Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Masih bersedih.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Tangisan dari orang-orang terdekat pecah, dan yang paling pecah nya adalah Aunty Tara yang sangat kehilangan sosok ibu mertuanya, begitupun dengan Om Darrel yang kini juga masih belum keluar kamar setelah pemakaman tadi siang.


Oma Rosa pergi untuk selamanya menyusul Oma Dena kepangkuan ilahi, meninggalkan anak cucu yang merasa kehilangan atas kepergian nya.


"Kak Kila, kok pulang?" Syakira mendekati kakak nya.


Keduanya berpelukan untuk beberapa saat, melepas rindu karena selama Syakila menikah Syakira memang sangat jarang bertemu dengan sang kakak.


Sekaligus saling menguatkan karena kepergian Oma Rosa yang sangat membekas di hati kedua adik kakak itu, apalagi sejak kecil kedua Oma nya itu selalu ada di samping mereka, menemani masa kecil keduanya.


"Kakak nggak bisa kalau nggak liat Oma, tapi Oma sudah di makamkan." Syakila terlihat lebih pucat wajahnya.


Dan jangan lupakan matanya yang sembab bisa di baca kalau kakak nya itu menangis sepanjang perjalanan nya.


"Oma Rosa sudah tenang sama Oma Dena, kak Kila udah ketemu Mommy?" lanjut Syakira bertanya.


"Belum, kakak baru habis ziarah ke makam Oma sama Mas Alex" balas Syakila.


Sebenarnya Syakira agak geli mendengar uncle nya di panggil Mas, hanya saja dia juga harus tau situasi tidak mungkin membuat mood kakak nya semakin turun hanya karena penyebutan nama suami.


Lagi pula uncle Alex memang adalah suami kakak nya, dan seharusnya Syakira bisa mengganti panggilan nya pada uncle Alex dengan sebutan Mas juga, kakak atau Abang.


"Ya udah kakak temui Mommy sama aunty aja, Dad lagi di kamar Om Darrel." jelas Syakira.


Syakila mengangguk, lalu menggandeng tangan Alex masuk ke rumah Om Darrel, dan kini tinggal Syakira seorang.


Tadi ketiga uncle nya juga datang ke pemakaman Oma Rosa, hanya saja mereka pulang kembali karena mereka juga sudah punya tanggung jawab masing-masing ke keluarga mereka.


"Kak Syaka!" panggil Syakira.


Membuat sosok yang di panggil menghentikan langkah nya.


"Kenapa?" tanya Syaka.


"Mau kemana?" tanya balik Syakira.


"Beli es krim kasihan si adek nangis terus." balas Syaka lagi.


Syakira yang mendengar kata es krim langsung berjalan mendekati kakak nya, dan melirik ke tiga sepupu lucu nya yang terlihat sedih itu.


Ya, bukan hanya Syakira dan kakak-kakak nya saja yang sedih atas kepergian Oma Rosa, anak-anak aunty Tara dan Om Darrel pun sama sedihnya seperti Syakira dan yang lain nya.


"Aku ikut ya kak, mau es krim juga." kata Syakira.

__ADS_1


"Boleh, gendong Cantika, biar aku gendong si Abang Devan, dan kakak Dafin jalan ya." kata Syaka pada ke tiga sepupunya.


Dan Syakira melakukan nya, dia menggendong gadis kecil di depan nya itu, padahal baru tiga tahun tapi gadis kecil ini sudah menjadi kakak, dan begitupun dengan Abang Dafin yang baru berusia lima tahun jalan yang sudah punya dua adik.


Ke lima nya pergi menggunakan mobil Om Darrel tentunya di kendarai oleh Syaka, sedangkan Syakira yang duduk di jok belakang bersama Devan dan Cantika.


"Cantika boleh emang makan es krim sama Mami?" tanya Syakira.


"Boleh Ndak." balas Cantika dengan suara cadel nya.


"Nanti cakit gigi, tapi bisa gocok gigi." Dafin ikut menimpali.


Syakira mengusap kepala kedua sepupunya itu dengan gemas, Cantika yang lucu mengingatkan nya pada masa kecilnya, begitupun dengan Dafin yang ceria tapi untuk Devan? sepupu nya yang sudah berusia 13 tahun itu terlihat cuek bahkan dari tadi Devan hanya diam tidak bersuara sedikit pun.


"Kira Rayden ke luar negri ya?" tanya Syaka.


"Iya, kak Syaka tau dari mana?" tanya balik Syakira.


"Tadi dia nelpon, nyuruh kakak jagain kamu." balas Syaka lagi.


Syakira tidak berniat menjawab lagi, entah kenapa Syakira tidak ingin membahas nya bukan karena dia cuek, tapi kepergian Rayden ke luar negri yang mendadak itu membuat Syakira merasa kehilangan.


"Bahkan ini belum kunjung satu hari, tapi kenapa aku jadi cengeng gini sih. rinduuuuuu" Syakira menghela nafas nya berat.


Tidak bisa bohong, dia benar-benar sudah jatuh sejatuh-jatuhnya ke dalam pesona Rayden, pria yang semula terlihat menyebalkan tapi ternyata di balik semua itu Rayden adalah pria yang penuh kejutan.


