
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Seperti yang di janjikan, hari ini Syaka mengajak kedua adik nya untuk quality time di villa pribadi yang ada di pinggir pantai.
dan tentu saja Syakila dan Syakira senang karena sejak kepulangan keduanya belum berpergian kemampuan.
Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang akhirnya mobil yang uncle Hadian supiri itu sampai di halaman villa mewah milik Bos nya.
"Sudah sampai?" tanya Syakira yang ketiduran karena kekenyangan itu.
"Sudah, ayo turun." kata Syaka sambil turun dari mobilnya.
Uncle Hadian menurunkan barang-barang mereka yang di pindahkan ke villa di bantu penjaga villa.
Syakira tidak turun, dia masih duduk di jok melihat kakak sulung nya yang sedang menggendong Syakila.
Dia juga ingin di gendong, tentu saja semuanya harus adil meski Syakira tau Syakila di gendong karena kaki nya sedang sakit.
"Makan dulu aja deh, males jalan nya." ucap nya sambil membuka cemilan yang sengaja dia bawa dari rumah nya itu.
Tentu saja Syakira tidak meninggalkan cemilan nya, kemampuan dia pergi cemilan adalah sebagian dari hidup nya.
Syaka menurunkan Syakila yang tertidur di ranjang, menarik selimut lalu tersenyum.
"Cepat sembuh, nanti kita main di pantai." ucap Syaka sambil mengusap kepala sang adik.
Setelah mengatakan itu Syaka keluar dari kamar yang di tempati Syakila, dia melihat sekeliling nya dan tidak menemukan adik bungsu nya yang membuat Syaka memilih keluar dari Villa.
Dan benar saja saat Syaka keluar dia tidak melihat adik bungsu nya, dan hanya melihat uncle Hadian yang berjalan membawakan barang-barang adik nya.
"Kenapa tidak turun?" Syaka membuka pintu mobilnya.
Dan ekspresi pertama yang dia lihat kan adalah wajah gemas ingin mencubit, bagaimana tidak saat membuka pintu mobil dia melihat Syakira yang asyik makan sambil bermain ponsel.
"Mau di gendong dong." sahut nya santai.
"Manja banget sih." Syaka mencomot cemilan nya.
"Biarin, harus adil dong." sahut Syakira manja.
Wlee tidak perduli apa kata orang tentang nya, yang jelas Syakira selalu ingin di perlakukan seperti princess di rumah nya, untuk urusan dunia luar tentu saja itu hanya dia yang tau, yang jelas Syakira seperti gadis yang memiliki dua sisi pandang yang berbeda.
"Ya sudah ayo." Syaka berjongkok.
"Nggak mau di gendong, mau nya di pangku aja kaya kak Kila." ucap Syakira.
Dan Syaka melakukan nya, dia menuruti keinginan adik nya itu.
__ADS_1
Syaka berjalan dengan Syakira yang ada di pangkuan nya, dan berat badan Syakira yang lebih berat dari Syakila membuat nya sedikit kewalahan.
"Makasih kakak ku yang manis." Syakira tersenyum saat di dudukan di sopa yang pemandangan nya adalah pantai.
"Sama-sama, mau sesuatu?" tanya Syaka.
"Mau kemana lagi emang?" tanya balik Syakira.
"Mau ke kamar mandi." balas Syaka santai.
Yang seketika membuat Syakira manyun, tentu saja dia paham dengan arah pembicaraan kakak nya itu, apalagi kalau bukan hal yang.. iwww nowwww banget!
"Kak Syaka jorok!" Syakira kesal.
"Biarin, beneran nih nggak mau nitip sesuatu? aku bakalan lam loh." lanjut Syaka menggoda adik bungsu nya.
"Kak Syaka!!!" teriak Syakira semakin kesal.
Membuat Syaka tertawa ngakak, lalu pergi begitu saja setelah membuat mood makan adik nya menurun.
"Tuh kan nggak na*su ngemil lagi, emang ya kak Syaka itu nyebelin!" Syakira mengembungkan pipi nya sebal.
Di luar nampak uncle Hadian yang baru selesai memindahkan barang, dia harus kembali lagi ke kantor untuk mengurus urusan pekerjaan nya, Syaka yang liburan bersama kedua adik nya membuat dia harus lembur untuk malam ini.
"Halo."
"Kau di kantor?" tanya Uncle Hadian.
"Tentu saja, memang nya harus di mana lagi, ini kan jam bekerja." jawaban mode serius itu membuat uncle Hadian hanya bisa menggeleng pelan.
