
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Syaka membanting setir nya saat mendapatkan kabar dari Aunty Tara, Ayuna kembalikan mengganti nomer ponselnya.
Dan itu tentu bukan Ayuna melakukan nya, melainkan Papa Gibran yang marah besar karena Ayuna berbohong pulang yang tidak sesuai dengan janji.
Apa yang Ayuna lakukan bersama Syaka di malam itu ternyata sudah sampai di telinga Papa Gibran, dan kemarin Papa Gibran mengetahui semuanya di ponsel Ayuna akan hubungan asmara Ayuna dan Syaka yang sudah jauh bahkan s tidur satu ranjang.
"Om Gibran kaya nggak pernah muda aja Aunty," kesal Syaka.
"Iya Abang, Aunty paham tapi kak Hana juga nggak bisa nolak apa yang kak Gibran inginkan. Om Gibran keras Syaka Aunty harap kamu bisa bersabar lagi"
"Aunty aku ingin melamar Ayuna"
"No, jangan sekarang kamu tau Kak Gibran sekarang sedang marah besar. Kak Hana sedang menenangkan nya"
Hufh..
Syaka memutuskan panggilan nya sepihak, dia meninju pelan setir nya lalu mengusap wajah nya dengan kasar.
"Om Gibran benar-benar kelewatan!" kesal Syaka lagi.
Syaka kembali melajukan mobilnya, dia melajukan mobilnya ke arah rumah Papa Gibran.
Sepanjang perjalanan hanya terlihat wajah kesal Syaka, dia benar-benar sudah tidak bisa diam dengan sikap seenaknya Papa Gibran.
Ya Syaka tau kalau Papa Gibran adalah Papa Ayuna, tapi apa harus seorang Ayah mengekang anak nya dan melakukan semua yang dia inginkan tanpa tahu itu bagus untuk anak nya atau tidak.
Ting tong..
Bel berbunyi beberapa kali.
Ceklek..
Pintu terbuka, dan yang membuka nya adalah Mama Hana.
"Tante"
__ADS_1
"Bang Syaka kenapa ke sini?"
"Sayang sial_" ucap Papa Gibran terhenti, dia melotot melihat kedatangan Syaka.
"Om aku ma_" baru juga Syaka akan mengeluarkan suara Papa Gibran sudah memberikan tinjuan di pipi Syaka.
Brugkkk !!
"Sayang!" teriak Mama Hana kaget.
"Bajingan kau!" kesal Papa Gibran.
Brugkkk !!
Pukulan kembali Syaka dapatkan sampai membuat sudut bibir Syaka menjadi berdarah.
Syaka tidak melawan atau pun menghindar, dia menerima setiap pukulan yang di berikan Papa Gibran karena Syaka tidak mau memberikan kesan buruk di mata calon mertua nya itu.
Dia tau Papa Gibran sedang emosi, dia juga akan melakukan hal yang sama jika tahu adik-adik nya berada di dalam satu ruangan dengan seorang pria.
"Kau telah keterlaluan! aku tidak akan memaafkan mu bajingan!" teriak Papa Gibran lagi.
"Sayang kendalikan emosi mu, Syaka dan Ayuna saling mencintai" kata Mama Hana.
Dan bukan hanya itu saja di ponsel Ayuna juga tersimpan data yang sudah di hapus yang berisi pesan vulgar antara Syaka dan Ayuna.
"Dia bajingan sayang" Papa Gibran terlihat marah besar.
"Sabar" Mama Hana mengusap tangan suaminya.
Syaka yang dari tadi diam di suruh masuk, Mama Hana tidak mau ada orang yang mendengar pertengkaran nya.
"Apa pembelaan mu?" tanya Papa Gibran yang sudah sedikit mereda emosi nya.
"Tidak ada, aku memang seperti itu" balas Syaka tidak berani menatap mata kekecewaan di wajah Mama Hana ataupun Papa Gibran.
"Aku memang buruk untuk menjadi seorang pria, aku terlalu terobsesi dengan gadis Om dan Tante, maafkan aku" lanjut Syaka.
"Kau pikir minta maaf mu akan mengubah sesuatu? tidak! kau telah menodai putriku!" teriak Papa Gibran.
Ehk..
__ADS_1
Syaka kaget dengan apa yang di ucapkan calon mertuanya, menodai? jelas dia tidak pernah melakukan nya.
Syaka memang menginginkan Ayuna, tapi dia tidak sejahat itu sampai membuat Ayuna bersetubuh dengan nya tanpa ikatan yang halal, dia tidak segila itu.
Tapi.. Syaka memilih diam, dia ingin tau apa yang akan Papa Gibran katakan lagi.
"Sudah aku duga kau hanya bajingan" ketus Papa Gibran lagi.
"Om mau apa? Om mau aku menikahi Ayuna? aku akan melakukan nya agar Om percaya kalau aku memang bersungguh-sungguh mencintai Ayuna" kata Syaka dengan lantang.
Tidak apa di tuduh menodai, jika dengan cara itu aku bisa dengan cepat memiliki Yuna.
"Ya aku memang berniat untuk menikahkan kalian, tapi itu nanti bukan sekarang" sahut Papa Gibran lagi.
"Kapan?" tanya Syaka dengan wajah penasaran nya.
"Satu tahun setengah lagi, Ayuna akan lulus S1"
Apa!
Itu sangat lama.
Syaka terdiam, sampai akhirnya bibir nya kembali bersuara, dan Syaka mengeluarkan ide cemerlang nya.
"Tapi Om aku dan Ayuna sering melakukannya, kita bahkan selalu di dalam jarang di luar, bagaimana kalau Ayuna ham__" ucap Syaka terhenti.
Brugkkk !!
Brugkkk !!
Sekali lagi Syaka mendapatkan pukulan lagi, dan itu membuat wajah Syaka bonyok.
"Sayang" Mama Hana kaget.
"Biarkan saja sayang, kita memang harus mewarah calon mantu kita"
Calon mantu!
Tidak apa mendapatkan pukulan, setidaknya aku mendapatkan restu.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