Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Lamaran #2


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Suara ketukan pintu di tambah bel yang berbunyi di ruang tamu itu membuat Syakira tersenyum, itu pasti Rayden kekasih ku.. begitulah kata hati nya yang sedang berbunga.


Meski terasa tidak lengkap karena Syakila yang sedang pergi honeymoon bersama suaminya, tapi hal itu tidak mengurangi kebahagiaan Syakira pada malam ini.


Mom Fallen berjalan mendekati pintu, dan saat pintu itu terbuka Mom Fallen di buat kaget dengan apa yang dia lihat.


Bagaimana tidak kaget, jika pria yang ada di depan nya itu adalah Darwin! mantan kekasihnya di masa lalu, sekaligus pria yang pernah membuat nya kecewa di masa lalu.


"Jadi Rayden adalah anak si kampret Darwin? tapi kenapa nama marga nya Satria Prawira." batin Mom Fallen bingung.


Sama dengan Mom Fallen, Pak Darwin pun sama kagetnya saat melihat jika calon besan nya itu adalah mantan kekasihnya di masa lalu, sekaligus wanita yang hampir saja dia nikahi jika perselingkuhan nya dulu tidak terbongkar.


"Apa Fallen masih mengenal ku?." batin Darwin.


"Sayang kenapa tamu nya nggak di ajak masuk." suara Dad Bastian terdengar.


Mom Fallen langsung tersadar dari lamunan nya, mempersilahkan tamu nya masuk ke dalam rumah nya.


"Silahkan duduk, Bu." kata Mom Fallen.


Rayden duduk di sopa yang dekat dengan Syakira, sedangkan Syaka dia duduk di sopa yang sama dengan Mommy Daddy nya, begitupun dengan Feni yang duduk bersama orang tuanya.


"Si kampret Papa nya Rayden? bukan nya Rayden anak tunggal tuan Rayan Satria Prawira?" batin Dad Bastian bertanya-tanya.


Tau jika calon besan nya adalah mantan pacar istrinya Dad Bastian langsung memegang tangan sang istri, memperlihatkan keromantisan nya pada pak Darwin.


Suasana masih belum mencair, tidak ada yang memulai pembicaraan dan hal itu membuat Syakira yang akan di lamar menjadi mengantuk.


"Ini kapan akan di mulai sih, aku udah laper tau." bisik Syakira di telinga Rayden.


Rayden yang mendengar keluhan Syakira langsung memulai acara nya, mengatakan niat baiknya untuk melamar Syakira menjadi calon istrinya.


"Jadi kau serius ingin menikahi putri ku?" tanya Dad Bastian.


"Lebih dari serius." balas Rayden cepat.


"Kau tau bukan jika Syakira adalah putri bungsu ku, putri kesayangan ku dan tidak sembarang orang yang bisa menikahi putri ku." lanjut Dad Bastian.


Rayden mengangguk cepat.


"Aku berjanji tidak akan mengecewakan kalian, aku akan mencintai Syakira dengan sepenuh hati ku dan juga tidak akan pernah membuatnya menangis." lanjut Rayden dengan wajah serius.


Dad Bastian menghela nafas nya panjang, tangan nya yang semula memegang tangan Mom Fallen dia lepas, lalu berjalan mendekati Syakira yang duduk di dekat Rayden.

__ADS_1


Mengajak Syakira berdiri, lalu menyuruh Rayden ikut berdiri, Dad Bastian membiarkan Syakira dan Rayden saling bertatapan.


"Aku merestui kalian, tapi semuanya tergantung dengan Syakira." kata Dad Bastian lagi.


Rayden menatap Syakira, tangan nya terulur untuk memegang tangan Syakira.


"Aku bukan pria yang pandai merangkai kata-kata, jauh dari kata sempurna tapi aku bersungguh-sungguh ingin mencintaimu, mengajak mu ke sebuah hubungan yang lebih serius." Rayden menjeda ucapan nya.


Jantung Syakira berdegup dengan kencang, dia senang karena Rayden berani mengajak nya menikah di depan keluarga tercinta nya.


"Syakira Putri Chris, aku mencintai mu dan maukah kau menjadi satu-satunya wanita yang ada di saat aku bangun dan menutup mata ku, menemani di saat susah ataupun senang, dan menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anak ku." lanjut Rayden sambil mengeluarkan cincin berlian nya.


Syakira mengigit bibir bawahnya pelan, rasanya sangat nano-nano siapa sangka dia akan benar-benar melepas masa lajang nya di usia yang bahkan masih dua puluh tahun.


"Kok nggak mau nangis, astaga mata oh mata nangis dong biar kelihatan bahagia nya." batin Syakira.


Tapi bukan tangisan dia malah panas dingin dengan detak jantung yang sangat kencang, Syakira melirik Dad Bastian, dan di balas dengan anggukan kepala oleh Dad Bastian.


"Aku mau." hanya dua kata itu tapi berhasil membuat Rayden senang.


