Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Rico yang malang.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Resmi menjadi sepasang kekasih, Syakira sudah tidak canggung untuk memperlihatkan keperdulian nya, seperti sekarang ini Syakira dan Rayden tengah makan di salah satu restoran yang ada di dekat perusahaan Rayden.


"Enak nggak?" tanya Syakira.


"Lumayan." balas Rayden singkat.


"Hah lumayan? ini tuh sup buntut terenak tau!" Syakira menyuapkan makanan ke mulut nya.


"Kan beda lidah beda rasa sayang." ahk iya, untuk beberapa jam ini Rayden memang terus memanggil Syakira dengan sebutan sayang.


Biar romantis, begitu pikir nya tapi lain dengan Syakira yang masih memanggil aku kamu dan terus begitu.


"Dari 1 sampai 10 berapa rasa nya?" tanya Syakira lagi.


Rayden terdiam, lalu melihat Syakira yang makan dengan khitmat itu.


"Mungkin 6." balas Rayden sambil membuka mulut nya.


Syakira menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Rayden, padahal jelas-jelas makanan nya sangat enak bahkan Syakira menyukai kuah nya yang terasa sangat pas di lidah nya itu.


"Sayang suapin lagi." kata Rayden.


Astaga menggemaskan!


Syakira melakukan nya, dia menyuapi Rayden dengan wajah senang nya, dan begitupun dengan Rayden yang menerima suapan nya dengan senang karena makanan itu di berikan oleh tangan Syakira.


"Nanti aku pulang ya, mau mandi bau soalnya." ucap Syakira.


Dua sadar penampilan nya saat ini bahkan terlalu meresahkan, bagaimana tidak Syakira yang berpenampilan tidak rapih dengan wajah yang terlihat berminyak itu sedang makan bersama pria tampan.


Penampilan Rayden adalah keterbalikan dari Syakira, Rayden nampak tampan dan penih kharisma dengan pakaian kerja nya itu, dan jangan lupakan asesorisnya yang harga nya pantastis itu.


"Ngapain, kamu cantik kaya gitu kok." kata Rayden jujur.


Dimata nya Syakira memang cantik apa adanya, dan dia suka Syakira den segala kesederhanaan nya.


"Gombal kamu, untung aku nggak lebay kalau lebay kaya yang lain udah pasti teriak-teriak aku." sahut Syakira sambil memasukan makanan ke mulutnya.


Melupakan tatapan orang sekitar yang nampak aneh melihat nya, Syakira sangat percaya diri dengan penampilannya yang kusut itu, lagi pula apa pentingnya pandangan orang? Syakira tidak perduli semua itu.


"Kamu mandi di kantor saja." ucap Rayden sambil menerima suapan dari Syakira.


Rasanya dia tidak ingin kehilangan moment sedikit pun dengan Syakira, dia ingin terus bersama gadis itu, bahkan jika bisa dia ingin tinggal dengan Syakira berdua.


Tapi itu tidak mungkin mengingat tugas nomer satu nya sekarang adalah mendapatkan restu dari Dad Bastian, dan setelah itu langsung menikah dan.. tentunya mendapatkan Syakira seutuhnya.


"Emang ada baju?" tanya Syakira.


Rayden mengangguk cepat.


"Ada, sebentar." Rayden mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang.


Syakira melihat kekasihnya yang sedang menelpon itu sambil memakan kentang, bibir nya tidak henti-hentinya mengunyah, Syakira benar-benar mencintai makanan.


Setelah selesai menelepon Rayden langsung melihat Syakira yang sedang makan, gadis itu nampak asyik dengan makanan nya bahkan tidak sadar jika dia sedang menatapnya.


"Ndut ku yang cantik, makan terus aja kalau udah gendut baru tau rasa, haha tapi tidak apa-apa meskipun kamu gendut pun aku akan tetap menyayangimu sayang." batin Rayden.


Sedangkan di tempat lain, Rico mendapatkan panggilan telpon dari sang tuan muda, Rayden menyuruh nya untuk membelikan pakaian wanita yang sangat cantik.

__ADS_1


Dan di sini lah saat ini dia berada, di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di tengah-tengah kota, membelikan barang yang di minta Bos nya.


"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan toko.


"Saya ingin membeli satu set pakaian dalam wanita." ucap Rico dingin, jangan lupakan kacamata hitam nya yang membuat penampilan nya semakin terlihat cool.


"Kalau boleh tau ukuran berapa pak?" tanya pelayan itu ramah.


Rico menurunkan kacamata nya, lalu menatap tajam pelayan toko di depan nya.


"Apa wajahku terlihat tua?" tanya nya.


Dan dengan cepat di jawab dengan gelengan kepala oleh si pelayan itu.


"Anda terlihat masih muda pak, seperti seumuran kakak saya!" balas si pelayan, tentu nya sangat ramah.


Tapi tentu tidak di telinga Rico yang mendengar nya menjadi kesal, secara tidak langsung pelayan itu telah berani mengatai nya tua! dan dia tidak suka karena menurutnya dia masih muda.


****!


"Bisa tidak memanggilku pak? itu terdengar sangat tua!" ucap Rico dengan nada dingin nya.


"Baik pak, eh tuan." ucap pelayan wanita itu bingung.


