
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Tatapan penuh cinta terlihat jelas di mata keduanya, sore ini Syaka dan Ayuna benar-benar melakukan nya, keduanya melepaskan status perjaka dan perawaan nya dengan saling berbagi lelah.
Desahaaann masih terdengar jelas di ruangan ber-AC itu, permainan panas nya masih belum selesai, seolah masih belum puas keduanya masih sama-sama saling menginginkan.
"Baby aku uh.." ucap Ayuna terhenti.
"Hem, bersama sayang" kata Syaka sambil menahan pinggang istrinya dan membiarkan semua nya masuk ke rahim istrinya.
Ayuna memejamkan matanya saat dia merasakan rasa itu untuk yang pertama kalinya, dia mencium beberapa kali dada suaminya sampai akhirnya Syaka tumbang dan mencium bibir nya sebagai akhir.
Huh..
Deru nafas keduanya bersahutan, Syaka merebahkan tubuhnya di samping Ayuna lalu menarik pinggang Ayuna agar mendekat ke tubuh nya.
"Bagaimana?" tanya Syaka sambil tersenyum.
"Bagiamana apa nya?" tanya Ayuna sambil mencium leher suaminya.
"Hem, yang tadi kamu suka baby?" tanya Syaka lagi
Blush..
Pipi Ayuna memerah bak kepiting rebus, Ayuna tersenyum dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.
"Baby!" panggil Syaka.
"Hem, jangan tanyakan hal itu lagi, mana ada tidak suka aku bahkan menyukai nya" Ayuna menyahut agak sewot.
Dan Syaka tergelak kecil mendengar nya, dia benar-benar menyayangi Ayuna.
Cup..
Syaka mengecup kening Ayuna, lalu tangan nya mengelus bagian belakang yang sangat padat itu.
"Nanti akan ku buat Boko*g kamu montok" kata Syaka santai.
Ayuna menanggapinya dengan tawa kecil nya tubuh nya memang sangat mungil, bahkan tinggi Ayuna hanya sampai dada suaminya.
"Kamu kok ketawa emang ada yang lucu?" Syaka mencubit gemas pipi sang istri.
__ADS_1
Dan lagi-lagi membuat Ayuna tergelak tawa.
"Haha, kamu lucu abisnya pikiran nya Omes terus" kata Ayuna sambil tertawa.
"Nggak papa dong, kan yang di mesummin juga suka" sahut Syaka sambil tersenyum.
"Mana ada" Ayuna mengelak tidak mau mengakui.
"Yakin nggak? tapi tangan kamu itu lagi pegang apa coba" Syaka menaikan sebelah alisnya ke atas.
Yang membuat Ayuna tertawa, dia langsung melepaskan apa yang di pegang oleh tangan nya.
"Dia nakal aku nggak" Ayuna menjawab santai.
"Ya ya.. dia nakal dan membuat burung ku ingin kembali terbang, jadi Baby kau harus bertanggung jawab dengan kenakalan tangan mu" kata Syaka sambil menarik tubuh istrinya ke atas nya.
Dan Ayuna kini menjadi berbaring di atas tubuh suaminya, dia menatap suaminya dengan wajah nakal nya.
"Jadi aku yang di atas?" tanya Ayuna dengan alis terangkat sebelah ke atas.
"Hem, kamu nakal aku rasa kamu bisa lebih hot dari ku" kata Syaka sambil membenarkan posisi nya, dan Ayuna menjadi duduk di atas perut Syaka.
Keduanya bertatapan beberapa saat, sampai akhirnya Ayuna merasakan ada yang menusuk dia langsung menggigit bibir bawahnya menahan desahaaan kecil nya.
Uh..
"Lebih cepat!"
"No, ini lebih nyaman"
"Baby!"
Haha.. Ayuna tertawa sambil menggigit bibir bawahnya menahan desahaaan nya.
"Aku yang di atas baby" kata Syaka tidak tahan.
"No, biarkan aku yang bermain khusus untuk ronde kedua ini biarkan aku yang main" kata Ayuna masih bisa bicara di sela permainan nya.
Uh..
"Baby, no aku yang di atas" Syaka prustasi.
"Noooo"
__ADS_1
"Baby!" erang Syaka tidak tahan.
"Haha, okey" Ayuna mengalah dan kini posisi Syaka menjadi di atas nya.
Syaka mencium bibir Ayuna, dan menggigit pelan leheeer sang istri hingga membuat beberapa tanda merah.
Keduanya kembali ke ronde kedua nya, tanpa memperdulikan gedoran pintu di luar keduanya malah semakin bermain liar, apalagi Syaka sudah memasang alat peredam suara yang membuat suara dari kamar nya tidak akan terdengar ke luar.
"Kenapa bi?" tanya Mama Hana.
"Nggak di buka nyonya" balas bibi pembantu yang berniat mengantarkan makan sore.
Maka Hana melihat pintu yang masih tertutup dia tersenyum lalu menyuruh bibi pembantu untuk kembali ke dapur.
"Dasar pengantin baru, ngamar terus" kata Mama Hana sambil geleng-geleng kepala.
Jam bahkan masih jam 5 sore tapi Mama Hana yakin jika putri dan menantu nya sedang asyik bermain panas di dalam kamar.
"Sayang"
"Hem.." Mama Hana melirik dan dia melihat suaminya yang naik tangga.
"Lagi apa di sini? mau ngintip ya" tebak Papa Gibran.
"Nggak ngintip, tadi bibi ke sini nganter makanan tapi Syaka sama Ayuna kaya nya lagi sibuk jadi nggak buka pintu" jelas Mama Hana.
Papa Gibran mangut-mangut, lalu dia membawa istrinya ke kamar nya.
"Yuna dan Syaka sibuk kenapa kita nggak ikut sibuk juga?" Papa Gibran mulai nakal.
Mama Hana tertawa mendengar nya, lalu mencubit pelan lengan suaminya.
"Ini hampir magrib jangan sekarang nanti aja udah makan malam" sahut Mama Hana sambil tersenyum.
"Hem baiklah, tapi janji ya" kata Papa Gibran lagi.
Mama Hana mengangguk.
"Iya asal kuat lama aja, kalau sebentar-sebentar males" sahut nya menyebalkan lalu pergi ke kamar mandi, dan Papa Gibran yang melihat itu tentu saja ikut ke kamar mandi.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1