Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Duda bersertifikat.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Bagaimana menurut mu? apa dia menyukai Syakira?" tanya Syaka.


Syakila melihat ke kejauhan, di sana dia melihat Syakira yang tengah di gendong orang baru.


pria yang baru dia kenal, tapi mungkin sudah lama adiknya kenali.


"Seperti nya iya, tapi Syakira tidak." balas Syakila.


Tentu dia tau gestur tubuh Syakira saat berhadapan dengan orang yang di cintai nya, seperti saat bertemu Willy contohnya, adik nya itu akan caper pada pria yang di sukai nya.


Tapi dengan Rayden? Syakira berbanding terbalik, seperti musuh yang baru bertemu keduanya tidak hentinya bertentangan.


"Kamu benar Kila, Rayden mungkin menyukai adik kita, tapi Syakira mungkin masih belum menyadari nya." balas Syaka lagi.


Dia melihat senyuman kecil di wajah teman nya, hal tabu itu tentu saja bisa menjadi bukti jika Syakira berhasil mengambil perhatian seorang Rayden.


"Biarkan saja mereka saling mengenal, benci menjadi cinta, aku rasa mereka akan cocok." Syakila tentu nya berharap apapun yang terbaik untuk adik nya.


Syaka mengangguk, dia juga berharap begitu karena jika adik-adik nya sudah menemukan pawang nya maka saat itu juga dia akan melepaskan masa jomblo nya.


Ya.. Syaka tidak pernah berpacaran, dia memang selalu menebar pesona pada setiap wanita, tapi meski demikian Syaka selalu menjaga jarak dari wanita manapun karena dia tau kalau dia adalah seorang kakak dari dua adik gadis nya, dan menjaga jarak dari para wanita itu adalah cara nya untuk menjaga kedua adik tersayang nya.


Sedangkan di sepanjang jalan nya Syakira yang ada di gendongan Rayden terus berbicara, membuat Rayden yang menggendong hanya bisa menahan kesal saja, apalagi leher nya sudah menjadi korban yaitu mendapatkan beberapa gigitan dari Syakira yang ganas.


"Jangan geer, aku bilang gitu karena aku mau buat di cemburu, inget jangan baper." sekali lagi Syakira mengenaskan jika tadi dirinya mengatakan Rayden sebagai kekasihnya itu hanyalah pura-pura.


Tentunya hanya untuk membuat Willy semakin panas, dan syukur-syukur pria itu cemburu dan menyesal karena telah mencampakkan gadis lucu seperti dirinya.


Tapi Rayden tidak menjawab, tidak perduli dengan ucapan Syakira barusan karena yang Rayden tau Syakira gadis yang ada di gendongan nya itu telah menolak pria bule itu.


"Jangan pura-pura budeg, udah turunin enak di kamu bisa di peluk-peluk sama aku." kembali bersuara.


Yang mana membuat Rayden langsung berhenti untuk menurunkan gadis berisik itu, Syakira yang di turunkan terlihat kesal.


"Kenapa berhenti?" tanya nya kesal.


"Tadi katanya minta di turunin." Rayden menatap Syakira jengah.


"Emang ya cwo nggak peka, minta di turunin itu artinya ya jangan di turunin, kenapa sih cwo tuh nggak pernah ngerti omongan cwe." menatap kesal Rayden, bibirnya sengaja di manyun kan.

__ADS_1


Rayden mendekatkan wajahnya di depan wajah Syakira, beberapa detik keduanya saling bertatapan, sampai akhirnya Syakira meniupkan nafasnya ke wajah Rayden.


"Jangan natap-natap gitu, nanti jatuh cinta baru tau rasa." ketus Syakira berniat kembali berjalan, entah kenapa dia merasa salah tingkah.


Tapi baru saja dia ingin melangkah Rayden sudah menahan tangan Syakira dan langsung berjongkok kembali di depan Syakira.


"Ayo naik." kata Rayden.


"Ya sudah kalau maksa aku nggak nolak." malas berjalan Syakira memilih kembali ke gendongan Rayden lagi.


Membuang rasa malu, toh berjalan hanya akan membuat kaki nya pegal, apalagi teriknya matahari siang membuat dia ingin angkat tangan dan mengakan dia menyerah.


"Dasar wanita, apa memang seperti ini cara mereka bersikap? benar-benar manja." batin Rayden sambil berjalan dengan langkah yang sangat lama, sengaja ingin berlama-lama menggendong Syakira.


Aneh nya alih-alih kesal dia malah nampak senang, bahkan senyuman kecil nampak terlihat dari wajah pria yang selalu memperlihatkan wajah dingin nya itu.


Rayden menggendong Syakira menyusuri pinggiran pantai, membawa gadis galak yang kini sedang menjadi gadis manja itu untuk mendekati tempat duduk yang di tempati Syaka dan Syakila.


