Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Bermain perasaan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sedangkan di tempat lain..


"Apa ini?" tanya Willy.


"Itu undangan, Kila akan menikah." balas Mom Arr.


Dia tau itu adalah undangan.


"Oh.." singkat padat dan jelas.


Mom Arr dan Dad Lian saling melirik, bingung dengan ekspresi aneh sang putra, biasanya Willy akan berekspresi lebih ceria jika menyangkut Syakila.


Apalagi untuk kabar ini, yang memang juga membuat sedikit kecewa untuk Mom Arr dan Dad Lian. mengingat Willy menyukai Syakila dari kecil.


Tapi mungkin itulah yang di namakan tidak berjodoh, mungkin Willy memang tidak akan pernah bisa mendapatkan hati gadis bule itu. terlepas dari semua itu memang cinta tidak pernah bisa di paksakan.


"Mandilah, Mom sudah menyiapkan makanan kesukaan mu." lanjut Mom Arr, mengalihkan obrolan nya. Apalagi suasana nya sudah terasa tidak enak.


"Aku ke kamar dulu." Willy melanjutkan langkahnya, berjalan meninggalkan ruang tengah.


Melihat Willy yang terlihat tidak sesedih saat di tolak di acara makan malam itu, Mom Arr dan Dad Lian merasa sedikit lega.


"Dia tidak terlihat sedih." kata Dad Lian.


Paham dengan raut wajah putra nya, Willy di luar dan di rumah itu sangat berbeda. Mungkin di depan orang lain pria 23 tahun itu terlihat galak, tapi jauh dari itu di rumah Willy adalah pria yang sangat penuh perhatian.


"Apa mungkin putra sudah menyukai gadis lain?" balas Mom Arr, entah kenapa dia berpikir begitu.


"Itu lebih baik, cinta memang tidak bisa di paksakan. Lagi pula Syakila sekarang sudah memilih pilihan nya, Willy memang harus pelan-pelan melupakan nya." kata Dad Lian lagi.


Dan di dalam kamar nampak Willy yang baru keluar dari kamar mandi dengan dada telanjang nya, bulu-bulu halus nampak ada di dada nya membuat pria itu terlihat sangat gagah.


Entah perasaan apa yang Willy rasakan sekarang, dia baru saja pulang dari luar kota dan sepulang nya dia mendapatkan kabar pernikahan gadis yang sempat dia sukai selama dua puluh tahun itu.


"Semoga kau bahagia, aku memang tidak akan pernah mendapatkan mu. Dan pilihan nya itu memang tepat, Kila mencintai uncle Alex." gumam Willy.


Dia sudah ikhlas, lagi pula yang dia pikirkan sekarang bukan Syakila lagi. Yang sekarang ada di dalam hatinya adalah gadis yang sedang merajuk dengan nya.


Syakira!


"Kenapa dia nggak pernah balas pesan ku." gumam Willy.


Setelah memakai pakaian nya Willy memilih memainkan ponselnya, dia menatap layar ponselnya mencari nama gadis yang kini selalu mengganggu pikiran nya itu.


Tangan nya terulur untuk mengusap layar ponselnya, tanpa ragu dia mengetik pesan dan langsung dia kirimkan pada Syakira.


"Aku tau mungkin aku tidak akan pernah bisa memahami mu, tapi apakah aku tidak memiliki kesempatan untuk berusaha mengenal mu lebih dari ini?" isi pesan yang Willy kirimkan.


Tok..tok..tok..


Pintu di ketuk..


Willy bangkit dari ranjang, dia berjalan untuk membuka pintu. Dan memilih turun karena Mom Arr sudah menunggu nya.

__ADS_1


Di kamar Syakira.


Syakira yang baru keluar dari kamar Syakila nampak tertawa kecil melihat pesan itu, hey ada apa dengan nya? kenapa dia senang mendapatkan pesan itu.


Sekarang kebalikan dari nya dari dia, Willy yang dulu selalu acuh kini nampak sudah menyukai nya, tapi alih-alih Syakira menyukai keadaan itu dia malah tidak memiliki perasaan apapun lagi.


"Maaf, tapi aku sudah memberi waktu lebih 18 tahun."


Balasan yang Syakira kirimkan pada Willy.


dia tidak akan memberikan harapan palsu pada siapapun, Syakira tidak mau mencintai lagi. Tapi mungkin tidak akan menolak jika di cintai..


"Apa bang Willy sudah jatuh cinta sama aku?" kini pertanyaan itu berkeliaran di kepala gadis bule yang sedang memeluk boneka gendut nya itu.


"Atau mungkin hanya pelampiasan karena di tolak kak Kila." lanjut nya, malah berbicara sendiri.


