
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Menjelang hari bahagia, Syakira dan Rayden sudah melakukan banyak persiapan sebelum pernikahan, di mulai dari foto prewedding, memesan kebaya pernikahan yang simpel tapi elegan juga gaun cantik untuk resepsi, semuanya sudah di lalui termasuk memilih jas untuk calon mempelai pria.
Tinggal dua hari lagi pesta nya akan di adakan, dan ya sekarang di rumah Syakira sudah penuh dengan keluarga dan kerabat jauh nya.
Dad Bastian benar-benar menyiapkan pernikahan super mewah untuk sang putri bungsu.
Sebenarnya ada sedikit keraguan di hatinya, apalagi setelah mendengar cerita Syakira yang kini sudah tau masa lalu kelam kedua orang tuanya, membuat Dad Bastian khawatir akan otak polos putri nya yang pasti sudah termakan ucapan gila Pak Darwin.
Untuk Pak Darwin sendiri pria itu sekarang sudah mendapatkan hukuman nya sendiri, Rayden mengirimkan Papa tirinya itu ke tempat yang sangat jauh dari keramaian, lebih tepatnya sebuah pedesaan terpencil yang kebanyakan orang di sana adalah petani dan buruh.
"Sayang kok bangun?" Dad Bastian yang duduk di sopa melihat Syakira yang menuruni tangga.
"Iya habisnya laper dad." balas Syakira sambil menguap.
Seperti biasnya, Syakira selalu membuat siapa pun gemas terhadapnya, termasuk Dad Bastian sekarang yang langsung beranjak berdiri dan berjalan mendekati sang putri.
"Mau Dad masakin?" tawar Dad Bastian.
Syakira yang sedikit mengantuk itu hanya mengangguk kecil, lalu berjalan mengikuti kemana Daddy nya berjalan.
Dad Bastian berhenti saat sampai di dapur, ini masih jam 2 malam dan jelas sudah tidak ada lagi yang berkeliaran di rumah terkecuali para pria matang yang sedang main catur di ruang tamu.
Syakira kembali menguap, dia melihat apa yang di lakukan Daddy nya, yaitu memasak.
senyuman kecil terlihat di sudut bibir nya, Syakira benar-benar sangat menyayangi Daddy nya.
Daddy terbaik, dan Daddy sempurna !
Begitulah seorang Ayah di mata anak-anak nya, apalagi di mata anak perempuan nya seorang Ayah adalah panutan nya, pria hangat yang senantiasa menjaga nya di saat sedih ataupun senang.
"Bentar ya sayang." kata Dad Bastian yang kini sibuk memanaskan rendang daging buatan sang istri.
Mom Fallen sudah menyiapkan beberapa makanan untuk putri kesayangan nya itu, dia menaruh nya di kulkas dan sekarang Dad Bastian hanya memanaskan rendang nya saja.
Syakira berjalan untuk mengambil air dan piring, Dad Bastian mengambilkan nasi dan menyimpan rendang daging itu di atas nasi nya.
"Mau Daddy suapin?" tawar Dad Bastian.
Dan dengan cepat Syakira mengangguk, dia selalu senang saat di perlakukan manis seperti ini, seperti biasanya Syakira merasa spesial saat mendapatkan perhatian khusus dari keluarga nya.
Aaaaaa !!
Syakira menerima suapan itu, lalu mengunyah nya dengan senang, membuat Dad Bastian yang duduk di kursi dekat sang putri itu tersenyum.
Tidak tau masih bisa atau tidak jika putrinya sudah berumah tangga masih manja seperti ini, karena Dad Bastian yakin setelah putrinya keluar dari rumah nya dan mengikuti suaminya pasti sang putri akan jauh lebih dewasa.
__ADS_1
Dan hal itu yang dia takutkan, seperti Syakila yang sekarang bahkan jarang mau mencium nya, jujur saja Dad Bastian masih ingin putri-putri nya bermanja-manja padanya karena hal itu bisa membuat nya merasa menjadi seorang Ayah yang beruntung.
"Enak?" tanya Dad Bastian.
"Enak kan masakan Mommy." jawab Syakira. "Ehk tapi lebih enak makan di suapin Daddy, komplit enak nya." lanjut Syakira yang membuat Dad Bastian tersenyum.
"Nanti kalau udah nikah seminggu sekali ke rumah boleh kan." Syakira kembali berbicara meski dalam mulutnya sekarang itu masih mengunyah makanan.
"Boleh dong, setiap hari juga boleh Mommy dan Daddy pasti senang dan akan menyambut princess Daddy dengan senang." balas Dad Bastian dengan senyuman senang nya.
Syakira terkekeh pelan melihat senyuman bahagia yang terukir di wajah pria yang usianya sudah kepala lima itu.
Uhukk !! uhukk !!
Syakira terbatuk-batuk, membuat Dad Bastian langsung memberikan gelas berisikan air putih yang tadi di ambil Syakira.
"Pelan-pelan keselek kan." Dad Bastian mengambil tisue dan mengusap bibir putrinya menggunakan tisue.
Dad sekali lagi perlakuan manis sang Daddy benar-benar membuat Syakira bahagia, hingga tidak sadar dia menangis.
"Dad, maaf belum bisa jadi anak yang baik untuk Daddy, aku manja dan selalu buat Daddy nangis, maaf." Syakira menunduk dengan air matanya yang tiba-tiba mengalir di pipi nya.
"Sayang, ehk cup jangan nangis, Kira itu adalah anak baik mana ada nakal dan manja, Daddy bangga punya anak kaya kalian, jangan nangis cup." Dad Bastian mengusap air mata Syakira dengan tangan nya, lalu berulang kali mengecup rambut sang putri.
