
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Mam Andika tidak ikut lagi?" tanya Ayuna.
"Dia sudah remaja katanya dia tidak suka ikut-ikutan lagi" sahut Mama Hana.
"Selalu begitu, pasti itu karena Dika udah punya pacar Mam" balas Ayuna lagi.
Mama Hana mengedikan bahu nya ke atas, entahlah dia tidak tau apa yang dikerjakan putra bungsu nya itu karena beberapa bulan ini sikap Andika sangat aneh.
Apalagi akhir-akhir ini Andika selalu merengek untuk di belikan apartemen, Andika bilang dia ingin hidup mandiri.
"Kamu gimana dan Syaka?" tanya Mama Hana penasaran.
Ayuna sudah menikah hampir 7 bulan tentu dia penasaran akan kabar baik dari putri nya itu, karena setiap orang tua pasti menginginkan cucu dari anak-anak nya yang sudah menikah.
Hal sama pun di inginkan Mama Hana dan Papa Gibran, keduanya tidak sabar untuk menimang cucu dari pernikahan Ayuna dan Syaka.
"Masih belum Mam, Ayuna dan Syaka nunda dulu sampai Ayuna beres kuliah" balas Ayuna lagi.
__ADS_1
"Kenapa? kan bisa kuliah kalau hamil juga" tanya Mama Hana.
"Syaka bilang dia nggak mau jauh dari aku Mam, bisa mati berdiri katanya kalau aku lagi hamil dan kita LDR" Ayuna menjeda ucapan nya.
"Lagi pula kan tinggal beberapa bulan lagi, aku udah semester tiga dan Syaka juga bantuin beresin skripsi kok jadi aku rasa aku dan Syaka nggak akan nunda lagi kalau semuanya sudah selesai" jelas Ayuna.
Mama Hana mangut-mangut paham, dia tau ini bukan keinginan putrinya untuk kuliah di Amerika, tapi lebih tepatnya keinginan suaminya yang ingin melihat Ayuna menjadi sarjana.
Mama Hana tidak bisa melarang karena dia tua sifat suaminya bagiamana, Papa Gibran sangat keras apalagi ini masalah nya dengan pendidikan dia akan sangat tegas.
"Sabar ya sayang, Papa mau yang terbaik untuk kamu" kata Mama Hana.
Ayuna mengangguk dan memeluk Mama nya, Ayuna tidak menyalahkan Papa nya dia harus LDR dengan sang suami, dia anggap ini adalah keharusan untuk nya berbakti pada kedua orang tuanya.
Jika Ayuna dan Mama Hana sedang duduk santai di sopa sambil mengobrol ringan maka berbeda dengan Syaka dan Papa Gibran yang sedang makan.
"Bagaimana Pap apa Jenita sudah ketemu?" tanya Syaka.
Bagaimana pun dia mendapatkan amanah dari Om Juan untuk menjaga Jenita, dan akhir-akhir ini orang-orang suruhan Syaka tidak pernah memberikan informasi yang bagus.
"Belum, orang-orang Papa dan Om Lian juga sudah mencari keberadaan Jenita, tapi begitulah Jenita benar-benar hilang di telan bumi" balas Papa Gibran.
__ADS_1
"Apa mungkin Jenita di sembunyikan seseorang?" Syaka mulai berpikir kalau Jenita mungkin di culik.
"Entahlah, tapi Papa rasa tidak mungkin jika Jenita di culik tentu saja sudah ada orang yang meminta tebusan, tapi ini tidak ada Jenita mungkin telah__" ucap Papa Gibran terhenti.
"Tidak Pap, aku masih sangat yakin jika Jenita masih hidup, mungkin Jenita lupa ingatan dan tinggal di suatu tempat terpencil, ya aku yakin itu" kata Syaka sangat yakin.
Papa Gibran terdiam, dia juga sempat berpikir hal yang sama apalagi selama 7 bulan ini tidak ada kabar apapun yang menyatakan jika Jenita masih hidup, ataupun mati.
"Kita harus menyuruh anak buah kita mencari Jenita, kalau perlu ke setiap kota-kota terdekat karena Jenita pasti ada di salah satu kota itu" kata Papa Gibran lagi.
"Pap benar, kita harus melakukan banyak hal karena selama Jenita masih belum ketemu kita tidak bisa hidup damai" sahut Syaka.
Keduanya kembali melanjutkan makan nya dengan khitmat.
Om Juan Tante Jenn aku janji akan mencari Jenita, aku janji. batin Syaka.
🌹
Mampir juga ke cerita bang Willy dan Joy ya🤗
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