Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Adik kakak


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Menemani kedua adik nya, itulah yang Syaka lakukan saat ini, dia merasa gagal menjadi kakak karena tidak ada di saat detik-detik adik nya terluka.


Sebagai kakak tertua tentu saja dia harus bertanggung jawab untuk kehidupan kedua adik nya, menjaga adik-adik nya dan juga harus bisa menjadi kakak yang memberikan kesan positif pada adik nya.


"Kak Syaka, aku juga mau di suapin." Syakira yang melihat kakaknya menyuapi Syakira terus memperlihatkan kecemburuan nya.


Ralat bukan kecemburuan, dia senang kakak nya banyak di sayang, dan Syakira hanya ingin bersikap layaknya seorang adik yang manja pada kakak nya.


"Buka mulut nya." Syaka mengambil cemilan nya.


Syakira melakukan nya, dia membuka mulut nya lebar-lebar tapi yang di lakukan Syaka malah membuat nya sebal, dimana kakak nya malah memasukkan makanan ke mulutnya sendiri, bukan dirinya.


"Kak Syaka!" Syakira merajuk manja, bibir nya manyun sengaja agar terlihat lebih menggemaskan.


Melihat wajah sang adik yang cemberut seketika membuat Syaka terkekeh, dan Syakila yang juga melihat itu berinisiatif untuk mengambil cemilan, lalu menyuapkan ke mulut adik yang cemberut itu.


"Enak?" tanya Syakila.


Dan Syakira mengangguk sambil mengunyah, ketiga nya sekarang sedang duduk di karpet yang ada di kamar Syakila.


tentu nya Syaka dan Syakira akan tidur bersama seperti yang selalu mereka lakukan sebelumnya.


Di mana setiap ada yang sakit keduanya akan melakukan tidur satu ranjang, itu membuat mereka merasa lebih akrab, mengulang kembali masa di mana mereka masih menjadi janin yang tinggal di rahim sang Mom.


"Kak buka mulut nya, cobain ini rasa rumput laut loh." Syakira ingin menyuapi Syakila.


Dan Syakila membuka mulutnya, menerima suapan sang adik, dan kini yang bersikap manja adalah Syaka yang terus membuka mulutnya meminta di suapi kedua adik nya.



(Visual Syaka Putra Chris, btw wajah Syaka itu copasan nya wajah sang Daddy ya).


"Manja banget sih, kakak nya siapa sih." Syakira mencubit gemas pipi kakak tertampan nya itu, lalu tertawa.


Tentu saja tampan, orang Syakira hanya memiliki satu kakak laki-laki dan satu kakak perempuan.

__ADS_1


"Tau kakak nya siapa, banyak gaya gini." Syakila ikut menimpali sambil terkekeh.


Syaka melirik kedua adik cantik nya, lalu tersenyum.


"Cium kakak dek." pinta Syaka sambil memejamkan matanya.


Cup..


Cup..


Syakira dan Syakila kompak mencium pipi sang kakak, membuat pemilik wajah tampan itu tersenyum.


"Maafkan kakak, mulai saat ini kakak janji akan selalu memperhatikan kalian lebih dari apapun, menjadi kakak yang lebih baik lagi, kakak janji." ucap Syaka sambil melirik kedua adik perempuan nya.


"Kakak sayang kalian." lanjut Syaka.


Yang membuat Syakila dan Syakira langsung menghamburkan tubuh nya untuk memeluk Syaka, kakak nya.


"Kila juga sayang kakak dan dek Kira." ucap Syakila di sela pelukan nya.


"Kira juga, sayang banget sama kakak Syaka dan kak Kila." Syakira menimpali.


Dan setelah itu ketiga nya langsung memilih tidur, Syaka sang kakak ada di tengah-tengah antara Syakira dan Syakila, ketiga nya tiduran sambil menatap atap.


"Besok kita quality time ya." kata Syaka mengatakan ide nya.


