
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Siang nya Rico mengajak Vira pulang ke Apartemen nya, dia akan memulai kisah cinta nya dengan gadis yang kini sudah menjadi istri nya.
Di apartemen Vira lebih banyak diam, setelah malam kemarin Vira baru sekarang memikirkan banyak hal jika tidak seharusnya dia sampai sejauh ini.
Vira memang mencintai Rico dia mau menikah dengan Rico, tapi untuk malam pengantin nya tadi malam.. Vira tidak benar-benar serius.
"Kamu kenapa?" tanya Rico.
Dia merasa sejak bangun tidur Vira terlihat aneh, dan itu membuat dia bingung.
Rico tidak mau berpikiran jelek, tapi dia juga tidak bisa diam saja melihat sikap Istrinya yang terlihat banyak pikiran.
"Sayang" Rico mengusap pipi Vira.
"Apa?" tanya Vira agak kaget.
Dia bahkan tanpa sengaja menepis pelan tangan Rico dari pipi nya.
"Maaf" Vira bangkit dari tempat duduk, dan pergi ke kamar nya.
Rico ikut bangkit dan mengikuti Vira ke kamar, dan saat masuk dia melihat Vira yang tiduran di tempat tidur.
"Kamu menyesal karena menikah dengan pria seperti ku ya?" Rico berkata sambil menyalakan AC kamar nya.
Vira tidak menyahut dia masih memikirkan bagaimana caranya agar dia tidak hamil, Vira tidak siap.
Tidak ada sahutan dari Vira membuat Rico semakin yakin jika Vira hanya main-main, dia mencoba untuk bisa bersikap lebih tenang.
Setenang apapun dirinya Rico juga manusia, dia memang sudah dewasa dengan umur yang matang, tapi apa dia tidak boleh kecewa jika gadis yang baru sehari menjadi istrinya itu mengabaikan nya.
Vira bangkit, dia melihat Rico yang termenung di sopa seorang diri, dan melihat itu Vira langsung berjalan mendekati Rico.
Cup..
Vira mencium pipi suaminya lalu memeluk Rico.
"Aku mau ngomong" kata Vira masih di pelukan Rico.
"Bicara lah" balas Rico terlihat santai.
Meski nyata nya hati nya saat ini sedang kalut.
"Kamu marah?" tanya Vira.
"Tidak"
__ADS_1
"Hem, tapi wajah kamu terlihat acuh"
"Tidak"
Hufh..
"Tatap aku dong" Vira melepaskan pelukan nya.
Matanya menatap Rico, tapi yang di tatap malah terlihat tidak nyaman, dan hal itu membuat Vira mendaratkan ciuman di bibir suaminya.
"Vira!" suara Rico mulai meninggi.
"Kamu kenapa sih!" Vira yang ingin membicarakan masalah kehamilan itu tiba-tiba enggan dia sampai kan.
Mood nya kembali jelek apalagi Rico terus seperti itu, suara yang meninggi Vira tidak suka di bentak karena sejak kecil dia tidak pernah di marahi oleh Mom Daddy nya.
Dengan wajah kesal Vira bangkit, dia mengambil tas nya lalu dia pakai dan hal itu di lihat oleh Rico.
"Mau kemana?" tanya Rico.
"Pulang ke rumah Daddy! aku nggak suka di bentak" kata Vira sambil berjalan keluar kamar.
Rico melotot, dia bergegas menyusul Vira dan menahan Vira untuk tidak pulang karena jika itu terjadi maka dia akan benar-benar kehilangan istrinya.
"Maaf" kata Rico sambil memeluk Vira.
"Tidak akan, kamu tidak bisa meninggalkan aku setelah aku benar-benar jatuh cinta pada mu, aku mohon tetap bersama ku" kata Rico sambil mencium bahu istrinya.
Vira tersenyum kecil, entah kenapa dia suka saat dirinya mendengar pernyataan cinta itu, setidaknya Vira tau jika dirinya benar-benar di cintai.
"Baiklah aku nggak akan pergi, tapi aku mau kamu dengar apa yang aku mau sekarang" kata Vira sambil melepaskan pelukan nya.
Vira dan Rico kini duduk berpandangan, Vira sudah memikirkan semuanya dan ia merasa dia harus membicarakan nya agar tidak ada kekecewaan dan kebohongan di dalam hubungan nya.
Dia tidak bisa egois, Vira tau usia Rico sudah matang dan ini jalan yang dia pilih untuk menikahi pria yang sudah dewasa, seharusnya sebelum dia memutuskan pernikahan Vira harus sudah siap dengan semua konsekuensi nya.
"Aku takut hamil" ucap Vira sambil menunduk.
"Jadi yang tadi malam?" Rico paham.
"Aku hanya penasaran, aku labil dan aku_" Vira malah menangis.
Rico membawa tubuh Vira ke pelukan nya, dia memberikan kecupan di pipi dan bibir, lalu tersenyum.
"Aku tidak akan memaksamu, kita akan punya anak setelah kamu siap" kata Rico sambil mengusap kepala Vira.
Dia menikahi gadis yang masih 18 tahun, Rico sudah memperkirakan semuanya akan ketakutan Vira yang mungkin masih belum siap akan kehamilan.
Rico tidak akan memaksa, jujur dia sedikit kecewa karena bagaimanapun dia ingin memiliki buah cintanya, tapi meski demikian Rico juga tidak bisa menyalahkan Vira karena sejatinya Vira adalah pilihan nya dan apapun keinginan Vira seharunya Rico bisa menghargai nya.
__ADS_1
"Kamu tidak marah?" tanya Vira di sela isakan kecil nya
"Tidak, aku suka kamu jujur" balas Rico.
"Tadi nya aku berpikir untuk memakai pil menunda kehamilan, tapi aku takut karena menurut informasi di ponsel ku pil penunda kehamilan itu sangat berisiko" Vira menjeda ucapan nya.
Dia menatap Rico, dan tangan Rico terulur untuk mengusap air mata yang ada di pipi istrinya.
"Maafkan aku, aku memang istri yang buruk" Vira menunduk.
"Tidak, kamu Istri yang baik, dengan kejujuran kamu aku semakin sayang sama kamu, kita akan menunda momongan tapi meski begitu kamu tidak perlu memakai pil penunda kehamilan karena itu menyakiti perasaan ku, aku akan membuang nya di luar" Rico mencium pipi istrinya lembut.
Vira terdiam, membuang di luar?
"Memang nya apa yang di buang?" tanya Vira polos.
"Sesuatu" balas Rico sambil tersenyum.
"Apa?"
"Yang tadi malam buat kamu enak"
Blush..
Pipi Vira merona merah, dia kembali mengingat permainan malam panas nya.
"Aku cinta kamu"
"Aku juga"
"Bagaimana kalau kita coba lagi"
Rico menaikan sebelah alisnya ke atas.
"Menunda kehamilan bukan berarti nggak bisa anu kan?" lanjut Vira dengan polos nya.
"Baiklah kamu yang minta" Rico langsung membawa tubuh Vira ke ranjang.
Dan siang panas pun baru di mulai..
🌹
Cuplikan cerita Willy yang akan mendatang biar penasaran 🤣
^^Wanita Gendut Itu Istri Ku^^
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1