
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Apa sih lihat-lihat terus" Syakira salah tingkah saat Rayden menatap nya.
"Nggak boleh emang?" tanya Rayden sambil mengunyah.
Dan Syakira tidak menjawab, dia memilih fokus pada pekerjaan nya, dua hari ini Syakira sudah mulai bekerja di perusahaan Rayden.
Ralat yang Syakira lakukan tidak bisa di sebut bekerja, karena tugasnya hanyalah mengikuti kemana Rayden pergi, memijat kepala Rayden dan juga menyuapi makan Rayden.
Dia seperti Babby sitter bayi tua, Rayden adalah Babby tua nya dan Syakira adalah gadis aneh yang bisa-bisa menurut saja untuk melakukan pekerjaan aneh itu.
"Ayo buka mulut nya lagi, bentar lagi ada meeting." kata Syakira.
Rayden melakukan nya, dia membuka mulutnya lebar-lebar dan kembali menerima suapan dari sang kekasih.
"Manja." cibir Syakira.
"Biarin, manja nya kan sama pacar sendiri bukan sama pacar orang." sahut Rayden sambil mengunyah makanan nya.
Baru kali ini Syakira kalah bicara, buka kalah tapi lebih ke malas bicara.
Rayden sangat manja, dan jangan lupakan posesif nya itu, bayangkan Syakira tidak di perbolehkan melihat pria lain lebih dari dua detik.
Tok..tok..
"Masuk!" bukan Rayden, tapi Syakira yang berteriak.
"Tuan anda sudah di tunggu di ruangan meeting." ucap Rico.
"Baik, tunggu beberapa menit lagi aku akan menyelesaikan sarapan pagi ini." balas Rayden.
Rico mengangguk kecil, pria itu kembali keluar dari ruangan CEO dan kini meninggalkan Syakira dan Rayden yang saling bertatapan.
"Nasi nya udah hampir habis." ucap Syakira ingin menyuapkan sesendok makanan ke mulutnya.
"Jangan jijik." kata Rayden menahan tangan Syakira.
"Apaan jijik, kamu tadi gosok gigi kan? atau jangan-jangan penyakitan ya?" tanya Syakira.
Tapi Rayden menggelengkan kepalanya.
"Gosok gigi kok, dan nggak penyakitan." balas nya menolak tuduhan Syakira.
Kekasihnya itu memang kalau bicara tidak bisa di kontrol.
"Ya udah aku makan aja, ngapain jijik nanti juga kita akan berbagi ciuman, UPS." Syakira menutup bibitnya setelah mengucapakan kata terakhir nya.
Lagi-lagi dia tidak bisa mengontrol bibirnya.
"Aduh ini bibir lemes BANGET minta di cubit." batin Syakira kesal.
__ADS_1
Lain dengan Rayden yang terus melihat gerak gerik Syakira, apapun yang keluar dari bibir itu mungkin selalu vulgar tanpa filter, tapi entah kenapa dia suka Syakira yang seperti itu.
"Jadi mau di cium? mau berbagi bibir nih?" Rayden menaikan sebelah alisnya ke atas.
Glekk..
Syakira menelan makanan nya kasar, lalu menyuapkan makanan nya lagi ke mulut nya.
"Nggak, udah ahk kita harus meeting! nggak baik bikin orang nunggu lama." balas Syakira mengalihkan topik pembicaraan.
Rayden menghembuskan nafasnya pelan, lalu berdiri mengikuti Syakira yang sedang membereskan makanan nya.
"Biarkan saja, nanti akan ada OB yang membereskan." kata Rayden.
Syakira menggelengkan kepalanya.
"Nggak apa, hanya buang sampah ke tong sampah kenapa harus nyuruh, ini kan pekerjaan ringan." Syakira tidak mendengarkan, dan mengerjakan hal yang menurutnya harus di kerjakan.
Rayden yang melihat itu tersenyum, sebelum keluar dari ruangannya untuk meeting di ruangan lain tak lupa Rayden memberikan kecupan di pipi Syakira.
"Aku akan cepat mengambil hati Dad Bastian, dan setelah itu kita akan menikah." kata Rayden berjanji.
"Aku pegang janji mu dan menunggu hari itu tiba." sahut Syakira sambil menepuk pundak Rayden.
"Semangat kerja nya." lanjut Syakira sambil tersenyum.
"Pasti semangat" balas Rayden, lalu pergi meeting karena waktu nya sudah pas.
Setelah Rayden pergi Syakira menghela nafasnya panjang, dia berjalan ke sopa lalu memainkan ponselnya.
