
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Karena macet Syaka dan Syakira pun akhirnya pulang kemalaman, dan saat mereka sampai Cantika dan Dafin pun sudah tidur, hanya Devan saja yang belum tidur.
"Devan bawain belanjaan nya ya, biar Dafin sama Cantika kak Syaka dan kak Kira yang gendong." kata Syaka.
Devan hanya mengangguk, seperti biasnya anak laki-laki yang sudah beranjak menjadi remaja itu sangat pelit bicara.
"Nggak mirip aunty Tara ya kak." kata Syakira.
"Iya, nggak mirip om Darrel juga." timpal Syaka membenarkan.
Devan terlalu dingin dan kaku, padahal di usianya yang baru tiga belas tahun itu seharusnya anak laki-laki yang beranjak menjadi remaja itu harusnya sudah pandai berinteraksi dengan lingkungan nya.
"Kak Syaka dan kak Kira di suruh masuk." kata Dafin yang kini membuka pintu mobil lagi.
"Ada siapa aja di dalam?" tanya Syakira.
Tapi lagi-lagi Devan cuek dan langsung pergi begitu saja, membuat Syakira dan Syaka lagi-lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Lalu menggendong Cantika dan Dafin, keduanya berjalan dengan masing-masing menggendong adik-adik nya.
"Wah banyak tamu ternyata." Syakira yang berjalan dengan Cantika di gendongan nya tersenyum ramah pada orang-orang yang duduk di ruang tamu.
"Bang Willy ganteng juga, ehk astaga apa yang aku pikirkan.. astaga Syakira kamu bilang apaan sih! ingat Rayden pria seksi itu sudah mencium mu dan kamu mencintainya jangan memandang pria lain, Rayden pemilik hati dan segalanya yang ada pada dirimu!" batin Syakira sambil memalingkan wajahnya ke samping.
Sama hal nya dengan Syakira, Willy juga melihat ke arah Syakira, tapi saat dia melihat jari manis Syakira seketika perasaan kecewa nya kembali menyerang, dia benar-benar telah kehilangan kesempatan mendapatkan Syakira.
"Kamu habis dari mana aja, kok lama banget keluarnya?" tanya Syakila aneh melihat wajah Adik nya itu.
"Biasa, kita habis hibur anak-anak biar nggak sedih." Syaka menjawab dengan mata yang melihat ke arah Ayuna.
"Apa aku masih tampan dan seksi? astaga kenapa tidak ada yang memberitahu ku kalau Ayuna datang! hiss aku belum mandi!" batin Syaka tidak percaya diri dengan penampilannya.
Gadis cantik itu duduk sambil memainkan ponselnya tentunya tanpa melihat ke arah Syaka yang menatapnya dalam, lain dengan Vira yang terus melihat gelagat Syaka karena dia menyukai Syaka.
"Kak Syaka seksi bangettttt sih." batin Vira.
"Kak Syaka ayo." Syakira berjalan begitu saja melewati semua orang.
__ADS_1
Syaka mengikuti kemana Syakira pergi, keduanya memindahkan Dafin dan Cantika ke tempat tidur nya agar tidur nya semakin nyaman.
"Kak aku mau tidur ya, cape." kata Syakira sambil pura-pura menguap.
Ada hati yang harus dia jaga, melihat penampilan Willy yang sekarang membuat Syakira hampir khilaf dan melupakan cincin yang ada di jari manis nya itu.
Tidak! sekali lagi Syakira hanya milik Rayden dan itu akan selamanya, Syakira tidak boleh mencintai pria lain selain Rayden, hanya Rayden dan tetap Rayden.
Syaka mengangguk, lalu mengusap pelan kepala Syakira.
"Tidurlah, jangan lupa cuci kaki, gosok gigi dan ganti baju." kata Syaka mengingatkan.
Dan Syakira hanya menganggukkan kepalanya, lalu pergi meninggalkan Syaka seorang diri, Syaka yang tinggal sendirian mengambil ponsel yang ada di saku celana nya, lalu melihat wajahnya di layar ponselnya.
"Untung masih tampan, kalau tidak pasti Ayuna ilfil dengan ku." gumam Syaka sambil membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.
Dengan wajah percaya dirinya Syaka berjalan ke arah ruang tamu, tapi di saat bersamaan juga dia berpapasan dengan Syakila dan Alex.
"Loh kok bubaran, yang lain mana?" tanya Syaka.
"Willy dan Vira katanya mau pulang, tadi cuman nganterin makanan sama hadiah buat anak-anak Aunty Tara." jelas Syakila.
