
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sebelum nya Rayden yang merasa merindukan Syakira di buat resah, entah kenapa perasaan nya mengatakan jika Syakira tidak baik-baik saja sehingga membuat nya memutuskan untuk pulang lebih cepat.
Tapi tidak dengan Rico asisten nya yang sekarang masih mengurus bisnis nya, beruntung semua masalah nya sudah dia selesaikan hanya saja ada beberapa masalah kecil lagi yang harus di kerjakan.
Dan itu menjadi tugas Rico yang sudah Rayden percayakan bisa mengurus semuanya, kerinduan dan kecemasan nya membuat Rayden tidak fokus sehingga Rico mengusulkan untuk sang tuan pulang lebih awal.
"Kok pulang?" Syakira mengulang pertanyaan nya.
Yang membuat Rayden tersadar dari lamunan nya, dan alih-alih menjawab Rayden malah membawa tubuh gadis nya ke gendongan nya.
Syakira yang di gendong memilih melingkarkan tangannya di leher Rayden, tentunya tanpa berani bertanya karena sekarang dia melihat wajah dingin kekasihnya.
"Apa dia akan marah karena aku bersikap tidak sopan? tapi aku kan hanya membela diri bukan maksud mau jahat." batin Syakira bertanya-tanya.
Rayden membawa Syakira yang ada di pelukan nya itu ke lantai atas, kaki itu melangkah cepat dan masuk ke kamar Rayden.
Sesampainya di kamar Syakira di baringkan di ranjang berukuran king size itu, Syakira masih diam karena Rayden tidak mengeluarkan suara nya sedikitpun.
Rayden masih enggan membuka suara, pria itu berjalan ke arah almari dan mengambil pakaian ganti nya dan berjalan ke arah ruangan ganti.
"Oh ganti baju." gumam Syakira yang melihat semua yang di lakukan Rayden.
Syakira bosan, dia ingin membenarkan posisinya menjadi duduk tapi baru saja kaki tubuhnya bergerak di saat itu juga Rayden keluar dari ruangan ganti dengan stelan santai nya.
"Jangan bergerak aku belum mengobati mu." kata Rayden.
Hah?
Syakira melongo? memang nya apa yang harus di obati? begitu pikiran nya.
"Mau ngapain?" Syakira kaget saat kaki nya di pegang oleh Rayden.
Bukan nya menjawab Rayden malah memberikan kode satu hari di bibir agar Syakira tidak banyak bertanya.
Rayden kembali menggendong Syakira ke kamar mandi, dan mendudukkan Syakira di pinggir bathub.
"Aku udah mandi, ngapain di bawa ke sini." Syakira semakin bingung.
Tapi lagi-lagi Rayden malah tidak mendengarkan nya dan langsung menyalakan air di bathub hingga terisi setengahnya.
"Masukkan kaki nya ke bathub, ayo." ucap Rayden, dan Syakira yang tau Rayden sedang marah memilih melakukan apa yang di perintahkan sang kekasih tanpa penolakan.
Rayden masuk ke bathub, dengan santai Rayden mengambil sabun dan langsung menyabuni tangan dan terutama kaki Syakira dengan hati-hati.
"Mana lagi yang pria tua itu sentuh?" pertanyaan itu keluar dari mulut Rayden.
Demi apapun dia tidak akan pernah sudi berbagi dengan siapapun, dan apa yang di lakukan Papa tirinya itu membuat jiwa posesif Rayden kumat.
Dia akan membersihkan kotoran di kaki dan tangan Syakira yang tadi sempat menyentuh beberapa titik tubuh Papa tirinya.
"Nggak ada sih, tangan bekas nampar kaki bekas nendang dan paling pipi tadi hampir kena usapan tangan dia." kata Syakira jujur.
Membuat Rayden yang mendengar nya langsung melotot, dan tanpa banyak bicara kembali menggendong Syakira dan menurunkan Syakira di bawah shower
__ADS_1
"Aku nggak bawa baju tau." kata Syakira kaget dengan air yang membasahi tubuhnya.
"Di lemari banyak." balas Rayden.
"Tapi kita mandi bersama, takut Daddy marah." sahut Syakira lagi.
Dan lagi-lagi Rayden tidak mau mendengarkan penolakan, pria itu langsung membawa tubuh Syakira ke pelukan nya hingga membuat keduanya berpelukan di bawah guyuran shower.
Tubuh Syakira bergetar saat Rayden mengusap punggung nya, Syakira memejamkan mata nya berkali-kali takut ini adalah ilusi yang sebenarnya bukan lah nyata.
Tapi saat mendengar suara itu? Syakira langsung sadar jika ini adalah nyata.
"Aku tidak suka kamu seperti tadi, kaki mu tangan mu semuanya milik ku." kata Rayden di pelukan Syakira.
Astaga!
"Udah dong aku kedinginan." Syakira beralasan.
Padahal dia jelas-jelas sekarang merasa bingung bersikap, tangan Rayden yang menyentuh pinggang nya di tambah Syakira merasakan sesuatu yang tidak membuat nya tidak nyaman membuat Syakira ingin segera menyudahi pelukan di bawah guyuran shower itu.
Rayden melepaskan pelukannya, tangan nya terulur untuk mematikan shower nya lalu melihat Syakira yang menutupi bagian dada nya.
