
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Siang berganti sore, ke empat pria seumuran itu langsung pulang karena di rumah mereka ada yang menunggu, terkecuali uncle Alex yang mungkin akan kembali ke apartemen nya, dan tinggal sendirian.
Terakhir mereka bertemu di bandara da setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing, dan meninggalkan uncle Alex yang kini masih duduk di bandara tanpa arah tujuan.
Pertemuan nya dengan Aunty Tara kembali mengingatkan nya akan satu hal, yaitu mereka pernah bermain bersama.
tapi kunci jawaban gadis berseragam itu masih ada di kepalanya, masih meminta di cari.
"Apa yang Toni bilang benar? gadis itu adalah Syakila?" gumam uncle Alex.
"Tapi kenapa harus gadis itu? kenapa bukan istri ku? atau putri ku bukan kah aku sudah memiliki keluarga?" lanjut nya lagi prustasi.
Ya, kenangannya nya mungkin sedikit-sedikit mulai teringat kembali, tapi tidak dengan kenangan istri dan anak nya, tidak ada memory sedikitpun untuk dia bisa mengingat kembali istri dan putri nya yang meninggal itu.
Kepalanya semakin terasa sakit saat mengingat gadis berseragam itu, dia benar-benar kesakitan apalagi setelah tadi dia berhasil mengingat ke empat teman nya, dan kenangan semasa SMA nya.
Beberapa jam berlalu..
"Maaf tuan, apa anda tidak apa?" tanya salah satu penjaga.
Dia khawatir jika penumpang itu mungkin kehilangan sesuatu, misal kehilangan barang atau mungkin kecopetan.
Uncle Alex sudah menghabiskan waktu berjam-jam nya di bandara, duduk sendirian di kursi tunggu tanpa arah tujuan yang jelas.
Dan tanpa mengatakan apapun uncle Alex langsung bangkit dari tempat duduknya, dia berjalan menyusuri jalanan sampai akhirnya dia memilih naik taksi.
Di perjalanan nya tidak banyak yang dia lakukan ponselnya mati, membuat uncle Alex hanya bisa terdiam dengan wajah yang penuh tanda tanya.
"Seharusnya aku memiliki memory bersama kalian, tapi kenapa aku tidak memiliki nya, apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu?" kembali bergumam, bertanya pada diri sendiri.
Saat mobil berhenti tepat di lampu merah, uncle Alex menurunkan kaca mobilnya.
dia sana dia melihat anak-anak yang sedang mengamen, mencari uang untuk sesuap nasi.
Sampai tiba anak itu mendekat ke arahnya, dengan perasaan iba dia memberikan beberapa lembar uang 50 ribu an pada anak-anak itu, dan mobilnya pun kembali melaju.
"Tuan di antar kemana?" tanya supir sopan.
"Entahlah, aku tidak punya tujuan." balas Uncle Alex jujur.
__ADS_1
Yang mana membuat si supir memilih berhenti, dan berhenti nya mobil di anggap sebagai pengusiran oleh uncle Alex, yang langsung memberikan tiga lembar uang berwarna merah dan keluar dari mobil taksi.
Dan entah itu sebuah kebetulan atau apa, Syakila yang sedang jalan-jalan pun melihat uncle Alex yang ada di pinggir jalan.
"Uncle!" panggil Syakila sedikit berteriak.
Uncle Alex melihat ke semua sisi, sampai akhirnya dia melihat Syakila yang mengeluarkan sedikit kepalanya di kaca mobil nya.
"Ayo naik, uncle mau kemana?" tanya Syakila.
Tanpa banyak bicara uncle Alex langsung naik, dan saat naik betapa kagetnya dia melihat Syakira dan Syaka yang duduk di jok depan.
Paham akan raut wajah uncle nya, Syaka melirik adik nya, dan Syakira hanya mengangguk.
"Uncle santai saja ya, anggap aja aku berbie cantik." kata Syakira santai, dan memilih memainkan ponselnya.
"Kalau aku anggap aja aku pria tampan yang menunggu di cium sama kekasih nya, mengobrol lah jangan sungkan." Syaka ikut menimpali.
