
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Masih di rumah Rayden, lebih tepatnya di kamar Rayden yang penuh dengan foto-foto Syakira yang terpajang di nakas, ding-ding ataupun kasur nya.
Untuk pertama kalinya Syakira merasa sangat di cintai, meski Rayden terlalu bucin dan lebay menurut Syakira. Tapi terlepas dari semua itu Syakira bahagia karena untuk kedua kalinya dia mencintai pria yang juga bisa membalas rasanya.
"Besok aku akan ke luar negri lagi." suara itu seketika membuat Syakira yang sedang makan cemilan nya menghentikan acara makan nya.
Dia membalikan badannya dan menatap pria yang kini duduk di depan nya itu.
"Kenapa mendadak?" tanya Syakira.
Rayden bisa melihat wajah kecewa Syakira, tapi dia juga tidak bisa menunda kepergian nya lagi karena perusahaan nya yang di luar negri juga membutuhkan nya.
"Ini sudah di rencanakan, hanya saja aku lupa memberitahu mu." jelas Rayden lagi.
Syakira menunduk, yang dia tau Rayden akan pergi satu Minggu lagi, tapi jika Rayden pergi nya besok itu tandanya dia akan kembali LDR untuk waktu yang lama.
"Berapa lama?" tanya Syakira.
"Hanya tiga Minggu tapi aku usahakan sepuluh hari sebelum pernikahan kita aku akan pulang." balas Rayden menyakinkan.
Tapi entah kenapa Syakira masih merasa berat, dia tidak tau kenapa rasanya sangat berat tapi yang Syakira yakini perasaan nya sekarang adalah perasaan cinta yang tidak rela berpisah.
Rayden mengusap kepala Syakira, di kecup nya beberapa kali kening gadis yang masih berekspresi kaget itu, Syakira terlalu pandai menyembunyikan kesedihannya sehingga Rayden tidak bisa membaca pikiran calon istrinya itu.
"Menangis lah jika kau ingin menangis." kata Rayden.
"Aku kesal dan merasa tidak rela." Syakira menjeda ucapan nya.
Matanya melihat Rayden, lalu menunduk lagi.
"Apa tidak bisa di wakilkan saja?" lanjutnya dengan wajah serius.
Tidak ada lagi Syakira yang tengil yang selalu ceria, saat ini yang Syakira perlihatkan adalah raut wajah serius, berharap Rayden tidak benar-benar serius pergi.
Entah kenapa perasaan nya mengatakan hal lain, Syakira merasa dia akan sangat kehilangan dan merasa di tinggalkan.
"Tidak bisa, andai itu bisa aku pasti akan sangat senang, tapi perusahaan di luar negri sedang Benar-benar membutuhkan pemimpinnya." jelas Rayden, bukan niat hati tidak mau diam bersama sang kekasih.
Tapi dia juga banyak yang harus di pikirkan, ini bukan hanya menyangkut perusahaan nya saja tapi juga nasib orang banyak, tentunya sebagai seorang pemimpin di perusahan dia harus bertanggung jawab dengan semua karyawan nya.
Syakira tiba-tiba mengeluarkan air matanya, dan entah kenapa air matanya keluar begitu saja tanpa permisi, Rayden yang melihat itu langsung memeluk Syakira menenangkan gadis nya jika semaunya akan baik-baik saja.
"Aku akan pulang kembali, aku janji." kata Rayden.
Syakira tidak menjawab, dia sibuk menangis di pelukan Rayden.
"Kenapa dengan aku, kenapa aku merasa berat membiarkan nya pergi! Syakira kau tidak lemah kenapa menjadi cengeng seperti ini." batin Syakira di sela tangisan nya.
__ADS_1
Rayden melepaskan pelukannya, dia menatap wajah sang kekasih yang berderai air mata itu, sungguh demi apapun dia tidak rela melihat kekasihnya itu menangis.
Cup..
Cup..
Rayden memberikan kecupan di kedua mata Syakira.
"Maaf aku cengeng, aku nggak tau kenapa aku sedih seperti ini, maaf." Syakira malah semakin menangis.
Pandangan keduanya beradu, Syakira masih terus mengeluarkan suara isakan nya, lain dengan Rayden yang tertawa kecil saat melihat Syakira yang keluar ingus dari hidungnya.
Dengan santai Rayden mengusap ingus itu menggunakan tisue, Syakira masih diam dia benar-benar sedih dan tidak perduli jika makara nya mungkin rontok dan bedak nya pun pasti sudah luntur.
"Aku mencintai mu." kata Rayden.
"Aku juga mencintaimu." balas Syakira.