"Sekarang kamu lolos, tapi tidak setalah menikah nanti." Rayden mengusap lembut pipi Syakira.
"Dan aku menunggu hari itu tiba." balas Syakira dengan senyuman manis nya.
Keduanya mengganti pakaian di tempat berbeda, Syakira mengganti di kamar mandi sedangkan Rayden mengganti di ruangan ganti. tapi satu hal yang membuat Syakira kaget bahkan hampir pingsan, di mana di almari yang ada di kamar Rayden banyak menyimpan semua kebutuhan wanita, dari mulai dress cantik celana jeans dan banyak lagi yang lain nya.
"Astaga, bra nya bahkan pas terus ini CD nya juga pas, benar-benar udah di persiapkan ternyata." Syakira menutup bibirnya setalah selesai memakai dalaman.
"Tapi Rayden sweet banget sih, meleleh banget nih hati aku." Syakira mengigit bibirnya pelan.
"Sayang, kenapa belum keluar? kesini aku mau kasih sesuatu." suara Rayden di balik pintu itu membuat Syakira langsung memakai pakaiannya cepat.
Setalah di rasa pakaian nya cocok dan pas di tubuhnya, Syakira berjalan ke arah pintu dan memutar klop pintu.
Ceklek..
Syakira yang baru keluar dari kamar mandi itu mengerutkan keningnya tidak melihat siapa-siapa.
"Loh kemana sa_" ucap Syakira terhenti karena mata nya tiba-tiba di tutupi oleh tangan Rayden.
"Ini apaan sih?" Syakira mencoba melepaskan tangan Rayden yang menutupi mata nya.
"Boleh, tapi ada syarat nya." balas Rayden.
"Apapun syarat nya akan aku lakukan, tapi lepasin dulu gelap tau." sahut Syakira lagi.
Dan tangan Rayden pun akhirnya terlepas, dan kini Rayden sudah ada di depan Syakira dengan menunjuk beberapa titik wajah nya.
"Ngapain?" tanya Syakira bingung.
"Nggak ngerti emang?" tanya balik Rayden.
"Oh mau di cium?" Syakira menaikan sebelah alisnya ke atas.
"Sayang.." Rayden memperlihatkan wajah malasnya.
__ADS_1
Syakira yang melihat itu terkekeh pelan, dan langsung memberikan hujan kecupan di wajah Rayden.
Cup..
Cup..
Cup..
Dan Hemphh..
Untuk yang terakhir Syakira tidak mengecup lagi, kali ini dia mencium bibir Rayden tanpa malu, dan karena ini ciuman ketiga nya Syakira dan Rayden bisa lebih leluasa saat berciuman, tentunya tanpa takut ada yang tergigit lagi.
Tangan Syakira reflek melingkar di leher Rayden, dan jangan lupakan tangan Rayden yang kini juga sudah naik ke punggung Syakira, mengusap nya dengan lembut.
"Aku rindu kamu." kata Rayden menatap Syakira dengan penuh kerinduan.
"Aku juga." balas Syakira sambil tersenyum.
"Maafkan aku karena Pria itu hampir membuat mu terluka." kata Rayden kali ini tangan nya mencium punggung tangan Syakira berkali-kali.
"Nggak papa, lagian aku juga udah buat burung nya kesakitan kok." membalas dengan wajah santai.
Keduanya kembali bertatapan lagi, tangan Rayden tidak bisa diam dan terulur untuk memegang sesuatu yang sudah lama menantang untuk dia daki.
"Ngapain?" tanya Syakira saat tangan Rayden benar-benar menempel di dada nya.
"Aku.." ucap Rayden terhenti.
Awwww !
Syakira menjewer telinga Rayden, membuat pria itu meringis sakit.
"Sayang kenapa aku di jewer! sakit." ringis Rayden karena Syakira benar-benar tidak memberinya ampun.
"Biarin! biar tau rasa lagian siapa yang mau di pegang-pegang? cium sih masih oke tapi kalau ini? nggak ya aku nggak mau." kata Syakira sambil melepaskan jeweran nya.
Berjalan menjauhi Rayden, dan duduk di sopa memakan cemilan yang ada di toples kaca yang berisi cemilan kesukaan nya.
Rayden ikut duduk di samping Syakira, dia ikut makan dan menarik pinggang Syakira agar lebih berdekatan dengan nya.
"Bagaimana kalau di percepat." kata Rayden sambil mengunyah.
"Apanya?" tanya Syakira pura-pura tidak tau.
"Nikahnya." balas Rayden.
"Ngebet banget buat bikin dedek ya?" Syakira bertanya dengan nada yang sangat santai.
Untung saja Rayden sudah terbiasa dengan bibir Syakira yang sudah seperti rem blong itu.
"Iya, udah nggak tahan buat makan kamu, peluk kamu setiap saat dan juga nggak keluar kamar seharian." kata Rayden sambil menghujani Syakira ciuman di leher dan pipi.
"Boleh, tapi nanti stok cemilan sama makanan yang enak-enak ya. kalau kaya gitu aku betah kok di kamar 24 jam."
"Oke sayang!"
🌹
__ADS_1
Dah besok lagi aja ya😅
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