Aaaaaa !!
"Udah habis."
Tanpa sadar suara piring dan sendok yang berlawanan itu menimbulkan suara yang membuat beberapa penghuni rumah menjadi terbangun, termasuk Syakila yang langsung keluar kamar karena kehilangan guling hidup nya.
"Makan kok nggak ngajak sih." Syakila berjalan mendekati meja makan.
"Loh kok bangun?" Syakira melirik kakak nya yang menarik kursi di samping nya.
"Mau makan juga laper, aaaaaa Dad mau di suapin juga." Syakila untuk pertama kalinya ingin bermanja seperti sang adik.
Dan tentu saja sikap manis kedua putri nya di sambut senyuman manis Dad Bastian, yang tentunya dengan semangat menyuapi kedua putri cantik nya.
Syakila yang baru sebulan lebih menikah nampak lebih berisi dari beberapa Minggu sebelumnya, katanya sih dia makan-makanan yang bergizi dengan suaminya, tidak seperti dulu lagi yang makan nya hanya sayuran dan buah saja, bahkan untuk makanan manis juga tidak.
"Kira habis nangis ya?" tebak Syakila yang melihat sudut mata sang adik berair.
"Iya, tadi habis minta maaf sama Daddy." balas Syakira, dan kembali mendapatkan suapan.
"Kenapa? kok nangis." Syakila juga mendapatkan suapan lagi, dan dia melirik adik juga Daddy nya.
Syakira tidak buru-buru menjawab, dia mengambil minum dulu lalu setelah itu baru melirik kakak nya.
"Berasa bersalah aja, aku kan nakal dan manja banget tapi Daddy masih bisa maafin aku." Syakira menjawab dengan santai.
__ADS_1
Tapi menurut Syakila justru adik nya ini terlalu lebay dan polos, nakal dan manja seorang anak itu adalah kewajaran, asalkan nakal yang mana dulu yang di kerjakan..
Atau jangan-jangan?.
Syakila yang baru ngeh itu melirik adiknya, lalu melirik Daddy nya dan hanya di balas anggukan kecil oleh Dad Bastian.
"Oh now! ciuman aja jujur sama Daddy? aku nggak bisa bayangin kalau Kira malam pertama apa bakalan cerita juga pas liat si burung berkutut nya? atau astaga!" Syakila tidak bisa membayangkan nya lebih jauh lagi.
"Udah ahk kenyang Dad." Syakira kembali minum, lalu menuangkan air ke dalam gelas kosong untuk sang kakak.
"Bang Alex dimana kak? tumben nggak gandengan kaya truk biasanya kan pamer kemesraan terus." lanjut Syakira bertanya, dia sudah mengubah panggilan nya menjadi Abang, untuk panggilan Mas itu hanya berlaku untuk Syakila seorang.
Syakila memang ciri-ciri istri posesif.
"Nggak tau, tadi pas bangun tidur Mas Alex udah hilang, nggak tau kemana." balas Syakila, lalu meminum air yang di isi oleh Syakira.
Dad Bastian melihat kedua putrinya bersamaan, mungkin untuk waktu quality time seperti dulu tidak akan bisa terulang, tapi setidaknya dia masih bisa merasakan menjadi seorang Ayah dimana dia bisa menyuapi anak-anak nya, mengusap air mata anaknya di saat menangis dia masih bisa melakukan semua itu.
"Daddy! aku juga mau makan." Syaka tiba-tiba datang dengan suara berisik nya.
"Makan nya juga udah, iya kan Kak Dad." Syakira beranjak berdiri.
"Kok gitu sih, aku kan belum di suapin." Syaka menyuruh Syakira duduk, dan dia pun menarik kursi di dekat Daddy nya.
"Aku harus nyari mas Alex." Syakila berniat berdiri, tapi tangan nya di tahan oleh Syaka.
"Duduk, suami kamu lagi main catur sama Om Darrel dan Om Gibran, sekarang tugas kalian suapin aku sama Daddy, ayo lakukan." perintah Syaka.
Syakila dan Syakira saling berpandangan, keduanya lupa saat makan tadi tidak menanyakan apa Daddy nya mau makan atau tidak.
Aaaaaq !!
Syaka melongo melihat kedua adiknya malah memberikan suapan nya ke arah Daddy nya, tapi tidak dengan nya.
"Kalian ini gimana sih, harusnya ke Daddy satu ke aku satu." Syaka menatap kedua adik nya sebal.
"Nggak mau, mau nyiapin Daddy." sahut Syakira ketus.
"Iya, lagian tadi yang nyuapin kita juga kan Daddy, bukan kak Syaka." timpal Syakila.
"Kamu kalah pesona sama Daddy, gitu aja nggak sadar." cibir Dad Bastian.
Yang membuat Syaka mengembungkan pipi nya semakin sebal, hingga membuat Syakira dan Syakila terkekeh bersamaan dan langsung memberikan suapan nya pada sang adik.
"Untuk kakak tersayang." ucap Syakila dan Syakira kompak.
"Wah makasih adik-adik cantik ku tersayang." dengan senang Syaka menerima suapan itu.
๐น
__ADS_1
Undangan RaySya sudah di kirim ya, jangan lupa buka pintu nya takutnya undangan nya keinjek๐ oh iya untuk hadiah juga menerima ya๐คฃ kali aja ada yang mau nyawer mawar ๐คญ๐
Jangan lupa like coment and Vote ya kak โฅ๏ธ๐ค๐