
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Satu minggu setelah pernikahan Syakira, Willy akhir-akhir ini sering pulang malam seperti sekarang pria itu tengah bermain salah satu club' bersama Syaka, Syakira yang menikah dengan Rayden dan membuat Willy patah hati.
Begitupun dengan Syaka yang kehilangan Ayuna, gadis itu sudah melanjutkan kuliah nya di Amerika tanpa bertemu dengan nya dulu, sebenarnya Syaka ingin pergi ke Amerika tapi mengingat dia punya tanggung jawab besar di perusahaan itu membuat nya susah memilih.
Yang satu rindu dan yang satu kewajiban, dia harus bisa bersikap dewasa dan lebih mementingkan pekerjaan nya karena Syaka satu-satunya penerus perusahaan sang Daddy.
"Seperti nya kita senasib." Syaka yang cape berjoget itu duduk di sopa.
Dia memboking satu ruangan untuk kegilaan nya bersama Willy, tentu nya juga tidak membiarkan siapapun masuk terkecuali waiters dan itupun harus laki-laki.
Syaka menjaga jarak dari wanita lain karena dia ingin Ayuna tidak membenci nya, ya Syaka akui kebencian Ayuna bukan hanya berawal dari ciuman nya waktu itu, tapi juga karena Syaka yang suka tebar pesona pada semua gadis yang bertemu dengan nya.
"Aku benar-benar kehilangan." Willy menyahut dengan kepala yang masih tidak mau diam.
Musik yang nyaman membuat tubuhnya juga ikut bergoyang mengikuti irama lagu.
Syaka yang belum teler seperti Willy masih melanjutkan acara minum-minum nya, dua hari ini dia rutin ke tempat ini karena Syaka kesepian.
Begitupun dengan Willy yang hampir seminggu ini sudah sering keluar masuk dari club' malam, dan dia juga jarang pulang ke rumah karena jika pulang dia mungkin akan mendapatkan tinjuan dari Daddy nya.
"Kau ingin pulang tidak? aku antar." Syaka yang masih bisa berdiri tegap karena hanya minum sedikit itu melihat Willy yang sangat parah.
"Dia tidak pernah sadar kalau aku mencintainya sejak lama, gendut itu panggilan kesayangan ku padanya, haha." Willy mulai tidak terkontrol.
"Kau tau? aku huh.. Syakira dia menolak ku, huh.. dia menikahi pria itu dan aku haha.. aku sendiri dan menyesal karena terlambat menyadari perasaan nya" Lanjut Willy kembali berbicara akan kesedihan nya.
Syaka yang mendengar curahan hati Willy hanya tersenyum miris, nasi sudah menjadi bubur dan begitupun dengan jodoh adik nya yang sudah tepat pada Rayden.
Tuhan tidak membuat Willy berjodoh dengan Syakila ataupun Syakira, tapi Syaka tau mungkin Tuhan punya rencana lain untuk sahabat nya itu.
Hubungan keduanya sudah membaik karena Willy sudah meminta maaf pada Syaka, dan mengaku salah, dan keduanya saling memaafkan.
__ADS_1
"Ayo, aku akan mengantar mu." Syaka yang tau Willy mabuk memilih mengantarkan Willy ke Apartemen nya, sebelumnya juga Willy curhat jika dia jarang pulang ke rumah nya kalau sedang mabuk parah.
Begitupun dengan dirinya yang pulang ke rumah nya karena jika Syaka tidak pulang bisa-bisa Mom dan Dad nya marah besar pada nya.
Sedangkan di tempat lain, Feni yang baru pulang membeli martabak untuk Momy nya baru sampai di lobby.
Kaki nya melangkah mendekati pintu Lift dan saat pintu Lift terbuka Feni langsung masuk, Feni memencet tombol lantai nya dan saat melihat kebelakang Feni di buat kaget dengan sosok yang ada di belakang nya.
"Astaga si tukang ngamuk" Feni kaget melihat Willy yang duduk di dalam Lift.
Tit..