Lalu memberikan beberapa model, tapi tentunya Rico yang geli melihatnya tidak ingin melihatnya, bukan karena dia pria yang belum menikah.


Tapi karena ancaman tuan muda yang sangat kejam.


"Awas saja jika kau melihat pakaian nya, tutup mata mu saat membeli nya aku tidak mau tau milik ku tidak bisa di lihat oleh orang lain!" begitulah kira-kira pesan ancaman dari tuan posesif nya.


"Tinggi nya 164 cm dan berat badan nya 57 kg, pilihkan yang menurut mu pas di ciri-ciri itu." lanjut Rico lagi.


Dalam hati dia ingin mengerutu, bagaimana tidak untuk pertama kalinya tuan muda nya memberikan pekerjaan yang sangat berat untuk nya.


Tentunya setelah ini pekerja Rico masih belum selesai, dia juga harus melakukan satu tugas lagi yaitu membelikan dress cantik untuk calon nona muda nya, yaitu Syakira.


Kembali ke pasangan yang di landa asmara itu, kini Syakira dan Rayden sudah kembali ke kantor, saat ini Syakira tiduran di kamar khusus yang ada di ruangan CEO, sedangkan Rayden pria itu memilih bekerja karena dia masih memiliki pekerjaan.


"Kok lama sih, pengen mandi gerah." Syakira yang bosan memainkan ponselnya mulai tidak bisa diam.


Kaki jenjang nya melangkah, Syakira memegang klop pintu dan setalah pintu terbuka dia berjalan mendekati meja kerja Rayden.


Syakira terkekeh pelan saat melihat Rayden yang sibuk dengan layar laptop nya, dengan langkah yang pelan dan hampir tak terdengar Syakira langsung memukul punggung Rayden.


Dor !!


"Haha kaget nggak?" tanpa rasa berdosa Syakira malah tertawa.


Rayden mengusap dada nya pelan, dalam bayangan nya jika gadis lain mengagetkan mungkin akan dengan cara memeluk atau mencium kekasihnya.


Tapi Syakira? gadis itu memang kain dari yang lain, mana ada orang yang mengagetkan kekasihnya dengan memukul punggung nya? bukan hanya kaget, tapi sakit juga.


"Duduk?" tanya Rayden menepuk paha nya, mencoba biasa saja padahal punggung nya masih sakit.


Syakira menggelengkan kepalanya.


"Nggak ahk, baju nya mana? udah gerah." balas Syakira.


"Masih di jalan, tunggu sebentar lagi." sahut Rayden.


"Oh, ok." Syakira berjalan mendekati Rayden, dan tanpa basa basi dia memijat kepalanya Rayden lembut.


"Enak sayang." ucap Rayden sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Ternyata seperti ini rasanya memiliki istri.. istri? entahlah bagi Rayden dia sudah seperti memiliki istri, apalagi mengingat kejadian di restoran tadi, dimana Syakira menyuapi nya dengan semangat bahkan Rayden sampai tidak sadar jika dia dan Syakira makan sangat banyak.


Dan itu adalah rekor makan terbanyak nya, bersama Syakira Rayden bisa menjadi diri sendiri, dan hanya bersama Syakira Rayden merasa hidupnya lebih berwarna.


"Daddy juga suka di pijat kepalanya." ucap Syakira sambil tersenyum.


Tiba-tiba datang Rico, yang membuat Syakira langsung melepaskan tangan nya dan berjalan mengambil paper bag yang ada di tangan Rico.


"Makasih bang Rico." kata Syakira sambil tersenyum.


"Tutup mata mu!" kata Rayden.


Syakira replek menutup mata nya, tapi tidak dengan Rico yang melihat taun muda nya dengan wajah bingung nya.


"Jangan sekali-kali berani melihat senyuman nya, itu hanya milik ku dan hanya untuk ku!" kata Rayden menatap sinis Rico.


Huh..


"Dasar tuan posesif!" batin Rico sebal.


"Dari pada kau? jomblo!" batin Rayden.


"Baru jadian berapa jam saja sombong." batin Rico.


"Sekali lagi berani bicara aku akan memotong gaji mu, dasar Jomblo!"


Hufh..


Rico keluar dari ruangan CEO.


Dan kini tinggallah Syakira dan Rayden berduaan.


"Aku akan mandi, jangan mengintip ya." kata Syakira sambil berjalan ke arah kamar yang ada di ruangan tersembunyi.


Rayden hanya mengangguk, dan melihat Syakira yang masuk ke dalam kamar itu.


Beberapa saat berlalu..


"Tolong!" teriak Syakira.


"Ada apa?" tanya Rayden terlihat khawatir.


Syakira mengeluarkan sedikit kepalanya.


"Aku menstruasi, tolong belikan pembalut ya sayang." pinta Syakira santai.


Pembalut?


"Buruan, darah nya netes kemana-mana nanti." lanjut Syakira lagi, lalu menutup pintu nya.


Rayden terdiam untuk beberapa saat, sampai akhirnya dia memilih menelpon Rico.


"Belikan pembalut wanita, sekarang!"


Tut!


"Semoga saja darah nya tidak menetes, kasihan pasti Ndut ku kesakitan, tapi seperti apa rasanya? aku harus menelpon Syaka."


🌹


Jeng-jeng..😆


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2