
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Dua Minggu berlalu begitu cepat, setelah kepergian Oma Rosa Syakira memilih pulang di hari ke delapan meninggal nya Oma Rosa, tapi tidak dengan Dad Bastian dan Mom Fallen yang harus menginap beberapa hari lagi di rumah Om Darrel mengingat sekarang kondisi Om Darrel masih terpukul.
Begitupun dengan aunty Tara yang sekarang harus mendapatkan perawatan intensif karena baru saja selesai oprasi usus buntu, keluarga nya saat ini sedang di uji dengan segala kesedihan.
Pun dengan Syaka kembali pulang karena dia memiliki tanggung jawab akan perusahaan sang Daddy, juga menjaga Syakira selama tidak ada Daddy Mommy nya.
"Bete, ke kantor nggak ada Rayden, di rumah juga nggak ada siapa-siapa." Syakira berbicara sendiri.
Rayden hanya menghubungi nya tiga hari sekali, dan kemarin baru saja calon suaminya itu mengabari nya keduanya bahkan Vidio call sampai larut malam.
Calon suaminya itu akan pulang lima hari lagi, dan Syakira yang sudah terbiasa LDR tidak mempermasalahkan nya, dia hanya berharap Rayden pulang dengan selamat tanpa kekurangan satu hal apapun.
"Apa ke rumah kak Kila aja ya." gumam Syakira lagi.
"Tapi kalau kak Kila lagi bikin dedek gimana, yang ada ngamuk kak Kila kalau aku ganggu." Syakira masih sibuk dengan rasa bosan nya.
Mata nya melihat ke arah cermin, penampilan nya siang ini benar-benar sudah perfect hanya saja tidak ada yang mengajak dia main, ataupun sekedar makan.
Tidak ada Mom dan Dad nya membuat Syakira merasa kehilangan, tidak ada lagi sarapan bersama, makan siang bersama dan juga makan malam bersama, dia benar-benar merindukan orang tua nya.
Tring..
Sebuah pesan masuk ke ponselnya, Syakira yang mendengar suara itu langsung mengusap layar ponselnya da melihat siapa yang mengirimi nya pesan.
Feni.
"Siang kak, kakak siang ini sibuk nggak? kalau kakak nggak sibuk Feni mau bilang kalau kakak di undang makan siang di mansion oleh Mami dan Papa."
"Feni?" gumam Syakira.
Syakira dan Feni memang sudah bertukaran nomer ponsel, bukan karena Syakira tau Feni adalah sepupu Rayden, tapi karena Syakira juga ingin tau seperti apa karakter-karakter penguni mansion itu.
Dengan gerakan cepat Syakira langsung mengetik dan mengirimi balasan pesan nya.
"Iya ada kok, aku kesana sekarang ya." balas Syakira cepat.
Dan tidak menunggu waktu lama tiba-tiba Syakira mendapatkan balasan pesan lagi.
Feni.
"Ok kak, makasih ya Momi pasti senang banget kalau kakak bisa hadir."
Syakira.
__ADS_1
"Momi suka apa? aku bawain nanti sekalian." Syakira mencoba basa basi.
Feni.
"Nggak usah kak nanti ngerepotin kak Kira, lagi pula yang Momi harapkan cuman kedatangan kakak."
Syakira tidak membalas nya lagi, dia memilih mengambil tas kecilnya lalu memasukan ponselnya ke tas kecil itu.
"Nggak papa lah nggak pamit dulu, kan bukan main cuman ketemu mertua." gumam Syakira sambil menyemprotkan parfum agar dia semakin percaya diri.
Syakira memutuskan ke mansion Rayden menggunakan mobilnya, dia ingin penampilannya tetap cantik dan rambut nya yang sekarang di buat Curly seperti Kakak nya itu tidak berantakan lagi.
Mobil yang di kendarai Syakira melaju dengan kecepatan sedang, Syakira melihat lurus ke depan dengan di temani lagu kesukaan nya Syakira mengendarai mobilnya dengan penuh semangat.
Beberapa menit berlalu..
Setelah melewati perjalanan nya akhirnya mobil Syakira sampai di halaman mansion mewah calon suaminya.
Ting tong..
Syakira memencet bel..
Dia mengadahkan pandangan nya ke semua arah, Syakira cukup heran melihat sekeliling nya yang terlihat sepi, tapi meski begitu dia tetap berpikiran positif dan tidak memikirkan hal lain.
Ceklek..
Yang tidak lain adalah Pak Darwin, calon Papa mertuanya.
Dan yang mengirimkan pesan pada Syakira bukanlah Feni, melainkan dirinya yang menggunakan ponsel Feni agar rencana nya lancar dan sukses.