Pintu Lift terbuka, dan Feni yang akan keluar ragu untuk meninggalkan Willy sendirian.
"Tolongin nggak ya." gumam Feni meragu.
Feni yang bimbang memencet tombol untuk menjadi ke lantai bawah lagi, dan otomatis mereka kembali ke lantai bawah.
Beruntung tidak ada yang akan masuk Lift jadi Feni kembali naik ke lantai apartemen nya.
"Hey bangun." Feni mencolek dagu Willy.
"Kau datang" kata Willy yang melihat Feni di depan nya.
Tapi dalam bayangan Willy gadis di depan nya adalah Syakira gadis yang membuatnya seperti ini.
"Aku menunggu mu menemui ku, kau meninggalkan dia kan?" tanya Willy sambil menarik tangan Feni kasar hingga tubuh Feni masuk kedalam dekapan nya.
Feni mengerejapkan matanya, martabak yang ada di tangan nya jatuh saat pria di depan nya mulai bersuara lagi.
"Aku mencintai mu, mari memulai nya dari nol aku sungguh.. huh." Willy menghentikan ucapan nya saat Feni menolak pelukan nya.
"Kau gila ya?" Feni kaget dengan tindakan Willy.
"Ya aku gila karena mu." balas Willy sambil tertawa.
__ADS_1
Dan saat bersamaan pula Feni melihat pintu Lift yang terbuka, Feni langsung mengambil kresek berisi martabak yang di beli nya tadi, lalu berjalan cepat ke luar.
Willy yang melihat itu tidak tinggal diam, dengan sedikit tenaga nya dia berjalan mengikuti Feni hingga sampai di depan pintu apartemen Feni.
Demi apa Feni benar-benar takut, tangan nya terus memencet bel di apartemen nya hingga pintu nya terbuka dan terlihat Mama nya.
Ibu Desi melihat wajah ketakutan Feni, dan dia juga kaget saat melihat sosok pria asing yang ada di belakang putri nya.
"Fen dia siapa?" tanya Ibu Desi.
"Nggak tau Mom, dia itu orang asing dan tadi dia pingsan di Lift terus ngikutin aku, kaya nya orang jahat Mom."balas Feni sambil masuk begitu saja.
Dan Willy yang melihat Feni masuk ikut masuk juga, Ibu Desi kebingungan di satu sisi dia takut dengan orang asing tapi saat melihat Willy dari dekat saat itu juga dia tau kalau dia pernah bertemu dengan pria muda itu beberapa kali.
"Fen kaya nya pria ini tuh pernah ketemu kita deh, Mom nggak asing sama muka nya." ucap ibu Desi.
"Iya aku juga sering lihat dia, di nikahan Kak Rayden dan beberapa kali juga di luar rumah." balas Feni yang kini menikmati martabaknya.
Melihat Willy yang mabuk parah Ibu Desi pun berinisiatif untuk mengajak putri nya untuk membantu Willy pindah ke kamar, Dan sialnya itu juga kamar Feni.
"Dasar nyusahin! awas ya kalau besok marah-marah lagi aku putusin kepala kamu!" gerutu Feni yang baru selesai memindahkan Willy ke tempat tidur nya.
"Kamu mau kemana?" tanya ibu Desi saat Feni berjalan ke arah ruang tamu minimalis nya.
"Makan lagi Mom, sayang kan itu martabak nya masih anget." balas Feni sambil duduk.
"Tapi dia ganteng ya Fen." ucap Ibu Desi sambil ikut makan.
"Bule itu? nggak." sahut Feni sewot.
"Kok kaya dendam gitu sih? jangan-jangan.." Ibu Desi menatap putri nya penuh curiga.
"Nggak ada ya Mom, aku suka nya kak Rico dan kak Rico selalu di hati." balas Feni sambil makan martabak nya lagi.
"*Jauh-jauh deh, apaan suka tukang mabuk mending suka kak Rico, udah tampan cool dan juga bertanggung jawab, yang jelas kak Rico lebih segalanya dari si bule menyebalkan itu."
__ADS_1
🌹*
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