
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Feni pulang ke rumah nya jam 10 malam, dan saat masuk ke rumah Feni melihat pengasuh yang baru keluar dari kamar anak-anak.
"Anak-anak sudah tidur mbak?" tanya Feni.
"Sudah nyonya" jelas Pengasuh.
"Ya sudah mbak tidur aja, makasih ya udah jagain anak-anak" kata Feni lagi.
"Iya nyonya" pengasuh akhirnya pergi ke kamar nya.
Feni membuka pintu dan melihat kedua buah hati nya yang sangat dia sayangi.
"Mama janji akan mempertahankan hak kalian memiliki keluarga sayang" kata Hana sambil menatap kedua buah hatinya.
Karena lelah akhirnya Feni pun keluar dari kamar anak-anak nya, dia bejalan masuk ke kamar nya dan saat masuk kamar Feni sedikit terkejut melihat keberadaan Adit.
Suaminya nampak tertidur di kamar nya, Feni bingung sekaligus senang karena Adit sudah beberapa hari tidak pulang dan sekarang suaminya tiba-tiba pulang.
"Dari mana saja?" tanya Adit saat mendengar suara pintu tertutup.
Feni melirik pria yang sedang tiduran di ranjang nya itu, ingin rasanya dia mengeluhkan kesedihan nya yang tidak terima melihat suaminya mengejar wanita lain.
Tapi tidak, Feni tidak bisa membuat Marissa dan Mario tidak memiliki masa depan, Marissa dan Mario pantas memiliki keluarga lengkap.
__ADS_1
"Aku dari acara ulang tahun pernikahan Ok Bastian dan Tante Fallen" jelas Feni sambil menyimpan tas nya.
"Dan bertemu Rico? atau William?" Adit mulai lagi.
"Berhenti membahas itu" kata Feni sambil duduk di kursi meja rias nya.
"Kenapa? mereka ada kan? kau bertemu dengan nya kan?" Adit tau cinta istrinya pada kedua pria yang di sebutkan nya.
Sama seperti Feni yang masih menyukai mantan gebetan dan mantan kekasih nya, Adit juga masih mengejar cinta wanita yang selalu menolak nya.
"Dan kau masih menyukai Wilona? kamu sama saja bukan?" Feni bangkit setelah make up nya bersih.
Dia berniat ke kamar mandi karena malas membahas nya lagi, Feni cape dan dia butuh ketenangan.
Sungguh jika kepulangan Adit hanya untuk menyinggung itu Feni tidak ingin melihat wajah Adit, dia lelah karena selama ini masalah mereka selalu sama.
Adit bangkit dari tempat tidurnya, dia berjalan dan tanpa ragu masuk ke kamar mandi.
"Kamu mau apa!" Feni menutup kembali tubuh nya dengan kimono.
"Kenapa?" Adit malah dengan santai pipis di depan Feni.
Huh..
Feni akhirnya memilih cuek, dia mandi dan Adit melihat itu. dia berlama-lama di kamar mandi sambil mencuci muka nya agar kantuknya segera hilang.
Kepulangan nya adalah untuk memperbaiki keadaan, Adit sudah merenung lama untuk hubungan nya dan sang istri, ada dua buah hati nya yang akan menjadi korban jika keduanya berpisah.
__ADS_1
"Keluarlah, aku ingin berlama di sini" kata Feni mengusir.
"Kenapa? aku tidak ingin keluar" sahut Adit malah menonton Feni yang sedang berendam di bathtub.
Adit benar-benar menunggu Feni sampai selesai, dan selama di kamar mandi tidak ada obrolan di antara keduanya.
Sampai akhirnya keduanya keluar, dan baik Feni dan Adit masih dengan ego masing-masing nya, hingga akhirnya keduanya tidur di satu ranjang yang sama.
"Bukan kah ingin menceraikan ku?" tanya Feni.
Sebenarnya dia malas membahas ini, tapi sekali lagi dia tidak bisa melupakan masalah nya begitu saja.
"Aku sudah merobeknya" balas Adit.
Dia sudah mengirimkan foto surat perceraian nya, tapi tadi saat masuk ke rumah Adit melihat surat itu masih belum terbaca dan hal itu membuat dia langsung merobek nya.
"Kenapa?" tanya Feni lagi.
"Kita akan memperbaiki nya, beri aku kesempatan setidaknya untuk anak kita" jelas Adit lagi.
Feni melirik dan dia melihat keseriusan di wajah Adit yang membuat dia menghela nafasnya panjang.
"Ya demi anak kita" balasnya singkat.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1