Bosan dengan main ponsel Syakira memilih beranjak dari tempat duduknya, Rayden mungkin akan sangat lama di ruangan meeting dan Syakira yang bosan menunggu itu memilih berjalan-jalan d kantor.
Mengikuti kemana kaki membawa nya, Syakira berjalan tanpa tujuan karena bosan, sampai akhirnya kaki nya berhenti tepat di atas gedung.
"Waw, ternyata pemandangan di bawah lebih indah di bandingkan pemandangan di atas ya." gumam Syakira sambil melihat pemandangan di depan mata nya.
Kota metropolitan yang penuh dengan gedung-gedung tinggi, jalanan yang di penuhi kendaraan beroda empat dan dua, dan jangan lupakan rumah-rumah yang terlihat kecil dari atas yang membuat kota semakin terlihat sangat penuh.
"Terlalu penuh ya." suara seorang pria.
Syakira kaget, dia melihat ke sumber suara dan kaget saat melihat seorang pria yang berjalan mendekatinya.
"Siapa sih, so akrab." batin Syakira.
"Nona ingin bunuh diri?" tanya pria itu.
Syakira menggelengkan kepalanya.
"Ngapain? amal aja belum cukup." sahut Syakira santai.
"Saya pikir nona akan melompat." lanjut pria itu lagi.
"Nggak lah, aku masih punya mimpi besar ngapain mati konyol, mana gedung nya tinggi banget terus paling-paling kalau jatuh jadi manusia geprek, dan ujung-ujungnya jadi hantu kepala bocor yang kaki nya pincang" celetuk Syakira dengan wajah santai nya.
__ADS_1
Membuat pria di depan nya terpesona dengan jawaban asal Syakira.
"Aku baru tau kalau di perusahaan ini ada pegawai gadis bule yang menarik seperti ini" Batin pria itu.
Karena merasa sudah cukup lama di tempat itu Syakira memilih pergi, tapi tangan nya tiba-tiba di pegang oleh pria itu membuat Syakira kaget bukan main dan replek memberikan tendangan di kaki pria itu.
"Kenapa kau menendang ku!" pria itu meringis kesakitan.
"Kau tanya kenapa? dasar pria tidak tau malu, memegang tangan wanita sembarangan, tidak sopan!" ketus Syakira.
"Tapi aku hanya ingin berkenalan dengan mu." ucap pria itu lagi.
Syakira tersenyum kecut, dan melirik sinis pria itu.
"Dan aku malas berkenalan dengan orang tidak sopan, lain kali jangan mencoba bertemu dengan ku atau aku akan menendang bagian yang paling berpengaruh, bye!" Syakira pergi setelah mengatakan itu.
"Sombong sekali, apa dia tidak tau siapa aku, awas kau gadis bule!" gumam pria itu sambil mengepalkan tangan nya.
Sedangkan Syakira yang berjalan terburu-buru malah jatuh saat menuruni tangga, dan karena insiden itu kaki nya menjadi terkilir.
"Aduh, sakit lagi." gumam Syakira sambil meringis.
Syakira mencoba berjalan dengan langkah yang sangat lama, menuruni tangga dengan wajah menahan sakit.
Dan sesampainya Syakira di ruangan CEO, dia di hadapkan dengan Rayden yang bersidekap dada di depan nya.
"Kaya anak yang baru pulang dan ketahuan bolos sekolah aja." batin Syakira sambil berjalan dengan langkah yang tertatih-tatih.
"Dari mana saja?" tanya Rayden dingin.
"Dari atas, lihat pemandangan gedung ternyata penuh ya nggak indah." balas Syakira yang bisa-bisa nya masih santai.
"Lalu kaki mu?" tanya Rayden.
"Jatuh di tangga, tadi ada pria aneh di atas." sahut Syakira lagi.
Membuat Rayden membulatkan matanya sempurna, dia mendekati Syakira lalu melihat kaki Syakira yang terkilir itu, Rayden berjongkok dia usap kaki Syakira dengan pelan.
"Kalian tatapan nggak?" tanya Rayden sambil menatap Syakira.
"Nggak, tapi saling liat." balas Syakira terlalu jujur.
"Ganteng siapa sama aku?" tanya Rayden sewot.
Syakira menggaruk kepalanya yang tidak gatal, memang harus ya dia menjawab pertanyaan itu?.
"Sayang." panggil Rayden.
"Kamu, kamu putih mancung rambut nya bagus wangi, badan nya kurus dan juga banyak tulang nya!"
Hah?
🌹
__ADS_1
Lagi khilaf, jadi kebablasan nulis nya🤧😆
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