Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Reuni mantan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Rayden menceritakan semuanya tanpa ada yang dia tutup-tutupi, dari mulai siapa pak Darwin yang sebenarnya adalah Papa tiri nya, dan ibu Desi yang status nya adalah Tante nya sekaligus ibu tiri nya.


Semuanya mungkin terasa sangat rumit, tapi itulah yang terjadi di kehidupan nya jika Papa tirinya menikahi adik Bunda nya.


"Lalu bagaimana dengan Feni?" tanya Syakira.


"Dia anak dari suami pertama Tante Desi." balas Rayden.


Syakira mangut-mangut mendengar penjelasan itu, ini pertama kalinya dia mendengar cerita serumit itu.


Papa tiri menikahi ibu tiri yang sebenarnya adik bunda nya sendiri?


Syakira pusing memikirkan itu, kepalanya tak sampai berpikir sejauh itu.


Tapi yang bisa dia tangkap adalah Rayden sangat kecewa dengan kehidupan nya, calon suaminya merasa di khianati dan mungkin poin utama nya adalah Rayden tidak menyukai Papa tirinya.


"Aku memiliki keluarga yang buruk, kau masih mau menikah dengan ku?" tanya Rayden menatap Syakira.


"Kenapa aku tidak mau, itu keluarga mu dan urusan ku hanya satu yaitu untuk selalu mencintai mu." balas Syakira sambil tersenyum.


"Tapi bagaimana dengan Dad Bastian? dia terlihat seperti tidak menyukai mereka." tidak mau mengakui pak Darwin dan Bu Desi sebagai keluarga nya.


Rayden tadi juga sempat melihat reaksi keluarga Syakira terutama Mom Fallen yang terlihat tidak menyukai pak Darwin, dan begitupun dengan Dad Bastian yang terlihat lebih dingin dari biasanya.


Syakira memegang tangan Rayden, lalu menatap pria yang juga sedang menatap nya itu.


"Daddy Mommy tidak akan mempermasalahkan nya, aku yakin. tenang saja aku akan merayu mereka untuk tidak terganggu dengan adanya mereka di kehidupan mu." kata Syakira.


"Terimakasih." ucap Rayden senang.


"Sama-sama." balas Syakira sambil tersenyum, keduanya bertatapan lagi, jarak di antaranya sangat dekat bahkan Syakira bisa merasakan tangan Rayden yang kini mengusap tangan nya.


Deg..


Jantung Syakira dan Rayden sama-sama berdetak kencang, tapi saat wajah mereka akan semakin dekat tiba-tiba terdengar suara langkah kaki.


Yang membuat keduanya sama-sama memalingkan wajahnya, kedua nya sama terdiam, membuat Rayden yang melihat itu bingung.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Rayden.


Syakira tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya sambil memegangi perut nya.


"Mati, masa iya deg-degan sampai mau kentut! kalau bau kan malu." batin Syakira melirik Rayden yang terlihat bingung.


"Mau kemana?" tanya Rayden yang melihat Syakira berdiri, dan dia replek menahan tangan nya Syakira.


"Mau ambil sesuatu, bentar ya." Syakira langsung melepaskan tangan Rayden lalu berjalan cepat ke ruangan bersantai yang ada di taman samping.


Dutttttttttttt !!


Syakira kentut.


"Ahk leganya, untung nggak ada yang ngeliat." Syakira mengelus perutnya yang terasa sakit.


Mungkin karena menstruasi di tambah sering makan pedas yang membuat nya menjadi sakit perut.


Dengan wajah santai nya Syakira kembali ke tempat duduknya yang semula, yaitu duduk bersama Rayden lagi, meninggalkan bau di ruangan bersantai yang sangat menyengat.


"Bau apa ini?" tanya Rico sambil menutup hidung nya.


Syaka yang mendengar pertanyaan itu langsung mengendus bau nya, dan saat di rasa bau itu familiar di hidung nya Syaka langsung tersenyum.


Sering bertukar mencium kentut dengan sang adik membuat nya hafal betul bau Syakira, Syakila ataupun kedua orang tuanya.


"Parfum alami di rumah." balas Syaka santai.


Rico mendudukkan bokong nya di bangku kayu panjang itu bersama Syaka, setelah makan Syaka mengajak nya untuk mengobrol di ruangan bersantai.


