
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Acara sudah selsai, kini hanya tinggal lelah yang di bawa sepasang pengantin baru itu, keduanya memutuskan pulang setelah acara selesai, begitupun dengan keluarga, kerabat dan tamu undangan yang juga sudah pulang.
Alex tak henti-henti nya menciumi tangan gadis yang telah menjadi milik nya seutuhnya itu, masih berasa mimpi karena akhirnya dia menjadi suami dari gadis kecil yang dulunya selalu bermain bersamanya.
"Ekhem, kau terus mengumbar kemesraan Lex, membuat jiwa muda ku meronta." Uncle Hadian mengeluarkan suara nya.
"Diamlah, kau tidak melihat Istri kecil ku sedang tidur." sahut Alex dingin.
Masih kesal saat malam kemarin dia mendapatkan gangguan di malam pertama nya.
"Biasa pengantin baru, emang bawaan nya sewot gitu." Dani yang menyupir ikut mengeluarkan suara.
Uncle Hadian di suruh Dad Bastian untuk memastikan Syakila aman sampai Apartemen.
dan mau tak mau dia menurut saja, lagi pula dia senang menggoda teman nya.
Begitupun dengan uncle Dani tentu saja dia ikut mengantarkan karena ini memang pekerjaan nya yang seorang asisten dari teman nya.
sedangkan untuk uncle Toni, calon bapak itu sedang menunggu hari-hari spesial nya menanti kelahiran anak pertama nya.
"Kelihatan banget nggak mau di ganggu nya." timpal Uncle Hadian.
Alex tidak menjawab, dia memilih mengusap kepala istrinya. wajah Syakila terlihat lelah bahkan tidurnya pun tidak terlalu nyenyak karena mungkin istrinya kelelahan.
Uncle Dani dan Uncle Hadian yang melihat lembutnya tatapan Alex pada Syakila menebar senyuman nya. mereka ikut bahagia karena akhirnya teman nya mendapatkan kebahagiaan.
Tentunya mereka tau akan kisah hidup Alex seperti apa, dan mereka berharap tidak ada drama pernikahan lagi, mereka ingin melihat teman nya bahagia, dan sumber kebahagiaan Alex ada pada Syakila.
"Lex.." panggil uncle Dani.
"Hemm" menjawab seenaknya.
"Awas anak orang malam pertama jangan di buat takut, nanti kalau nangis bapak nya melotot gimana." uncle Dani mulai melancarkan aksi nya untuk menggoda.
"Apalagi bang Babas kalau marah serem." timpal Uncle Hadian, ikut menimpali.
Uncle Alex tidak menjawab, dia tersenyum dan malah memberikan kecupan di kening sang istri.
Dia dan Syakila bahkan sudah pernah mandi bersama, tepatnya subuh tadi. keduanya mandi bersama karena sama-sama kesiangan.
"Nanti kalau Syakila syok liat si Otong gimana?" uncle Dani masih berniat melanjutkan drama nya.
__ADS_1
"Nggak kebayang, mana udah karatan pasti harus di asah sampai tajam." celetuk uncle Hadian santai.
Dan tentunya ucapan keduanya sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari Alex, pria itu malah asyik memainkan rambut sang istri kecil, bahkan Alex sampai lupa kalau di mobil bukan hanya ada dirinya dan istrinya, tapi ada dua tekan bahlul nya.
"Aku benar-benar tidak sabar, Astaga.. bibir nya.. leher jenjang nya.. tubuhnya semuanya terlihat indah." batin Alex.
Uncle Hadian dan Uncle Dani kembali saling pandang lagi, keduanya ngeri melihat tingkah Alex yang seperti pedofil.
"Benar-benar duda hot." celetuk Uncle Dani.
"Sebentar lagi juga langsung unboxing."' timpal uncle Hadian.
"Apa kalian tidak bisa diam! percepat laju kendaraan nya, kalian pikir kalian saja yang bisa merasakan nya! aku juga akan merasakan nya." tegas Alex.
Yang membuat dua pria matang di depan nya menjadi bungkam, tentunya dengan pikiran yang bingung.
"Apa maksud nya merasakan yang kami rasakan?" batin uncle Hadian.