Seperti biasnya, kemanapun kedua gadis itu pergi pasti ada pawang nya, dan Syaka sebagai Abang akan selalu pasang badan di barisan paling depan, tidak akan membiarkan kedua adiknya sampai main sendirian, apalagi di malam hari, bisa jadi OB dia di buat Daddy nya.
Syakila melirik uncle nya itu, wajah uncle nya terlihat tidak segar, membuat Syakila merasa khawatir.
"Kak Syaka antar aku ke apartemen nya Uncle Alex aja." kata Syakila.
"Ngapain?" saking kagetnya Syaka sampai ngerem mendadak.
Kepala uncle Alex terpentok ke depan jok, dan seketika juga bayang-bayang potongan masa lalu nya mulai kembali teringat satu persatu.
"Uncle nggak apa?" tanya Syakila panik saat melihat uncle Alex terlihat kesakitan.
Awww !!
"Kepala ku!" uncle Alex menjambak rambut nya kasar.
"Mana yang sakit uncle?" Syakila panik.
"Kepala ku, sakit!" racau uncle Alex dengan wajah yang menahan sakit.
"Kak Syaka!" kesal Syakila.
"Apaan sih, kakak kan kaget kamu mau ngapain ke apartemen nya Uncle Alex, mau ngapain hayo?" Syaka sewot.
"Ihk apaan sih kak Syaka, aku cuman mau anter Uncle ke apartemen nya, pikiran nya ya.. bilangin Daddy ya kak Syaka pikiran nya negatif sama aku." kata Syakila masih sempat-sempatnya merajuk.
__ADS_1
Syakira melihat uncle Alex yang terlihat kesakitan itu, dia melirik dua kakak nya yang malah saling sewot itu.
"Kak Syaka uncle Alex hilang ingatan kan?" tanya Syakira.
"Iya, dan gara-gara kak Syaka lihat Uncle Alex jadi kesakitan kaya gitu." Syakila menatap sebal kakak nya.
"Uncle nggak apa kan? uncle mau minum?" lanjut Syakila, perhatian.
Yang mana membuat Syakira dan Syaka saling berpandangan, pertama kalinya dia melihat si cuek Syakila menjadi perhatian seperti ini selain pada keluarga nya.
"Cie yang CLBK." celetuk Syakira.
"Jadian dong, nanti pj nya belanja sepuasnya." meski pria Syaka memang suka berbelanja, tentunya membeli pakaian yang akan menambah ketampanan nya.
"Kak Syaka! Dek Kira!! " kesal Syakila sedikit berteriak.
"Apa sih, gitu ya kalau suka ya bilang aja." celetuk Syakira santai.
"Dek Kira!!"
Hahaha !!
Uncle Alex hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengarkan perdebatan adik kakak itu, kepalanya semakin terasa sakit saat mendengar kegaduhan antara saudara itu, tidak ada daya untuk berbicara lagi, dia hanya ingin cepat-cepat istirahat.
Tiba-tiba Syakira memiliki ide cemerlang, dia mendekatkan wajahnya ke telinga kakak nya, dan sesaat keduanya masih saling diam dengan ekspresi tak terbaca, sampai akhirnya..
Bukkk !!
Syaka kembali mengerem mendadak, membuat kepala uncle Alex lagi-lagi terpentok ke jok depan.
"Uncle!" Syakila melotot.
Dia melihat Uncle Alex pingsan, dan jangan lupakan benjol di kening nya itu, membuat gadis cantik itu semakin panik.
"Misi berhasil." ucap Syakira santai.
"Iya, semoga aja setelah ini uncle Alex sadar dan ingat semuanya lagi, lalu nikahin Syakila biar aku cepat punya pacar." timpal Syaka.
Keduanya bertos ria tanpa memperdulikan sosok Syakila yang terlihat menahan amarah nya, tentunya untuk kedua saudaranya itu.
"Kak Syaka! Dek Kira! " teriak Syakila kesal.
Tidak terima pria yang di sukai nya menjadi benjol karena ulah kedua saudaranya yang nakal.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