"Masuklah." kata Pak Darwin lagi.
Yang membuat Syakira tersadar dari lamunannya, dan memilih mengangguk dan mengikuti langkah pria yang menunjukan jalan pada nya.
"Ini kok sepi, yang lain kemana Pa?" tanya Syakira basa-basi.
"Yang lain pergi." pak Darwin menjawab dengan singkat.
"Gadis cantik yang malang, harus kah aku membuat mu ketakutan sampai menangis dan pipis di celana? seperti yang di lakukan ibu mu dulu yang mempermalukan ku?" batin pak Darwin.
"Oh." Syakira membalas singkat padat dan jelas.
"Jadi pesan itu? apa pria ini yang membuat sandiwara makan siang? kalau iya berarti dia benar-benar ingin melihat siapa aku, haha" batin Syakira.
Syakira penasaran ke mana pria tua itu membawa nya, dia tidak mau bertanya tapi Syakira ingin mengikuti permainan nya.
Kaki keduanya terus melangkah, hingga sampai di ruangan yang sangat sepi, dan Syakira memilih duduk di sopa lain dengan pak Darwin yang kini nampak melihat Syakira dari atas sampai bawah.
__ADS_1
"Kau tidak mau bertanya kenapa di mansion ini sepi?" tanya Pak Darwin dengan alis terangkat sebelah ke atas.
"Ngapain? nggak penting juga." balas Syakira masih terlihat santai.
"Aku sengaja membuat mereka libur di hari ini, dan begitupun dengan istri dan putri tiri ku yang sekarang tengah pergi shoping dan akan pulang nanti malam." Pak Darwin menjeda ucapan nya, dia ingin melihat perubahan wajah Syakira.
Tapi bukan wajah ketakutan yang dia lihat, tapi wajah santai Syakira yang kini malah sibuk membuka toples kaca berisi cemilan.
"Lanjut Om, ehk Pa." Syakira yang berhasil membuka toples langsung memasukan beberapa ke mulut nya, lalu menyimpan toples itu di paha nya.
"Bisa kah kau sopan sedikit? aku ingin bicara dengan mu! tapi kau malah makan? kau tidak di ajari tatakrama ya!" suara pak Darwin mulai meninggi.
Huh..
Syakira menyimpan kembali toples kaca itu di meja, lalu melirik pak Darwin dengan wajah bingung nya.
"Papa mertua nyindir diri sendiri ya?" balas nya dengan wajah yang sangat polos.
"Kau tidak takut pada ku?" suara Pak Darwin semakin naik.
"Ngapain takut? Papa mertua kan bukan Tuhan bahkan setan dan jin pun nggak pantas untuk di takuti." Syakira masih bisa menjawab dengan raut wajah santai nya.
"Kau yakin? aku bisa membuat mu kehilangan segalanya, kau tidak percaya degan ku?" Pak Darwin mendekati Syakira.
Tapi Syakira yang jijik memilih bangkit dan berjalan menjauh.
"Ngeri banget, aku kira cuman di film-film aja yang nanyangin mertua mesum." Syakira bergedik ngeri.
Haha..
Suara tawa tiba-tiba menggelegar di ruangan itu, Syakira yang melihat pak Darwin semakin gila langsung pasang badan, takut pria itu semakin bertindak.
"Aku membenci Mommy mu, dia memutuskan pernikahan hanya karena satu alasan, padahal yang aku lakukan semua itu untuk nya demi kebahagiaan nya, tapi dia? Mommy mu malah tidur dengan Daddy mu hingga terlahir lah kalian anak di haram yang lahir dari hasil perjinahan!" Pak Darwin lagi-lagi menjeda ucapan nya.
Kembali melihat ekspresi Syakira, dan ya ekspresi Syakira kali ini berbeda, gadis itu tidak terlihat santai ataupun baik-baik saja Syakira terlihat kaget.
"Dan sekarang kebencian ku akan aku berikan semuanya pada mu, kau tau aku sangat menginginkan Mommy mu dari dulu bahkan tidak pernah bisa aku dapatkan sekalipun, tapi sekarang? haha aku akan mendapatkan anak nya dan setelah itu aku tidak perduli karena yang aku inginkan hanya pembalasan dendam ku!" lanjut Pak Darwin, pria itu membuka baju nya dan melemparkannya nya ke sembarangan arah.
Syakira masih tidak berekspresi apa-apa, dia kaget karena ternyata masa lalu Mommy Daddy nya sangatlah kelam.
"Apa benar aku adalah anak hasil perjinahan?" perlahan air mata Syakira keluar.
🌹
Dag Dig Dig serr..
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1