"Tadi hampir aja aku dan Rayden melakukan nya, astaga otak ku ini kenapa sih jadi gila kaya gini! nggak bener nih harus cepet-cepet nikah biar nggak banyak dosa, tapi kalau jujur sama Daddy udah ciuman yang hot kaya gitu Daddy marah nggak ya.." Syakira hanyut ke dalam pikiran nya sendiri.


Sedangkan di tempat lain, di rumah Syakila dan Alex baru masuk ke kamar nya setelah saling menguatkan bersama Mommy dan Aunty nya, Syakila dan anak-anak Dad Bastian semuanya memiliki kamar masing-masing di rumah mewah Om Darrrel.


"Nggak nyangka aku kehilangan Oma berturut-turut, rasanya sedih banget Mas." Syakila yang duduk di pinggir ranjang masih sedih dan tidak menyangka dengan kepergian Oma nya yang mendadak.


"Itu sudah takdir sayang, Oma Rosa pasti sudah bahagia dan tenang di alam sana, lebih baik kita doakan semoga Oma Rosa di berikan tempat yang terbaik oleh Alloh." ucap Alex bijak.


Syakila mengangguki ucapan suaminya, lalu menepuk pinggir ranjang sebelah nya yang kosong.


"Sini Mas." pinta Syakila.


Alex yang duduk di sopa pun berjalan mendekati sang istri, dan duduk di pinggir ranjang dekat sang istri.


"Maaf ya aku gagalin acara honeymoon kita." Syakila tidak enak hati karena kesedihan nya membuat acara honeymoon nya terganggu, padahal keduanya baru saja bebarapa hari quality time.


Alex menggelengkan kepalanya, dia menarik pinggang sang istri keperluannya lalu mengusap kepala sang istri dengan penuh kelembutan.


"Tidak apa, honeymoon nya bisa di lanjutkan kapan saja. Oma Rosa bukan hanya Oma mu tapi aku juga punya banyak kenangan bersama nya, Oma Rosa sudah seperti ibu ku dan sama seperti kamu sayang, aku juga memiliki kesedihan seperti mu, kehilangan wanita hebat seperti Oma Rosa dan Oma Dena." ucap Alex masih dengan lembut mengusap kepala sang istri.


Tentunya bukan cerita lagi kalau masa muda Alex di penuhi dengan kenangan bersama teman-teman nya dan juga kedua wanita yang kini sudah tenang di alam surga itu.

__ADS_1


"Nanti kalau pulang ke kota A kita juga harus jiarah ke makam Oma Dena ya, aku rindu Oma." balas Syakila lagi, dan dengan cepat di angguki oleh Alex.


Tok..tok..


"Kak."


"Iya." Syakila melirik suaminya, dan Alex menjawab nya dengan anggukan kepala.


Syakila berjalan ke arah pintu dan memutar klop pintu.


"Mommy? ada apa Mom?" tanya Syakila.


"Itu ada Vira, tolong temenin Vira ya, Mom mau kelonin adek bayi dulu kasian Aunty Tara sakit." kata Mom Fallen.


"Iya Mom, aku ajak Mas Alex dulu ya." sahut Syakila.


"Ya udah, Mom juga udah suruh bibi buat minuman, tolong temenin dulu ya kak." lanjut Mom Fallen lagi dan hanya mendapatkan anggukan kepala Syakila.


Setelah Mom Fallen pergi Syakila berjalan mendekati suaminya.


"Mom bilang di ruang tamu ada Vira, mau temenin nggak?" tanya Syakila.


"Vira? anaknya Kak Arr sama Bang Lian?" tanya balik Alex.


Dan Syakila mengangguk yang membuat Alex langsung berdiri dan menggandeng tangan sang istri.


"Kok tumben gandengan tangan." Syakila kaget dengan apa yang di lakukan suaminya.


Alex melirik Istrinya, lalu sedikit mengacak rambut sang istri agar berantakan.


"Vira adiknya Willy, sudah pasti Pria itu akan ikut dan aku nggak mau dia kembali jatuh cinta sama kamu, kamu hanya milik aku." kata Alex sambil mengusap bibir istrinya, lebih tepatnya menghapus lipstik sang istri agar penampilan nya tidak membuat Willy kembali jatuh cinta.


Jujur saja dia cemburu, apalagi Willy adalah pria muda yang juga memiliki perusahaan yang lebih besar dari perusahaan nya, sedangkan dirinya? usia nya bahkan sudah hampir kepala empat yang membuat dia sedikit takut.


Syakila yang di perlakukan seperti itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Cup..


Syakila mengecup singkat bibir suaminya, lalu memegang tangan Alex.


"Aku nggak akan pernah mau sama dia, apalagi udah tau rasanya sama yang tua." balas Syakila.


"Tapi dia tampan sayang."


"Nggak, di mata aku cuman kamu yang tampan dan yang lain nya jelek, udah ya kita temui Vira, dan setelah itu kita mandi bersama, kangen di mandiin." ucap Syakila manja, lalu menarik tangan suaminya agar mau mengikuti nya.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2