"Oh, dan Ayuna?" tanya Syaka lagi.
"Udah ahk ngantuk, bye kak Syaka." Syakila mengandeng tangan Alex, lalu berjalan begitu saja melewati Syaka tanpa memperdulikan perasaan kakak nya.
Syaka melihat punggung adiknya yang menjauh itu dengan wajah sebal nya, setelah menikah adik nya yang satu itu selalu mengumbar kemesraan pada nya.
"Nggak bisa harus nikah cepat biar bisa enak-enak kaya Kila dan uncle Alex." gumam Syaka sambil menggelengkan kepalanya.
Dengan langkah yang besar Syaka berjalan ke luar pintu, dan dia mengerutkan kening nya tidak melihat Ayuna ataupun Willy dan Vira.
"Kemana mereka." gumam Syaka sambil melihat ke sana sini, sampai akhirnya mata nya menangkap gadis yang sedang duduk di bangku taman depan.
Syaka berjalan pelan-pelan agar Ayuna tidak menyadari kedatangan nya, tapi dia salah besar karena sebelum Syaka sampai di bangku taman Ayuna sudah berbalik dan menatap nya dengan wajah dingin.
"Heran kamu nggak punya kerjaan ya ganggu orang terus." sinis Ayuna dengan wajah kesal nya.
"Kamu benar Yuna, semua pekerjaan ku tidak penting di bandingkan dirimu." jawab Syaka gombal.
Asyikk!
__ADS_1
Raja gombal sudah mulai hidup nih guys 😆
"Apaan sih, nggak jelas tau nggak!" sinis Ayuna, lalu tumbuhnya berbalik dan berniat berjalan ke arah mobil nya.
Tapi baru dua langkah tangan nya tiba-tiba di tahan Syaka, dan bukan hanya itu saja Syaka juga melingkarkan tangannya di pinggang nya, membuat Ayuna membalikan tubuhnya ke arah Syaka dan melotot.
"Lepas nggak!" kesal Ayuna.
"Kalau nggak mau?" tanya Syaka.
"Aku serius Syaka! lepaskan atau aku akan berteriak dan Om Darrel akan memukul mu!" ancam Ayuna.
"Teriak lah, aku tidak takut." Syaka malah mempererat pelukannya membuat Ayuna yang ada di dekapan Syaka menjadi tidak nyaman.
"Syaka aku serius!" Ayuna menaikan satu oktaf suaranya.
"Biarkan seperti ini untuk beberapa menit saja Yuna, aku merindukan mu.. Yuna." kata Syaka di telinga Ayuna.
Alih-alih membuat Ayuna senang, sikap Syaka malah semakin membuat gadis itu tidak nyaman dan langsung menginjak kaki Syaka dengan keras.
Awwww !!
"Rasakan itu! sudah aku bilang lepaskan ya lepaskan, dasar pengganggu." sinis Ayuna sambil berjalan cepat masuk ke rumah Om dan Aunty nya.
Berlama-lama dengan Syaka yang mesum membuat Ayuna gila, Syaka adalah pria gila pertama yang dia kenal, sekaligus pria yang mencuri ciuman pertamanya di saat Ayuna masih berusia 15 tahun.
Mematahkan hati nya di saat dia sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya, mengajak nya berciuman dan mengajarkan nya cara berciuman yang panas, tidak! Ayuna tidak mau menjadi nakal lagi, dia tidak ingin kehilangan masa depan seperti yang di ceritakan kedua orang tuanya.
"Dasar mesum! brengsek! mantan gila demi apapun aku membencinya!" batin Ayuna bersungut-sungut kesal.
Meninggalkan Syaka yang terdiam di bangku taman sendirian, dia heran kenapa Ayuna tidak mau di dekati padahal dia sudah menjadi pria yang lebih baik, tidak nakal seperti waktu itu.
"Ayuna mungkin masih marah karena dulu aku memutuskan nya untuk fokus belajar." gumam Syaka.
"Atau jangan-jangan sudah ada pria lain di hati nya? siapa?" Syaka berbicara sendirian.
Syaka mengacak rambutnya kesal, dia melihat telapak tangan nya yang tadi menyentuh perut rata Ayuna dan bagian dada Ayuna yang lembut seperti squisy.
"Tidak boleh ada yang memiliki Ayuna, aku pemilik ciuman pertama nya dan Ayuna hanya milik ku."
🌹
__ADS_1
Jadi Syaka nggak sepolos yang di pikirkan ya🤣 entahlah emang turunan bang Babas 😆
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