"Triplets S ada di pantai, lebih tepat nya mereka sedang quality time di villa bang Babas." ucap uncle Hadian.
"Lalu?" tanya Uncle Dani, tentu nya jawaban itu terasa menyebalkan untuk di dengar uncle Hadian.
Kesal teman nya itu tidak sepaham dengan nya, padahal dia sudah memberikan kode utama, yaitu Triplets S.
"Kau bodoh atau apa?" uncle Hadian kesal.
"Maksud ku kenapa kau mengatakan nya pada ku." uncle Dani kembali menjawab.
"TENTU SAJA KARENA AKU INGIN ALEX CEPAT SADAR! CEPAT KATAKAN PADA NYA UNTUK MENYUSUL KE PANTAI, KAU PAHAM MAKSUD KU BUKAN!" menekan kan suara yang penuh dengan kesal.
"Kau tau rencana ku untuk membuat Alex kembali menata hidup nya?" uncle Dani sedikit kaget.
Yang membuat uncle Hadian yang sedang menyupir itu menghentikan mobil nya di pinggir jalan lalu mengalihkan panggilan nya menjadi panggilan via Vidio call.
"Ya, aku mengetahui kedatangan nya, kenapa dia menjadi duda dan semuanya, kalian benar-benar tega tidak mengajak ku dalam hal ini, seharusnya aku juga ikut membantu." ada nada kecewa saat uncle Hadian mengatakan nya.
Dia berteman dengan ke tiga sahabatnya itu sejak SMP, tentu saja dia ingin tau apa saja yang di lakukan teman-teman nya itu, apalagi setelah menikah mereka sangat sulit memiliki waktu untuk berkumpul, tentunya karena mereka sudah memiliki kehidupan masing-masing.
__ADS_1
"Sudahlah, jika kau tau jangan banyak drama lagi, tugas kita sekarang hanya membuat Alex bahagia dengan cinta baru nya, dan aku harap dia melupakan masa lalu nya." balas Uncle Dani.
"Masa lalu nya? hey dia akan mengingat kembali tentu saja dia akan mengingat nya." kaga uncle Hadian.
"Ya, tapi setidaknya kita memiliki masa depan untuk Alex, dia pantas bahagia seperti kita." balas Uncle Dani lagi.
"Kau berharap Alex bersama anak gadis bang Babas?" tanya Uncle Hadian.
"Entahlah, tapi yang aku tau di cintai itu menyenangkan, kau tau kan kedekatan Syakila dan Alex bagaimana? dan aku rasa mereka cocok." balas Uncle Dani lagi.
"Dan bagaimana dengan bang Babas?" dan saat itulah keduanya sama-sama diam.
Obrolan keduanya harus terhentikan karena kesibukan masing-masing, tapi sebelum itu keduanya sama-sama berharap untuk kebahagiaan bisa datang ke kehidupan sahabatnya itu.
Sedangkan di kamar nya Syaka yang baru keluar dari kamar mandi memilih memainkan ponselnya.
Tiba-tiba ponselnya berdering, membuat Syaka mengangkat nya.
"Halo!"
"Apa kabar."
"Waw? seriusly kau menelpon ku?" Syaka kaget melihat nomer baru, dan tentu saja dia tau siapa pemilik suara itu, teman lama nya mereka sempat menjadi senior dan junior di kampus.
"Ya, aku ingin menemui mu." suara itu nampak santai.
"Kau bisa ke Villa X, villa pribadi ku." jawaban penuh percaya diri, tentunya karena Syaka memiliki sifat narsis di atas rata-rata.
"Aku akan ke sana, kau ingin sesuatu untuk ku bawakan?" tanya pria itu, teman lama nya Syaka.
"Boleh, aku mau kau membawakan cake, adik-adik ku menyukai nya."
"Kau bersama adik mu?"
"Ya, kita sedang quality time, tapi tidak apa kau bisa menculik ku beberapa jam karena adik-adik ku mungkin akan tertidur."
"Baiklah, aku akan kesana sekarang."
"Bye."
Syaka menaruh ponselnya di tepi ranjang setalah panggilan nya terputus.
Dia menatap wajahnya yang ada di cermin, lalu meraba pipi nya yang di bagian dagu nya penuh dengan bulu-bulu kecil halus.
"Aku harus mandi agar ketampanan ku tidak terkalahkan, adik-adik ku harus memuji ketampanan ku, ya aku harus mandi agar terlihat lebih tampan mempesona."
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1