
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Resepsi mewah sudah di mulai satu jam yang lalu, saat ini Syakira dan Rayden sedang di sibukkan dengan acara salam menyalami tamu undangan nya.
Dan tentunya kebanyakan dari tamu undangan itu adalah rekan bisnis suami, Daddy dan Abang nya.
"Senyum dikit, jangan cemberut terus." kata Syakira sambil mencubit gemas pipi suaminya.
"Tidak bisa, senyuman ku hanya khusus untuk mu." balas Rayden sambil membalas cubitan di pipi sang istri.
Huh..
"Duh l**ama-lama aku TBC kalau di gombalin terus." batin Syakira sambil melirik suami nya.
Kembali fokus pada tamu undangan, Rayden sudah membuka siapa dirinya pada publik sebenarnya ada kecemasan dalam hati Syakira, tapi mengingat jika Rayden punya banyak bodyguard Syakira tidak cemas lagi.
Dengan begini statusnya akan jelas jika dia adalah nyonya Rayden Satria Prawira, si pebisnis muda yang sukses dan terkenal.
Di bawah Dad Bastian terus melihat ke arah pelaminan, senyuman tidak luntur di wajah nya yang sudah tua namun masih memiliki kharisma yang cukup membuat jantung para ciwi-ciwi di luaran sana terpukau dengan nya.
"Dad, sudah jangan di tatap terus nanti semakin tidak rela melepas Syakira nikah." Syakila yang sedang makan itu mengusap lembut tangan sang Daddy.
Jika biasanya dia akan menemani Alex suaminya maka tidak dengan hari ini, Syakila memilih menemani Daddy nya mengingat Daddy nya selalu mudah menangis.
Dad Bastian melirik Syakila, lalu melirik makanan yang ada di piring.
"Mau Daddy suapin?" tawar Dad Bastian.
"Mau Dad." balas Syakila cepat.
Tidak mau menolak Syakila memilih mengiyakan meski nantinya dia akan menjadi pusat perhatian, tapi demi menghibur sang Daddy Syakila rela.
Dad Bastian dengan pelan-pelan menyuapi sang putri, Syakila nampak senang mendapatkan suapan dari sang Daddy.
Mom Fallen yang melihat itu hanya tersenyum, setidaknya sekarang rasa sedih suaminya bisa tergantikan dengan kebahagian kecil, tentu dia tau jika Syakila tidak seperti Syakira yang mau di perlakukan seperti anak kecil.
"Syaka kemana dari tadi nggak kelihatan ya." Mom Fallen melihat sekitar nya.
Merasa aneh tidak menemukan satu putra nya, sampai tiba-tiba dia teringat akan ucapan Hana tekan nya.
"Ayuna bilang dia membenci Syaka Fall, aku nggak tau kenapa dia bisa bilang seperti itu tapi sepertinya Syaka telah membuat Ayuna menjadi hilang respect pada nya."
__ADS_1
"Apa jangan-jangan Syaka lagi.." gumam Mom Fallen terhenti, ia melirik Aunty Tara yang sedang makan bersama Cantika.
"Tar, tadi kamu liat kak Syaka nggak?" tanya Mom Fallen pada adik ipar nya.
Uhuk-uhuk !
Ayuna seketika batuk, dan hal itu membuat Mama Hana langsung replek memberikan minum pada sang putri.
"Kalau cinta jangan gengsi, nanti bucin lagi." bisik Mama Hana sambil tersenyum.
"Mam!" Ayuna manyun, merasa tersindir dengan ucapan Mama nya.
Papa Gibran melirik istrinya dengan tatapan tak suka, dan melihat itu Mama Hana hanya tersenyum dan kembali makan dengan khitmat.
Untuk nya bersama siapapun Ayuna nantinya dia hanya berharap pria itu bisa mencintai sang putri, menjaga Ayuna agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas seperti masa muda nya dulu.
Acara terus berjalan, kini giliran dansa Syakira sudah ada di tengah-tengah gedung itu, sengaja di kosongkan agar yang memiliki pasangan bisa bergabung dansa bersama pengantin baru.
"Aku seperti nya akan menginjak kaki mu." Syakira lupa jika dia tidak pandai berdansa.
