
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Ceklek..
Syaka membuka pintunya, dia berjalan dengan langkah pelan untuk masuk ke ruang tamu, matanya menelaah setiap juru sampai akhirnya Syaka bisa bernafas lega.
"Aman." gumam Syaka sambil mengusap dada nya.
Tapi baru juga dia akan berjalan menaiki tangga saat itu juga terdengar suara sapu lidi, yang seketika membuat Syaka membalikan tubuhnya.
"Wae bagus! dari mana?" tanya Mom Fallen dengan wajah galak nya.
"Dari anu Mom.." Syaka gelagapan menjawab nya.
Apalagi tatapan Mom Fallen sangat tajam di tambah sapu lidi sudah di tangan membuat Mommy nya itu terlihat sangat menakutkan.
Glekk..
Syaka menelan ludahnya saat Mom nya berjalan mendekatinya, apalagi tangan Mom Fallen terus mengangkat sapu lidi nya seperti akan benar-benar memukul nya.
Bukkk !!
Bukkk !!
Pantat Syaka mendapatkan beberapa pukulan sapu lidi dari sang Mommy.
Mom Fallen tidak habis pikir dengan putra nya yang nakal ini, bisa-bisa nya pulang malam-malam dan mabuk-mabukan seperti anak kurang kasih sayang saja.
"Siapa yang ngajak beginian!" tanya Mom Fallen tajam.
"Nggak di ajak, tapi keinginan sendiri Mom." balas Syaka jujur.
"Enak?" tanya Mom Fallen.
Dan Syaka menggelengkan kepalanya, lalu menunduk karena tau dia salah.
"Maaf Mom." Syaka tidak berani menatap ke arah wanita yang melahirkan nya itu.
Beginilah Syaka saat melakukan kesalahan, dia tidak berani menatap wajah kecewa Mommy nya.
Huh..
Mom Fallen menarik nafasnya panjang, lalu menyimpan sapu lidi nya di sopa.
"Sini duduk." Mom Fallen menepuk sopa.
Dan Syaka yang melihat itu menurut, dia mendudukkan bokong nya di dekat Mommy nya.
Tangan Mom Fallen terulur untuk mengusap punggung putra nya, lalu matanya menangkap Syaka yang masih menunduk.
__ADS_1
Dia tau jika dia antara ketiga anak nya Syaka lah yang paling nakal, bisa di bilang juga Syaka mengikuti sebagian gen suaminya. Dan Mom Fallen tau semua itu karena dari dulu yang dia takutkan adalah Syaka, bukan Syakira ataupun Syakila, tapi yang dia khawatirkan adalah anak laki-laki nya yang tidak bisa menjaga diri.
"Maaf Mom." lanjut Syaka mengulangi ucapan nya lagi.
"Iya, Mom maafkan tapi lain kali kalau butuh hiburan lebih baik curhat sama Mom, jangan di lampiaskan dengan hal aneh-aneh" kata Mom Fallen sambil mengusap wajah lelah Syaka.
"Iya Mom nggak akan lagi." Syaka masih tidak mau menatap Mom Fallen.
"Ya sudah kamu bersih+bersih dulu, terus tidur." kata Mom Fallen lagi.
Dan Syaka mengangguk, lalu berjalan menaiki tangga menuju lantai atas ke kamar nya.
Meninggalkan Mom Fallen yang baru beranjak dari duduknya.
"Pergaulan anak muda memang selalu aneh-aneh, semoga saja Syaka tidak lebih dalam mendalami dunia gelap itu." gumam Mom Fallen lalu kembali masuk ke dalam kamar nya.
Dan saat masuk kamar di saat itulah Mom Fallen melihat Dad Bastian yang tengah sakit, suaminya merindukan Syakira yang kini sedang bukan madu di Villa yang ada di pantai X.
"Syakira bilang pulang nya tiga hari lagi, Dad jangan seperti ini kasihan anak-anak." kata Mom Fallen sambil mengusap lembut lengan suaminya.
Dad Bastian demam, dan dia terus mengigau nama sang putri.
Mom Fallen yang melihat itu hanya bisa tarik nafas saja, lalu ikut merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan masuk ke dalam pelukan suaminya.
Dan ya rasanya panas, tubuh menggigil suaminya membuat nya bisa dengan jelas merasakan panas di tubuh suaminya.
Sebenarnya Mom Fallen ingin menelpon Uncle Toni, tapi di larang suaminya karena meski merindukan putrinya Dad Bastian juga tidak mau mengganggu moment honeymoon sang putri.
"Jangan sayang, aku ingin kabar bahagia dari mereka." balas Dad Bastian menolak.
"Tapi kondisi mu nanti bisa parah, kau juga harus memikirkan nya." Mom Fallen memegang tangan suaminya.
