkan sangat terkesan acuh seperti sekarang ini.
Tok..tok..
Ting tong !
Suara gedoran pintu itu terdengar sangat kencang di tambah suara bel.
"Ini kemana sih" kesal Vira sambil menendang pintu dengan kaki nya.
Dia sedang kesal.
Ceklek..
"Kenapa beri__" ucap Rico terhenti karena tumbuhnya tiba-tiba di dorong.
Brugkkk !!
Pintu di tutup dengan kasar, Vira menatap tajam pria yang sangat acuh di saat dia sedang bucin-bucin nya itu.
"Ada ap__" lagi-lagi Rico tidak bisa melanjutkan ucapan nya.
Tangan Vira membungkam bibir nya, Vira menatap kesal Rico.
Deru nafasnya nya memburu, Vira sedang kesal sampai akhirnya usapan di punggung Vira rasakan dan dia langsung masuk ke pelukan calon suaminya.
Air mata nya jatuh begitu saja, Vira merindukan sosok Rico yang selalu terbayang-bayang di kepala nya.
"Aku merindukan mu, tidak tau kah kamu aku merindukan mu!" isak Vira sambil mempererat pelukannya.
Rico mengusap punggung Vira dengan lembut, "Maafkan aku" hanya kata itu yang keluar dari bibir Rico.
Vira mendongkak kan wajahnya ke atas, menatap pria yang lebih tinggi dari nya itu.
__ADS_1
"Kenapa tidak pernah ke rumah? kenapa nggak pernah ngajak jalan, kenapa nggak pernah ba__"
Hemph..
Rico membungkam bibir Vira dengan sebuah ciuman.
Keduanya berciuman selama beberapa detik, sampai akhirnya keduanya melepaskan nya bersama.
"Aku sibuk bekerja, banyak pekerjaan yang harus aku urus sebelum pernikahan" Rico menjawab dengan wajah tenang nya.
Dan Vira masih tidak bisa menerima nya, sepenting itu kah pekerjaan di bandingkan dengan waktu kebersamaan mereka?.
Apa Vira akan kalah dengan pekerjaan?
"Aku tidak suka di abaikan" kata Vira sambil mencium singkat bibir Rico.
"Aku paham" balas Rico.
Melihat Vira yang sudah tidak marah lagi Rico membawa Vira untuk duduk di sopa, bukan maksud dia ingin mengabaikan Vira, tapi Rico harus menyelesaikan dulu pekerjaan nya.
Dia tidak mau pekerjaan nya nanti mengganggu hari bahagia nya, apalagi sekarang-sekarang ini pekerja nya semakin banyak karena Rayden si tuan muda sedang sibuk mengurusi Syakira yang tengah hamil.
Selain itu juga Rico memiliki alasan untuk tidak terlalu sering menemui Vira, dia harus memiliki kontrol emosi saat di hadapkan dengan gadis di depan nya, sikap Vira yang labil dan psnasaran akan banyak hal itu membuat Rico selalu kewalahan.
Matanya melihat ke atas, Vira tiduran di paha Rico dan tangan nya saat ini sibuk untuk membelai pipi Rico.
"Kau marah ada yang menghina ku?" tanya Rico sambil memainkan rambut Vira.
"Hem, tentu saja aku akan marah karena kamu bukan robot" balas Vira sewot.
"Lalu apa yang kau katakan pada mereka?" tanya Rico penasaran.
Dan Vira mulai bercerita akan kejadian di kampus tadi, dimana Vira menjambak rambut dua teman nya yang berani mengejek nya.
Tidak ada wajah penyesalan, Rico melihat Vira yang terlihat santai saat bercerita, dan entah kenapa hal itu membuat nya senang karena Vira memperlihatkan perasaannya.
"Jadi apa aku salah?" tanya Vira menatap dalam Rico.
"SALAH" balas Rico santai.
Apa!
__ADS_1
"Jadi kamu membela mereka yang mengejek ku!" wajah Vira kembali kesal.
Rico menggelengkan kepalanya, dia kembali mengusap rambut Vira dan mencium pipi Vira dengan lembut.
"Jangan marah-marah terus, sabar. maksud ku kamu terlalu terburu-buru, mereka memang mengejek mu tapi bukan berarti kamu bisa melakukan kekerasan pada mereka, itu juga tidak bisa di benarkan karena seharusnya kamu bisa bersikap lebih dewasa" jelas Rico.
"Oh jadi kamu mau bilang aku kekanakan! begitu" kali ini Vira bangkit dari tidurnya.
Astaga..
Rico ikut bangkit, dia mengusap tangan Vira tapi Vira malah menepis tangan Rico dengan kasar.
"Aku tidak suka situasi ini, kau menyebalkan!" kesal Vira sambil menyambar tas nya.
Dan sat akan pergi tiba-tiba Rico memeluk Vira dari belakang, pria itu mencium leher Vira dan membalikan badannya sehingga keduanya bis saling berpandangan.
"Aku minta maaf, aku akan mencoba memahami lebih dalam lagi, tapi kamu juga harus bisa mendengarkan ku karena aku lebih tua dari mu" kata Rico sambil menatap Vira.
Hufh..
"Aku maafkan, dan maafkan aku yang terlalu emosional, aku mudah kesal karena aku merindukan mu" kata Vira sambil bersandar di dada bidang Rico.
"I love you suhu ku"
Dan Rico diam.
"I love you suhu ku"
"Jawab!" kata Vira dengan nada sedikit kesal.
Astaga !
"I Love You too, jangan marah-marah terus nanti kecantikan mu akan mem_" ucap Rico terhenti.
"Memudar! oh jadi kamu bilang aku jelek begitu! hah!"
๐น
Setiap peran sifat nya beda-beda ya, jadi jangan gemes ya kalau sikap Vira agak lain dari yang lain๐คฃ
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak โฅ๏ธ๐ค๐