"Jangan-jangan benar kata Ratna, Alex memang masih perjaka! Astaga kuat banget ternyata si Alex!" batin uncle Dani.
Beberapa menit berlalu..
Setelah sampai di apartemen nya, Alex memilih merebahkan tubuhnya di samping sang istri, Syakila yang terus tertidur membuat nya lebih leluasa untuk melakukan banyak hal.
Seperti yang kini sedang dia lakukan, tubuh yang semula berbaring kini sudah ada di atas tubuh istri nya, wajah mereka sangat dekat dan Alex yang tidak sabaran langsung menciumi wajah Syakila.
"Astaga, dia benar-benar suka tidur." Alex menggelengkan kepalanya saat Syakila tidak memberikan reaksi apa-apa.
Padahal jelas-jelas dia sudah melakukan banyak hal, bahkan pipi gadis itu sudah basah karena di cium nya. Dan jangan lupakan leher Syakila yang kini sudah mulai di tebari tanda-tanda kepemilikan nya.
Cup..
Cup..
Kembali mengecup pipi istrinya, tidak puas sampai di situ saja, kini tangan Alex mulai mengusap perut rata sang istri, membuka kancing kemeja yang di pakai istri sampai kebawah.
Dan terlihat lah perut Syakila, ralat bukan hanya perut tapi juga bagian dada nya pun terlihat juga.
Cup..
"Aku ingin memiliki babby dari mu, sayang." gumam Alex, terus memberikan kecupan di perut Syakila.
Untuk kali ini gadis itu mulai mengeliat, Syakila merasakan geli yang aneh, dan alangkah terkejutnya dia saat membuka mata, melihat punggung suaminya.
Jangan lupakan kepala Alex yang ada di perut nya, membuat Syakila hampir jantungan saking kaget nya.
__ADS_1
"Apa yang Mas Alex lakukan, hiks kenapa aku nggak sadar udah sejauh ini." batin Syakila bertanya-tanya.
"Mas." panggil Syakila pelan.
"Yess, kamu bangun sayang." Alex menatap penuh cinta gadis yang dia cinta itu.
Syakila melihat ke dapan, kemeja nya sudah terbuka dan jangan lupakan dia masih merasakan basah di bagian perut nya.
"Mas lagi apa?" tanya Syakila.
"Lagi mau main, maaf membuat kamu bangun." Alex membenarkan posisinya, dan tangan nya berniat membenarkan kancing kemeja sang istri.
Tapi tangan Alex di tahan oleh Syakila, Syakila malah melepaskan kemeja nya dan membenarkan posisi nya menjadi duduk.
"Ngapain di pakein lagi, udah gini tanggung tau." kata Syakila sambil menatap suaminya penuh cinta.
Keduanya saling bertatapan, lelah yang semula ada kini sudah menghilang menjadi rasa na*su.
dia benar-benar sudah tidak bisa menahan nya lagi, pelan tapi pasti Syakila dan Alex sudah mulai saling bertatapan.
"I love you." bukan Alex tapi Syakila yang pertama mengatakan cinta nya.
Alex tersenyum, dia membelai wajah sang istri dengan lembut.
"I love you too, honey." balas Alex.
Entah siapa yang memulai keduanya sudah saling berciuman, tidak seperti kemarin yang terlalu kaku. malam ini permainan lebih panas dari kemarin, tidak ada darah di bibir karena gigitan tapi yang ada sebuah erengan kecil yang keluar dari Syakila.
Awww !!
"Tahan." kata Alex.
Syakila mengangguk paham.
Alex memberikan ciuman, Syakila bisa dengan jelas merasakan nya, tapi dia tidak mau terlalu ribet. gadis itu membiarkan apa yang menjadi hak suaminya di dapatkan Alex.
"Kenapa tidak menangis?" tanya Alex, aneh.
"Ngapain nangis? aku bahagia bukan sedih." balas Syakila sambil mengigit bibirnya.
Keduanya melepaskan rasa yang selama belasan tahun keduanya tahan di ranjang, cinta menjadi penyatu keduanya untuk memulai kehidupan baru nya.
🌹
Kenapa nggak panas? entahlah haluan setiap part itu ngalir berbeda.
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