Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Jantung yang berdebar.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di perjalanan pulang, Syakira yang mengantuk memilih tidur, sedangkan Syaka tidak bisa tidur karena dia bagian menyupir, dan Syakila sendiri gadis itu nampak terlihat lesu di samping nya ada uncle Alex yang tertidur.


Syaka melihat perubahan wajah adiknya, dia bisa menebak perasaan adik nya hanya saja dia tidak mau berkomentar, dia hanya ingin memantau dan untuk masalah berjuang biarlah adik-adik nya mandiri mengejar cinta nya.


"Kila sudah sampai, bangunkan uncle Alex." kata Syaka.


"Iya," balas Syakila sambil melirik uncle Alex.


Dengan gerakan yang gugup Syakira mengusap lengan uncle Alex.


"Uncle bangun, ini sudah sampai." ucap Syakila


"Uncle." panggil Syakila lagi, kali ini tangan nya memegang pipi uncle Alex, menepuk pelan.


Membuat pemilik wajah itu langsung bangun, membuka matanya dan hal yang pertama dia lihat adalah wajah Syakira.


Keduanya bertatapan untuk beberapa detik, Syakila hampir saja terpana dengan duda 37 tahun itu, begitupun dengan uncle Alex yang juga terpesona dengan wajah Syakila yang sangat natural itu.


"Dia terlihat cantik, kenapa perasaan ku menjadi aneh pada nya. sadar Alex! dia keponakan mu." batin uncle Alex.


"Uncle kau terlihat tampan, apa ini adalah akhir dari perasaan ku pada mu uncle, apa aku memang harus benar-benar melupakan cinta ini?. jujur saja meski sudah tau uncle hanya menganggap ku sebagai keponakan saja aku masih berharap untuk menjadi wanita beruntung itu." batin Syakila.


Sampai akhirnya sebuah deheman batuk aki-aki membuat keduanya saling membuang muka.


Ekhem !! (Anggap aja suara batuk Syaka).


"Sudah sampai?" tanya uncle Alex mengalihkan perhatian.


"Iya, ahk sudah." sahut Syakila salah tingkah.


Syaka yang tau posisi keduanya langsung melirik adik nya, lalu melihat jam yang ada di tangan nya.


"Kila antar uncle Alex ke depan apartemen nya, ada waktu setengah jam lagi sebelum pintu rumah di kunci. jadi kamu bisa mengantar uncle Alex 5 menit." kata Syaka.


Dia tau keduanya seperti butuh ruang, dan lima menit adalah toleransi nya untuk adik nya tersayang itu, tidak mau membiarkan Syakila berduan terlalu lama.


"Ayo uncle." ucap Syakila, dia turun duluan.


Sebelum uncle Alex turun Syaka bersuara.


"Jangan macam-macam, hanya lima menit dan kalau lebih jangan salahkan aku kalau uncle memiliki dua benjolan." kata Syaka dingin.


"Bukan dua, tapi tiga." Syakira yang bangun ikut menimpali.


Uncle Alex hanya mendeuhem, sikap posesif antar saudara itu jujur saja membuat nya salut, dia keluar dari mobilnya dan berjalan di bantu oleh Syakila.


Syaka dan Syakira melihat Syakila dan Uncle Alex yang berjalan ke arah lobby apartemen, lalu saling pandang.


"Aku juga mau menemukan pria seperti uncle Alex." ucap Syakira juga mau memiliki seseorang yang mencintai nya.


"Bukan nya kamu sudah mendapatkan nya?" balas Syaka.

__ADS_1


"Kak Syaka sotau." sahut Syakira sambil memanyunkan bibirnya.


Membuat Syaka gemas dan mencubit pipi adiknya.


"Jangan di tahan, kalau suka bilang, dan kalau enggak juga harus bilang, kamu tau kan rasanya di PHP in itu sakit." lanjut Syaka, menceramahi.


Padahal dia bahkan belum pernah memiliki pengalaman berpacaran, tapi meski begitu tentu saja jika dia mau Syaka bisa mendapatkan wanita cantik manapun, hanya saja dia tidak melakukan nya karena apapun yang dia lakukan imbasnya akan datang pada kedua adik perempuan nya.


"Maksud kak Syaka apa?" Syakira pura-pura tidak tau.


"Yakin nggak paham?" Syaka mendekatkan wajahnya ke wajah adiknya.


Dan Syakira mengangguk dengan memperlihatkan wajah polosnya.


"Aku nggak paham, kak Syaka nyindir aku atau nyindir diri sendiri." celetuk Syakira yang membuat Syaka bungkam.


Adiknya yang satu ini memang selalu punya cara untuk membuat nya bungkam dan tidak bisa berkata-kata lagi, tentunya dengan ucapan nya yang singkat padat dan jelas tapi bermakna besar.


"Kak Syaka, lihat ada tukang bakso, mau enam bungkus dong." kata Syakira melihat gerobak bakso yang mangkal di pinggir jalan.


Kenapa meminta enam bungkus? karena Syakira menghitung jumlah orang di rumah nya, dan mungkin dirinya mendapatkan dua bungkus.