"Aneh, biasanya jantungku selalu berdetak kencang jika bertemu dengan bang Willy, tapi kenapa hari ini aku merasa biasa-biasa saja, kenapa tidak ada lagi getaran itu.. apa aku sudah benar-benar move on dari pria bermulut pedas itu?" batin Syakira.


Aneh rasanya saat dia bisa mengabaikan sosok yang di cintai nya, padahal jika Syakira yang dulu mungkin akan sangat bersemangat sekali jika Willy benar-benar ingin menggendong nya.


Di kejauhan Willy melihat Syakira yang nampak senang di pelukan Rayden, dia juga melihat Syakila yang duduk di kejauhan bersama Syaka.


Willy berniat untuk memperbaiki keadaan, Syaka kini mulai menjauhi nya, lebih tepatnya setelah Syakila mendapatkan agensi baru, sikap Syaka yang semula selalu mau membantu nya itu perlahan menjauh.


Dan yang membuat nya aneh nya itu adalah perasaan nya untuk Syakila kini sudah perlahan pudar, apalagi setelah penolakan di acara makan malam itu, membuat Willy semakin merasa jauh dari perasaan nya yang dulu.


"Di saat aku mulai menatap nya, dia malah pergi bersama pria lain, apa aku benar-benar terlambat?" Willy menatap nanar saat mendengar suara Syakira yang tertawa di gendongan pria lain.


Alasan pertama kedatangan nya adalah untuk memperbaiki hubungan nya dengan Syakira, dia ingin minta maaf akan kesalahan nya yang selalu mengatakan kata-kata yang menyinggung Syakira.


"Dan apa ini? kenapa aku merasa sakit hati melihat Syakira yang bersama pria lain?" Willy tersenyum kecut.


Perasaan macam apa, kenapa dia bisa berubah seperti ini, rasa cinta nya untuk Syakila menghilang dan kini dia malah jatuh hati pada Syakira, gadis ceria yang selalu menyemangati nya, gadis yang selalu dia tidak pernah anggap keberadaan nya.


Willy memilih pulang, dia tidak ingin merusak suasana, apalagi dia tau jika Syaka mulai memanjakan adik nya itu tandanya ada sesuatu yang telah terjadi, dan Willy tidak mau kedatangannya itu membuat kegaduhan yang akan semakin memperburuk pertemuan nya.


Di tempat lain, uncle Alex baru sampai di halaman rumah mewah Dad Bastian, dengan di antar uncle Dani uncle Alex masuk ke rumah mewah itu.


"Aku akan menunggu di sini." kata uncle Dani.


"Kenapa?" tanya Uncle Alex.

__ADS_1


"Di sini kau yang akan melamar seorang gadis, bukan aku." cukup hanya mengatakan itu, membuat Uncle Alex menatap tajam asisten nya itu.


Jika bukan di rumah orang mungkin saja sudah dia hajar, aneh memang kenapa juga dia memperkerjakan asisten aneh yang hobby nya ikut campur masalah pribadi bos nya.


"Kau sudah datang?" suara itu membuat uncle Alex melirik ke belakang.


"Ya, ada apa?" uncle Alex berjalan mendekati Dad Bastian.


Dad Bastian mengajak uncle Alex ke taman belakang, di sana dia duduk di bangku yang sangat penuh kenangan di masa lalu nya, dia ingin membantu kesembuhan Alex, Uncle kesayangan Syakila dan Syakira.


"Kau mengingat tempat ini?" tanya Dad Bastian.


Bibi pembantu datang membawakan makanan ringan dan minuman.


"Tidak." singkat dan padat.


"Bagaimana dengan kedua putri ku?" tanya Dad Bastian lagi.


"Entahlah, wajah mereka memang tidak asing, tapi aku masih tidak bisa mengingat apapun tentang siapa-siapa." jawab uncle Alex lagi.


"Bagaimana dengan Bunga Dahlia itu, istrimu? kau mengingat nya?" tanya Dad Bastian lagi.


"Bukan kah dia meninggal?" tanya Uncle Alex.


"Entahlah, tapi aku tidak mendengar kuburan nya, aku hanya mendengar putrimu yang meninggal, tidak dengan istrimu!" balas Dad Bastian jujur.


Yang mana hal itu membuat Uncle Alex terdiam, dia memegang kepala nya yang terasa sakit, lalu..


Awwww !!


"Kenapa?"


"Sakit!"


"Kau mengingat sesuatu? katakan? kau duda bersertifikat bukan?"


"Kaki ku terinjak!"


Dan saat itulah Dad Bastian melihat ke bawah, dia tersenyum kikuk saat melihat kaki nya memang menginjak kaki Alex.


"Pantas saja keras, aku kira teras."


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2