Keduanya bertatapan, Syakira yang di tatap dengan jarak sangat dekat itu seketika tangis nya hilang.
Dan entah moment nya yang pas atau keduanya yang sama-sama saling menginginkan bibir keduanya menempel, ekspresi keduanya masih sama-sama tidak terbaca sampai akhirnya Rayden membuka sedikit bibirnya dan entah naluri dari mana Syakira pun mengikutinya.
Ciuman yang di penuhi hasrat saling menginginkan pun terjadi, Rayden yang sudah mendapatkan ciuman itu lidah nya tidak diam dan meminta balasan, Syakira yang tidak tau apa-apa tentunya hanya membuka bibirnya tanpa tau apa yang harus di lakukan.
Hemphh..
Syakira mendorong pelan tubuh Rayden, membuat ciuman itu terhenti seketika.
Rayden tidak menjawab, pria itu menatap Syakira dengan wajah yang belum pernah Syakira lihat.
"Kamu mau apa?" tanya Syakira saat Rayden tiba-tiba menarik pinggang Syakira hingga posisi keduanya menjadi semakin erat.
Rayden memejamkan matanya, hidung mancung keduanya saling bertubrukan, dan sialnya tubuh Syakira tidak bisa menolak karena dalam kepalanya sekarang terisi penuh dengan nama Rayden.
"Aku menginginkan mu." kata Rayden.
"Aku juga." Syakira replek menjawab.
"Syakira!" panggil Rayden.
"Ya.." jawab Syakira lembut.
Jantung keduanya sama-sama berdegup dengan kencang, bahkan tanpa sadar Syakira mengalungkan tangannya di leher Rayden, yang membuat keduanya semakin dekat.
Perlahan tapi pasti bibir keduanya kembali menyatu, dengan gerakan malu-malu Syakira yang baru pertama kali berciuman itu membalas ciuman Rayden, dan ciuman itu berlanjut selama beberapa menit.
Tiba-tiba Dretttt !!
Ponsel Syakira menyala.
Syakira yang kaget replek mengigit bibir Rayden, membuat Rayden mengaduh.
__ADS_1
"Maaf, tapi ada suara telpon." Syakira bangkit dan berjalan mengambil ponselnya.
Rayden menghela nafasnya panjang, dia berjalan mengikuti Syakira yang kini duduk di pinggir ranjang.
Cup..
Cup..
Rayden mengecup punggung Syakira, melingkarkan tangannya di pinggang Syakira lagi.
"Halo!"
"Kira di mana? kakak jemput kamu ya, Oma Rosa meninggal." terdengar suara Syaka di sebrang telpon.
"Apa!" Syakira kaget.
"Kamu di mana? cepat pulang kita ke kota B sekarang."
Tut !!
Syakira meremas seprei nya dengan wajah yang berlinang air mata, Rayden yang merasakan tubuh Syakira bergetar langsung melepaskan tangan nya dari pinggang Syakira, dan bertekuk lutut tepat di depan Syakira.
"Maafkan aku, maafkan aku yang tidak bisa menahan, aku memang bodoh dan brengsek maafkan aku." Rayden memeluk kaki Syakira.
Syakira menangis, tidak menyangka jika dia benar-benar kehilangan selama-lamanya kedua Oma nya, pertama Oma Dena dan sekarang Oma Rosa.
Berulang kali Syakira mengerejapkan matanya, tapi nihil ini adalah nyata Syakira merasakan sakit, tapi telinga nya tiba-tiba mendengar suara isakan seseorang, membuat Syakira melihat ke sumber suara.
Dan betaa kaget nya dia melihat Rayden yang menangis memeluk kaki nya itu.
"Astaga!"
"Sayang." Syakira mengusap lembut kepala Rayden.
Rayden mendongkak kan wajahnya ke atas, dan betapa kagetnya Syakira melihat wajah Rayden yang berderai air mata.
"Hey kenapa menangis?" tanya Syakira.
"Aku minta maaf, aku melanggar janjiku untuk tidak merusak mu, maafkan aku." Rayden semakin menangis takut kehilangan Syakira.
"Aku tidak apa, yang terjadi tadi mungkin karena kita sama-sama khilaf, jangan menangis aku mencintaimu." kata Syakira lagi.
"Dan tolong antarkan aku pulang, keluarga ku sudah menunggu aku harus melihat Oma Rosa yang terakhir kalinya." kata Syakira sambil berdiri.
"Oma Rosa kenapa?" tanya Rayden mengusap air matanya dan ikut berdiri.
"Oma meningal, hiks, antar aku."
🌹
Ada yang datang ada juga yang pergi, begitulah hidup. tapi ini novel bukan asli, dan kok aku jadi ikut nangis ya🤧
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