"Tidak apa aku juga tidak bisa." balas Rayden.
"Bagaimana kalau kita jatuh?" tanya Syakira.
"Gombal aja terus, huh." Syakira tersenyum malu-malu.
Dan itu membuat Rayden gemas melihat nya, satu tangan Rayden memeluk pinggang Syakira dan satu nya lagi memegang tangan Syakira.
"Jangan melihat ke arah lain, hanya menatap mata ku wajah ku!" kata Rayden lagi.
"Kenapa? orang lain akan penasaran dengan wajah ku." Syakira malah dengan sengaja melihat ke sana sini, tanpa melihat raut wajah kesal Rayden.
"Kamu milik ku, dan selamanya akan begitu jangan pernah berani menatap orang lain karena aku bisa membuat orang itu hilang." bisik Rayden seperti ancaman.
Syakira menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Rayden.
"Kamu nyeremin banget, dasar posesif." kesal Syakira sambil mengembungkan pipi nya.
"Jangan seperti itu, aku tidak mau ada siapapun yang menatap mu, hanya aku pemilik tubuh dan bibir seksi mu itu." balas Rayden lagi.
Huh..
"Untung sayang, kalau nggak huh.. posesif nya itu loh ngeselin banget!" batin Syakira.
__ADS_1
Keduanya bertatapan selama beberapa detik, sampai terdengar suara musik romantis yang membuat Rayden dan Syakira saling menebar senyuman nya.
"I love you.." kata Syakira sambil mengikuti gerakan Rayden dan alunan musik nya.
"I love you too" balas Rayden dengan kaki yang tidak berhenti bergerak mengikuti alunan musik lagu.
Syakila yang melihat itu tidak mau kalah, dia langsung mengajak Alex ke arena berdansa, dan mulai memperlihatkan kelihaian nya dalam hal berdansa.
"Jangan terlalu seksi, lihat banyak yang melihat ke arah kamu." bisik Alex sambil mengikuti gerakan sang istri yang memang benar-benar sangat lihai.
"Haha, kamu cemburu ya." Syakila terkekeh pelan melihat wajah sebal suaminya.
"Aku cemburu, bahkan sampai ingin memakan mu di sini." balas Alex sambil menaikan tangan nya hingga menyentuh bagian dada sang istri.
"Oh mau goda aku? awas ya nanti di kamar aku nggak akan lepasin kamu." Syakila dengan sengaja merapatkan tubuhnya hingga paha nya menyentuh bagian junior suaminya.
"Enak nggak? uhh." lanjut Syakila dengan nada manja nya, tak lupa dia mengigit bibirnya agar suaminya semakin terbuai dengan apa yang di lakukan nya sekarang.
"Sayang.." Alex menggelengkan kepalanya, mengahadapi Syakila yang seperti ini benar-benar membuat nya tegang.
Dari kejauhan Willy nampak melihat Syakira yang nampak tersenyum bahagia, Willy yang meminum minuman nya itu sampai dia tidak sadar jika minuman yang di pegang nya itu sudah habis.
"Heh, itu minuman mu habis mau minum gelas ya?" Feni tertawa melihat hal konyol itu.
Willy melirik Feni dingin, ini ketiga kalinya dia bertemu dengan Feni si gadis menyebalkan itu, tapi untuk saat ini dia malas marah-marah dan memilih berjalan begitu saja setelah meletakan gelas nya di meja.
Feni melihat ke pergian Willy dengan wajah aneh nya.
"Tumben si tukang marah diem, biasanya marah-marah kaya orang gila." gumam Feni sambil mengambil gelas namun matanya masih melihat ke arah punggung Willy.
Feni akan minum dia mengerutkan keningnya karena bibir nya tidak menerima sirup itu.
"Kok nggak ada rasa apa-apa." gumam Feni.
Dan saat Feni melihat ke tangan nya betapa kagetnya dia melihat tangan nya yang memegang gelas kosong, lebih tepatnya gelas bekas Willy tadi.
"Iwww bekas orang gila itu." Feni langsung menyimpan gelas di tangan nya ke meja, dan mengambil tisue basah di tas nya lalu di lap kan ke bibir nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1