Tidak ada banyak kata, Syakira tidak pandai memperlihatkan ekspresi bahagia nya, dan cukup dengan jawaban iya Syakira sudah menjawab ajakan dari ajakan Rayden pada nya.


Dan pada akhirnya cincin berlian itu melingkar di jari manis Syakira, membuat tangan itu terlihat lebih cantik.


"Terimakasih, sayang." ucap Rayden sambil tersenyum.


Setelah acara pemasangan cincin itu dua keluarga memutuskan untuk makan malam, Mom Fallen mengambilkan makanan untuk suami dan putra nya, dan semua itu tak luput dari pandangan Pak Darwin.


"Seperti biasnya masakan mu selalu enak Fall, harusnya aku yang menjadi kepala keluarga ini bukan Bastian." batin Pak Darwin.


"Si kampret ngapain lihat-lihat, bikin mual aja! "Batin Mom Fallen.


Ekhem !!


Suara deheuman itu membuat Pak Darwin replek menjatuhkan sendok yang di pegang nya, lain dengan Mom Fallen yang langsung duduk dan mengusap tangan suaminya yang cemburu.


"Beraninya dia menatap istri ku, dasar kampret!" batin Dad Bastian kesal.


"Masakan nya enak, pasti yang masak nya Bu Fallen ya." Pak Darwin mulai mengeluarkan suara nya.


"Bukan, yang masak mbak." jawab Dad Bastian sinis.


"Oh, saya pikir Bu Fallen soalnya setau saya Bu Fallen kan punya usaha kuliner kan saat masih lajang." dengan sengaja membawa restoran milik Mom Fallen.


Dad Bastian tidak bisa menahan kesal nya, Mom Fallen yang melihat itu memegang tangan suaminya lalu menggelengkan kepalanya.


"Jangan, yang waras harus ngalah sayang." bisik Mom Fallen.

__ADS_1


Bu Desi dan Feni makan dengan sungkan, apalagi sedari tadi tatapan Rayden memang tidak bersahabat, dan mereka tau itu semua karena ulah Pak Darwin yang terlihat so akrab.


Padahal sebelum masuk ke rumah besar ini mereka sudah di beri peringatan untuk tidak membuka suara sedikitpun.


"*In*gat ini baik-baik aku memang memperkenalkan kalian sebagai keluarga ku, tapi jauh dari itu aku dan kalian adalah orang asing yang satu rumah. Aku mengijinkan kalian tinggal di rumah ku karena permintaan Bunda, dan kalian tidak boleh membuka suara atau aku tidak akan segan-segan mengusir kalian!"


Hubungan mereka memang tidak seperti keluarga pada umum nya, meski satu rumah tapi bagi Rayden yang dia anggap keluarga hanya lah Feni, yang memang dari kecil sudah bermain bersamanya.


Tapi tidak untuk Ibu Desi dan Pak Darwin, keduanya tidak lebih dari pengkhianatan bagi nya, bagaimana bisa Papa tirinya menikahi tanteu nya, bukan kah itu sama saja berkhianat meski Bunda nya sudah meninggal sekalipun.


"Aku selesai." Rayden duluan selsai makan.


Membuat Syakira yang belum selesai makan itu mengerutkan keningnya aneh, dengan santai dia membawa piring berisi nasi nya untuk mengejar Rayden.


Rico yang melihat itu hanya bisa diam tidak mau ikut campur, tentunya dia tau perasaan tuan nya yang selalu marah jika berhadapan dengan pak Darwin.


"Setelah ini amanah Nyonya besar sudah terpenuhi, tuan muda menikah dan itu tandanya Tuan besar bisa pindah dari mansion." batin Rico.


Sedangkan di ruang bersantai Syakira meneruskan acara makan nya, dia melihat raut wajah Rayden yang aneh dan karena tidak tau apa-apa Syakira memilih diam.


"Bunda lihat, aku benar-benar membencinya dan aku harap setelah pernikahan ku aku tidak ingin melihat wajah-wajah pengkhianat itu lagi." batin Rayden.


Lalu melirik Syakira yang berisik di samping nya.


"Kau makan terus." ucap Rayden sambil membuka mulut nya.


Syakira paham dengan kode itu langsung menyuapi Rayden.


"Mana martabak ku?" tanya Syakira setalah menyuapi Rayden.


"Astaga aku lupa, aku akan menyuruh Rico membelikan martabak untuk mu." Rayden ingin beranjak berdiri.


Tapi tangan nya di tahan oleh Syakira.


"Jangan pergi, martabak bisa nanti di beli, duduklah yang sekarang aku inginkan adalah duduk berdua dengan mu, aku ingin mendengar cerita hidup mu."


"Kau yakin?"


"Hem, ceritakan semuanya tentang ibu Desi Pak Darwin dan Feni, aku ingin tau tentang keluarga mu."


"Tapi mereka bukan keluarga ku."


Hah?


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2