"Itu si Feni cantik ya." celetuk Syaka.


"Jangan coba-coba, tuan muda sangat menyayangi sepupunya." kata Rico dingin.


"Sepupu? bukan nya adik ya?" tanya Syaka bingung karena yang di perkenalkan tadi adalah keluarga nya Rayden.


Melihat wajah bingung Syaka tidak sama sekali membuat Rico minat menjelaskan, karena menurutnya itu semua bukan urusan nya, lagi pula tuan muda nya akan marah jika dia membicarakan nya di belakang nya.


Apalagi Rayden selalu mudah emosi jika di sangkut pautkan dengan masalah keluarga, kebencian nya itu yang membuat dia selalu tidak suka saat ada yang bertanya akan keluarga nya.


Plakkkk !!

__ADS_1


"Heh! jelasin bukan bengong." kata Syaka setelah menabok pipi Rico.


"Sakit!" kesal Rico.


"Cemen, segitu doang juga." bukan minta maaf malah tidak mau di salahkan.


"Terserah, berlama-lama dengan mu membuat aku tidak waras." Rico bangkit dari tempat duduknya.


Syaka ikut beranjak, dia mengikuti kemanapun Rico berjalan.


"Kenapa kau mengikuti ku!" kesal Rico.


"Kau berhutang penjelasan pada ku." kata Syaka menatap tajam Rico.


"Tanyakan pada calon ipar mu, aku hanya Asisten nya." balas Rico tidak mau kalah.


"Kau tau banyak tentangnya, kau pikir aku akan melepaskan mu begitu saja tidak! cepat jelaskan atau aku akan mengadukan pada Rayden kalau Asisten nya itu juga menyukai calon istri nya." kata Syaka mengancam.


Membuat Rico menghela nafasnya panjang, lalu duduk kembali.


"Aku memang sempat menyukai Syakira, tapi itu awal-awal pertemuan ku, awas saja jika kau mengatakan nya pada tuan muda, bukan aku yang habis tapi kau yang habis di tangan ku!" bukan nya takut Rico malah mengaku, dan balik mengancam Syaka.


Sedangkan di ruang tamu, Mom Fallen dan Dad Bastian merasa jijik dengan tingkah pak Darwin, bagaimana tidak pria itu dari tadi terus mengungkit masa lalu, bahkan tak malu mengakui jika dia adalah mantan kekasih Mom Fallen di masa lalu.


"Wah jadi Papa itu mantan kekasih nya Tante? dunia sempit banget ya." Feni yang tidak tau apa-apa itu tertawa.


Mom Fallen mengeratkan gigi nya kesal, kenapa juga si kampret itu mengatakan semuanya, membuat mood nya hilang saja.


"Haha itu benar, bahkan Tante hampir tertipu dengan Papa mu, untung saja tidak jadi menikah kalau jadi Tante bakalan jadi gadis bodoh tau karena punya suami yang jadi simpanan nya ISTRI MUDA PAPA SENDIRI!" dengan tawa hambar Fallen mengatakan aib pak Darwin.


"Mampus kau kampret! ayo buka aja masa lalu kita aku akan semakin senang membuka kebobrokan mu!" batin Mom Fallen.


Dad Bastian yang mendengar itu tersenyum kecut, lalu dengan sengaja mengusap kepala sang istri dengan lembut, yang lagi-lagi hal itu mengundang wajah cemburu pak Darwin.


"Nggak nyangka juga ya Fall, dulu kita nggak jadi dan sekarang anak-anak kita yang malah jadi menikah, kita jadi besan." pak Darwin masih belum patah semangat untuk mengambil perhatian Mom Fallen.


"Sebenarnya banyak juga pilihan yang mengantri untuk menjadi mantu ku, hanya saja Rayden yang berhasil meluluhkan hati putri bungsu ku. tapi kalau tau besan nya kaya gini seperti nya banyak yang harus di pertimbangkan lagi, iya kan sayang." Dad Bastian melirik sinis pak Darwin.


Membuat ibu Desi yang melihat nya langsung menepuk pelan paha suaminya, mengingatkan jika mereka harus bisa menjaga nama baik keluarga, terutama ancaman Rayden yang tidak main-main.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2