Tiba-tiba ponselnya berdering.


Syakira melihat layar ponselnya, dia mendapatkan panggilan via Vidio call dari Willy.


"Angkat nggak ya." dia meragu, ini adalah Vidio call pertama kalinya Syakira dan Willy.


Sampai akhirnya Syakira tidak mau sombong, dia mengangkat nya.


"Halo."


"Wah kau terlihat manis."


Syakira tertawa, sejak kapan pria itu memuji nya.


"Bang Willy mau apa?" to the poin.


Hampir saja Syakira terbuai dan kembali ke Syakira yang dulu, dan mungkin bisa-bisa dia menjerit-jerit bahagia.


"Aku besok sibuk, kan bang Willy tau kak Kila nikah aku nggak ada waktu buat main." balas Syakira beralasan.


Padahal bisa saja dia mengiyakan, tapi entah kenapa Syakira tidak melakukan nya.


untuk sekarang ini dia memang tidak ingin terlalu menanggapi pria itu.


Willy menatap wajah Syakira yang sedikit blur, tangan gadis itu tidak mau diam. membuat dia tidak bisa dengan jelas melihat wajah imut itu.


"Ya sudah, tapi jangan di goyang-goyang terus ponselnya. Aku ingin menatap mu." Willy berucap tanpa ada keraguan.


Syakira bisa melihat nya, dan tidak ada wajah galak lagi apalagi wajah ketus. Pria di depan nya terlihat hangat tapi kenapa Syakira malah tidak terpesona..


Dan malah mengingat seseorang..


"Bang Willy, maaf. Aku mau bobo sudah malam."


Tut..


Syakira mematikan panggilan nya sepihak, entah kenapa dia teringat akan seseorang.


Si kampret Rayden..


"Kenapa aku malah merasa bersalah dengan Rayden." gumam Syakira.

__ADS_1


Tangan nya terulur untuk mengusap layar ponselnya lagi, mengklik foto profil nomer seseorang.


"Heh, ngapain sih lama-lama di luar negri, nggak rindu rumah apa! emang di luar negri ngapain sih? cari bule?" sungut Syakira kesal.


Kenapa dia malah sewot seperti ini coba!


Aaaa !!


Syakira mengacak rambutnya kesal.


"Jangan jatuh cinta, kamu nggak boleh mencintai!" Syakira terus mengulang kata-kata itu, hingga akhirnya mata nya terpejam dan tertidur lelap.


Haciw !!


Haciw !!


"Mana obat flu nya!" teriak Rayden marah.


Sedari tadi dia terus bersin-bersin, hidung nya seolah gatal dan meminta untuk di gesek.


"Ini obat nya tuan, tapi sepertinya anda tidak flu tuan." ucap Rico, dia memberikan obat yang di minta majikan.


"Lalu apa kalau bukan sakit! cepat panggil Dokter! aku tidak mau tau besok acara penting, aku tidak mau terlihat jelek di hari penting!" kesal Rayden sambil meminum dua obat sekaligus.


Rico hanya bisa menghela nafas nya, dia menelpon dokter sesuai dengan permintaan majikan nya.


Rayden sudah berhenti bersin, hidungnya nampak memerah dan jelas itu tidak membuat ketampanan nya mengurang sedikitpun.


"Mungkin ada yang membicarakan anda tuan." kata Rico hati-hati.


"Aku tidak percaya! siapa memang nya yang berani membicarakan ku!" Rayden masih saja emosian.


"Mungkin nona Syakira tuan, dia mungkin merindukan anda" jawab Rico asal.


Alih-alih marah Rayden malah tersenyum.


"Menurut mu apa yang dia rindukan dari ku? apa dia menyukai ku?" tanya Rayden lagi, dia malah menjadi terlihat konyol.


Rico mengangguk.


"Tentu saja, anda sempurna tuan. Nona Syakira pasti menyukai anda." balas Rico lagi, semakin asal.


Rayden tertawa senang, entah kenapa dia suka saat mendengar jika Syakira merindukan nya.


"Carikan obat untuk membuat hidung ku kembali normal, seperti nya aku akan flu. Dan pastikan tidak ada ingus yang membuat penampilan ku kacau." perintah Rayden tidak ragu-ragu.


Dia pikir obat apa yang bisa menyembuhkan dalam waktu beberapa jam, tapi mengingat dia waras Rico memilih tidak banyak bicara.


Dia memilih diam dan mengikuti perintah majikan konyol nya.


"Cinta benar-benar membuat anda gila tuan."


"Aku harus terlihat tampan, cepat cari obat itu kalau perlu aku mau lima menit lagi. aku ingin menelpon nya, dia akan kaget melihat hidung merah ini."


"Baik tuan."


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2