Dad Bastian melirik istrinya, wanita cantik yang selama dua puluh satu tahun menemani nya hidup.
"Bersamamu aku selalu merasa sehat, cukup temani aku." kata Dad Bastian sambil mencium tangan sang istri.
Dan Mom Fallen tidak bisa berkata-kata lagi, dia bukan sosok yang lebay dan juga pandai berkat romantis, sepanjang malam dia menemani suaminya dari mengganti kompresan sampai keduanya benar-benar terlelap dengan Mom Fallen yang di pelukan Dad Bastian.
Pagi hari nya, Syaka yang baru terbangun dari tidur panjang nya mengerejapkan matanya berkali-kali saat sinar mentari mulai masuk ke celah-celah jendela nya.
"Kenapa di buka gorden nya!" kesal Syaka pada sosok di depan nya.
Dan saat sosok itu membalikan tubuhnya saat itulah Syaka kaget.
"Yuna!" kaget Syaka matanya membulat sempurna.
"Aku seperti nya mimpi lagi." Syaka menampar pipi nya berulang kali.
Dan Ayuna yang melihat itu terkekeh pelan, lalu berjalan mendekati Syaka.
"Tuan muda di suruh nyonya besar ke bawah, katanya tuan besar sakit."
__ADS_1
"Bibi!"
"Iya Tuan? mau sarapan sekarang?"
"Astaga aku sudah gila! kenapa di mana-mana aku terus melihat Yuna." Syaka menjambak rambutnya kasar.
Membuat si bibi pembantu itu kaget dan langsung cari aman dengan keluar dari kamar, ini pertama kalinya tuan muda nya mengamuk seperti ini.
Dengan malas Syaka berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci mata nya, gara-gara mabuk kemarin malam dia menjadi seperti ini terus terbayang-bayang wajah Ayuna.
Dan pagi hari di tempat lain, Willy yang baru bangun dari tidurnya juga nampak kaget saat di kamar nya ada seorang wanita yang sedang duduk di depan meja rias.
"Hey kau sedang apa di kamar ku!" teriak Willy sambil memijat kepalanya yang terasa pusing.
Seperti nya mabuk nya yang malam tadi adalah yang terparah karena Willy tidak sedikitpun mengingat semua yang terjadi di malam tadi.
Feni tentu saja kaget dengan ucapan yang terlontar dari bibir si bule.
"Kamu nggak salah ngaku-ngaku kamar ini kamar kamu? jelas-jelas ini kamar aku." Feni beranjak dari tempat duduk nya.
Lalu berjalan mengambil tas kecilnya, dia akan berangkat kuliah beberapa menit lagi, dan mungkin tidak akan keburu sarapan karena hampir telat.
Willy semakin pusing, dan dia cukup kaget saat melihat gadis yang duduk tadi adalah gadis galak yang menyebalkan itu.
"Kamu!" Willy kaget.
"Apa! mau marah-marah lagi? dasar nggak tau diri sudah di kasih numpang tidur malah galak sama yang punya kamar, dasar nggak jelas!" Feni menatap sinis Willy, lalu berjalan begitu saja dengan wajah kesal nya.
"Seperti nya tadi malam aku benar-benar mabuk parah, astaga aku sampai menginap di kamar gadis menyebalkan itu." Willy perlahan turun dari ranjang.
Kaki nya berjalan keluar kamar, dan saat sedang melihat sekeliling kamar itu Willy melihat seorang wanita yang seusia Mommy nya.
"Sudah bangun ternyata, ayo ikut sarapan." ajak ibu Desi ramah
"Seperti nya saya salah masuk apartemen." Willy menjawab dengan wajah bingung nya.
"Tidak salah, hanya saja tadi malam kamu mabuk dan anak ku Feni tidak tau tempat tinggal mu jadi ibu saran kan saja kamu masuk ke kamar Feni." jelas ibu Desi.
Dan Willy hanya mangut-mangut mendengar penjelasan itu.
"Kalau begitu saya pulang dulu, maaf merepotkan ibu dan anak ibu." ucap Willy merasa canggung.
"Tidak sarapan dulu?" tanya Ibu Desi.
Dan Willy menggelengkan kepalanya.
"Saya tidak suka merepotkan orang lain, terimakasih." dan setelah mengatakan itu Willy keluar dari apartemen yang di tempati ibu Desi dan Feni.
"Ke**napa aku sampai tidak ingat kalau aku pulang? astaga si narsis Syaka pasti hanya mengantarkan ku samai lobby, memang teman yang tidak bisa di andalkan." batin Willy kesal sambil berjalan ke arah apartemen nya yang kebetulan satu lantai dengan dengan apartemen Feni.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