"Kok enam ? bukan nya lima?" Syaka ingin menggoda adik nya.


"Kak Syaka nakal, bilangin Daddy ya kak Syaka udah bilang aku rakus." ancam Syakira.


"Ya, iya jangan di aduin, untuk adik ku yang gembul, kakak mu ini akan membelikan sepuluh bungkus bakso untuk mu." kata Syaka mengalah, dia pun akhirnya memilih keluar dari mobil untuk membelikan bakso.


Sedangkan di lift uncle Alex dan Syakila saling mendiamkan, sampai akhir nya pintu lift terbuka, membuat keduanya langsung berjalan beriringan.


"Uncle istirahat ya, aku pulang dulu, sudah tiga menit." Syakila berusaha untuk tidak canggung.


"Iya, hati-hati ya." uncle Alex menjawab agak bingung.


Lebih tepat ny bingung harus memulainya dari mana, tidak mungkin dia langsung mengatakan jika dia menyukai Syakila.


keponakan nya itu pasti akan ilfil pada nya.


Syakila melangkah, tapi baru dua langkah tangan nya langsung di tarik masuk oleh uncle Alex, yang membuat Syakila kaget bukan main dan sekaligus tegang.


"Kila." panggil uncle Alex.


"Ya, uncle." dengan wajah tegang Syakila menjawab.


Jantung nya berdebar dengan kencang, apalagi saat ini wajah keduanya sangat dekat, tangan Syakila bahkan di angkat ke atas, posisi yang sangat panas dan pernah Syakila tonton di film-film kesukaan nya.


Jangan bilang uncle Alex mau !! Syakila panik, dia terdiam mencoba untuk tenang apalagi uncle Alex tidak membuka suara sedikit pun, membuat nya semakin tegang.


"Apa sakit?" tanya uncle Alex, melepaskan tangan Syakila.


Deg,


Jantung Syakila yang berdetak kencang seketika kecewa, tangan nya perlahan jatuh dan langsung meremas ujung baju nya.


"Tidak uncle, aku pulang." Syakila membalasnya, lalu ingin memegang pintu.

__ADS_1


Tapi sebuah pelukan hangat tiba-tiba dia rasakan, tubuhnya seketika bergetar karena inilah pelukan pertama nya dengan pria lain, selain kakak dan Daddy nya.


"Biarkan seperti ini sebentar saja." ucap uncle Alex.


Syakila tidak menjawab, bibir nya kelu, dia seperti patung.


sampai akhirnya Syakila merasa ini tidak benar, dia langsung melepaskan pelukannya, dan membalikan badannya.


Dan saat itu juga mata mereka berpandangan, kedua nya saling memperlihatkan ketertarikan nya, dan usapan di pipi itu membuat Syakila langsung memejamkan matanya.


"Kamu tumbuh dengan cantik, gadis kecil ku." kata uncle Alex.


Hembusan nafas panas itu membuat Syakila merinding, dia masih memejamkan matanya, dalam kepalanya sudah berpikir jauh dan bahkan terlalu jauh.


Apa ini? apa uncle Alex ingin mencium ku? oh ciuman pertama ku.


Tapi sudah bebarapa detik berlalu, uncle Alex tidak berekspresi, membuat Syakila membuka mata nya dan dia kaget saat uncle Alex masih menatap nya.


"Uncle bisa tidak seperti ini." pura-pura risih, padahal dalam hatinya dia kecewa.


"Kamu tau kenapa aku tidak mencium mu?" tanya uncle Alex.


Syakila menggelengkan kepalanya, dia tidak tau.


"Kamu terlalu berarti untuk di rusak, sama seperti Daddy dan kakak mu yang sangat positif pada mu, aku juga tidak akan membuat mu rusak meski aku harus menahan." lanjut uncle Alex.


Kata-kata yang keluar itu sangat membuat Syakila merinding.


bahkan bibirnya masih syok dan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun untuk memperlihatkan ekspresi wajah betapa senangnya dia malam ini.


"Uncle menyayangi mu."


"Uncle_" terhenti karena suara bel pintu.


"Kak Syaka!" Syakila menutup bibir nya, dia buru-buru menjauhkan diri nya dari uncle Alex, lalu membuka pintu nya.


"Kak_"


"Ayo pulang, sebelum kakak aduin kalian ke Daddy."


"Tapi kak!"


"Tidak ada tapi-tapian, cepat ke mobil atau kakak hajar pacar baru mu ini."


Syakila berlari dengan wajah kesal nya, meninggalkan Syaka yang menatap tajam uncle Alex.


"Heh, kenapa kau melototi ku!"


"Tentu saja karena aku calon kakak ipar mu, uncle jangan bawa adik ku ke apartemen mu, meski aku tau uncle Alex tidak berani melakukan hal apapun pada Syakila, tapi aku sebagai kakak nya tidak suka adik ku di ajak ke ruangan sepi seperti ini, uncle paham maksud ku."


Dan setelah mengatakan itu Syaka langsung pergi.


🌹


jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2