"Ngapain? ehk maksud aku kemana?" tanya Syakira.


"Iya kemana?" Syakila ikut menimpali.


"Bagaimana kalau ke pantai, kita holiday bertiga di Villa Daddy." lanjut Syaka.


"Mau!" Syakira dan Syakila kompak menjawab.


Dan setelah obrolan ringan di malam hari itu ketiga nya tidur dengan saling berpelukan, membuat sosok mengintip di belakang pintu tersenyum.


Senang rasanya melihat anak-anak nya selalu kompak, dan saling menyayangi satu sama lain itu, rasa takut yang semula ada di dalam hatinya perlahan mencair, apalagi setelah melihat Syaka yang tertidur dengan tangan yang di peluk kedua adik nya.


"Mereka sudah tidur?" tanya Dad Bastian.

__ADS_1


"Sudah, ayo kita ke kamar." Mom Fallen menutup pintu, dan mengekori suaminya yang kini sedang berjalan menuruni tangga dengan hati-hati.


Kamar mereka memang ada di lantai atas, dan kedatangan nya ke lantai atas tentu saja untuk melihat anak-anak nya.


sesampainya di kamar Mom Fallen duduk di tepi ranjang.


"Kau masih sedih sayang?" tanya Mom Fallen.


"Sangat sayang, aku takut karma ku datang pada_" ucap Dad Bastian terhenti.


Bibir nya di tutup oleh satu jari Mom Fallen, membuat Dad Bastian terdiam dengan mata yang menatap pada sang istri.


"Jangan katakan itu lagi, semuanya tidak akan terjadi, itu hanya ketakutan mu." tegas Mom Fallen.


Tentu dia tau kemana arah nya suaminya akan berbicara, yaitu ke sebuah karma, tapi Mom Fallen tidak percaya itu karena menurut nya akan ada karma baik yang datang pada kehidupan nya, dan anak-anak nya yang manis tidak akan mendapatkan karma buruk suaminya di masa lalu.


"Tapi sayang_" ucapan Dad Bastian kembali terhenti.


"Tidak ada tapi, jangan berbicara asal lagi aku tidak suka kamu mengatakan nya lagi sayang, anak-anak kita tidak akan mengulangi kesalahan di masa lalu, kita sudah membekali mereka sikap? yang baik, jadi percayakan semuanya pada Tuhan." lanjut Mom Fallen lagi.


Dad Bastian memang masih takut, apalagi dia memiliki dua anak perempuan, masa lalu nya yang begitu suram seolah menjadi tamparan keras untuk nya, dan juga menjadi sebuah ketakutan terbesarnya.


Mom Fallen melirik suaminya, dia mengajak suaminya untuk berbaring, lalu tangan nya terulur untuk memeluk sang suami.


"Ayo kita tidur, jangan pikirkan hal-hal aneh lagi." kata Mom Fallen.


"Aku menyayangimu." kata Dad Bastian.


"Aku tau, sudahlah ayo tidur." Mom Fallen mencium pipi suaminya, lalu memejamkan matanya.


Dad Bastian menatap wanita di pelukan nya, tangan nya terulur untuk mengusap kepala wanita yang telah mau hidup bersama pria penuh masa lalu kelam seperti nya.


"Terimakasih untuk tetap sabar menghadapi sikap ku, aku mencintaimu." mencium kening sang istri dengan lembut.


Mom Fallen mengeliat, dan sedetik kemudian dia membuka matanya.


"Aku juga mencintaimu, tapi ini sudah malam jangan bucin terus kita harus tidur karena usia kita sudah tidak muda lagi, kita sudah tua." balas Mom Fallen lalu semakin erat memeluk suaminya.


Dan keduanya pun tertidur, tidak ada acara romantis-romantisan di malam hari, mana bisa Mom Fallen di ajak seperti itu, seperti biasanya wanita yang sudah hidup bersamanya 21 tahun itu selalu memiliki savage yang sangat dahsyat.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2