
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Dua Minggu sudah Andika tidak bertemu Jenita, ada kerinduan dalam harinya karena selama dua Minggu ini Jenita di sembunyikan oleh keluarga Dad Lian.
"Mama pasti bohong tidak mungkin kalian tidak tau kemana Janet pergi" kata Andika menatap kakak dan Mama nya.
"Lalu?" tanya Mama Hana dingin.
"Mama!" Andika manyun.
"Diamlah, besok kalian menikah kan biarlah Jenita menyendiri dulu biar dia tenang karena tidak ada yang mengganggu nya" ucap Mama Hana jengah.
"Tapi Mam__" ucap Andika terhenti karena mendengar suara kakak nya.
Hoam !
Ayuna pura-pura menguap, dia merenggakan otot-otot nya yang terasa pegal lalu melirik Mama dan adik nya.
"Huh, bayi kakak seperti nya ingin tidur" ucap Ayuna.
"Alasan" dengkus Andika kesal.
"Sudahlah Dika, tidur sana jangan bertingkah terus" Mama Hana berlalu pergi setelah mengatakan itu.
Andika melirik kakak nya, dan Ayuna yang melihat itu pura-pura tidak perduli, sebenar nya dia tau kemana Jenita pergi tapi melihat wajah melas adiknya yang tidak bersemangat entah kenapa membuat Ayuna senang.
"Baby, ayo kita tidur" teriak Ayuna pada suaminya.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian Syaka datang dengan membawa dua jagoan nya, Kai dan Key yang terlihat sudah mengantuk berjalan mendekati nya.
"Aku ingin tidur memeluk Mommy" Kata Kai manja.
"Mana ada, kau tidur dengan Key" kata Syaka sambil memegang tangan putra sulung nya, menahan Kai yang akan memeluk istrinya.
"Aku akan tidur, bye Mom Dad" timpal Key yang malah berlalu melewati Mommy Daddy nya.
Ayuna tersenyum melihat putra nya yang sangat cool itu, dan setelah itu melirik putra nya yang sudah ada di pangkuan suaminya.
"Ayo kita tidur bersama" kata Ayuna sambil berjalan ke arah kamar nya.
Andika menatap kesal pada kakak dan ipar nya itu, dia menghembuskan nafas nya kasar saat melihat ponsel nya yang memperlihatkan pesan dari operator.
Janet kamu kejam, sudah tau aku nggak bisa tidur kalau belum Vidio call sama kamu, hiss. batin Andika sedih.
Sedangkan Syaka yang sedang menggendong Kai melewati kamar si kembar, dan tanpa ragu dia langsung masuk begitu saja tanpa memperdulikan putra nya yang berontak di pangkuan nya.
"Tidak bisa, lihat adik mu sudah tidur. cepat tidur jangan manja" tegas Syaka sambil merebahkan tubuh putra nya di tempat tidur.
Key mencebikan bibir nya kesal, lalu melemparkan bantal ke arah Daddy nya karena kesal.
"Bye, mimpi indah Son jangan ganggu Daddy Mommy mu karena suatu saat kau akan tau rasanya di ganggu saat sedang enak" kata Syaka lalu menutup pintu kamar putra nya.
Senyuman mengembang di wajah Syaka, ini tandanya malam ini dia tidak akan ada yang mengganggu nya lagi, tapi tiba-tiba saja senyuman nya menghilang karena melihat sosok yang ad di depannya.
"Dasar Omes" kata Papa Gibran menatap tajam menantu nya.
Syaka yang mendengar itu mencebikan bibir nya, dan melewati mertuanya julid nya begitu saja.
__ADS_1
Syirik aja aki-aki, pasti nggak di kasih sama Mama mertua. batin Syaka sambil berjalan.
Papa Gibran berjalan ke arah ruang bersantai dan dia melihat Andika yang masih duduk di sana.
"Devan di depan buka pintu sana" titah Papa Gibran.
Andika yang mendengar nama Devan sontak langsung berdiri, dia berjalan terburu-buru ke arah pintu dan saat membuka pintu benar saja dia melihat sepupunya yang berdiri dengan pose nya yang keren.
"Mana kado nya" kata Andika.
Alih-alih bertanya kabar Andika malah langsung ke inti nya, dia tau sepupunya belum move on dari Jenita.
"Ambil ini" Devan mendorong koper nya pada Andika.
"Hey kau tidak sopan ya!" kesal Andika.
"Ya kau memang tidak sopan, aku baru datang sudah di tanyakan kado memang sepupu gila" dengkus Devan sambil berjalan masuk begitu saja tanpa memperdulikan eskpresi wajah kesal sepupunya.
Andika menghembuskan nafas nya panjang, lalu dengan malas dia menarik koper Devan masuk ke rumah nya.
"Bagaimana dengan Daddy Mommy mu?" tanya Papa Gibran.
"Mereka menginap di rumah Dad Bastian karena Cantika dan Nuna ingin bermain bersama Zhee" jelas Devan.
Papa Gibran mengangguk, mereka mengobrol tentang Devan yang sekarang sudah mengurus perusahaan bersama Daddy nya, dan bukan hanya itu saja Devan juga mengambil S2 nya sambil mengurus perusahaan.
Andika mendengar itu tentu merasa kesal, Papa nya terus memuji Devan tapi dirinya? bahkan Papa dan yang lain nya menuduh dia sudah nano-nano bersama Jenita.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