Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Para uncle.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Aku ingin tau sedekat apa kita dulu!"


Jlebb..


Syakila terdiam..


Seketika dia teringat akan masa kecilnya dulu..


Flashback On.


"Uncle, kemari.." teriak seorang gadis berseragam SD.


"Ada apa? kau selalu membuat uncle mu ini berlari." uncle Alex duduk di bangku dekat Syakila.


Ya gadis kecil itu adalah Syakila yang baru lulus SD, dia mendapatkan rekomendasi untuk naik kelas naik ke kelas tiga SMP padahal usianya baru 12 tahun, dan bukan nya pulang Syakila dan kedua saudara nya malah main di taman.


Kini dia sedang berada di taman, ralat di sini mereka tidak hanya berdua, tapi ada juga Syakira dan Syaka yang sedang main di taman di temani ketiga uncle nya yang lain.


"Nilai ku bagus lagi, uncle kan janji mau beliin es krim." Syakila menagih apa yang di janjikan uncle Alex pada nya sebelum dia ujian.


"Wah hebatnya keponakan uncle." mengacak rambut Syakila dengan gemas.


"Nanti uncle belikan es krim yang banyak untuk kamu ya." lanjut nya masih mengacak rambut Syakila gemas.


Tentu perlakuan itu membuat gadis kecil yang sudah masuk puber karena sudah mendapatkan menstruasi pertama nya itu menjadi salah tingkah.


Pipi nya memerah bak kepiting rebus, apalagi saat menatap wajah tampan uncle nya yang kini masih sibuk mengacak rambut nya.


"Pipi mu memerah, ada apa?" tanya Uncle Alex sambil mencubit gemas hidung mancung Syakila.


"Uncle sangat tampan." puji Syakila tanpa malu.


"Uncle apa uncle akan menikah?" lanjut Syakila bertanya.


Dia dengar jika uncle Alex memang tidak pacaran, tapi Syakila yakin jika pria setampan uncle nya itu tidak mungkin tidak ada yang suka, bahkan teman-teman nya yang memiliki wajah pas-pasan saja punya pacar.


Uncle Alex sudah berusia 25 tahun, tapi meski begitu uncle Alex dan ketiga uncle yang lain nya selalu mau jika di ajak bermain di taman, apalagi Uncle Hadian, yang sudah menikah sejak usianya 21 tahun, bahkan sudah punya satu anak laki-laki.


"Tentu saja, uncle tampan mu ini akan menikah." balas cepat uncle Alex.


"Dengan siapa?" tanya Syakila penasaran.


Uncle Alex terdiam, sampai tiba-tiba terdengar suara Syakira yang mengacaukan.


"Kak Kila lomba di gendong yuk, uncle Toni gendong aku loh." suara teriakan Syakira terdengar.


"Mau Uncle gendong?" tawar uncle Alex.


Syakila ragu-ragu mengangguk.


"Tapi kalau berat maaf ya Uncle." kata Syakila sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


"Tidak apa, kamu terlihat manis dengan tubuh mu yang sekarang, Cantik." uncle Alex lagi-lagi membuat gadis lugu di gendongan nya menjadi salah tingkah.


Tertawa, Syakila ikut terjatuh saat uncle Alex terjatuh, alih-alih menangis keduanya malah tertawa dan saling berpandangan.


"Uncle aku berat ya?"


"Nggak, cuman sedikit"


"Uncle bohong ya."


"Nggak bohong, kamu cantik dan lucu."


Flashback off.


"Kila.." uncle Alex menepuk pelan pipi Syakila, membuat Syakila tersadar dari lamunan nya.


"Ahk itu, seperti uncle dan keponakan lain nya, kita sangat dekat dan aku suka tidur di pangkuan uncle." menjawab dengan wajah menunduk.


"Apa kita sampai sedekat itu?." tanya Uncle Alex lagi.


Syakila mengangguk, dia masih menunduk.


"Bahkan uncle selalu mengacak rambutku dengan gemas, dan juga me_" ucap Syakila terhenti.


"Jangan di lanjutkan, itu hal wajar bukan untuk seorang uncle pada keponakan nya." uncle Alex tau akan mengarah ke mana.


Perasaan nya tak nyaman saat Syakila mulai membuka perlahan belahan masa lalu yang dia lupakan itu.


dan entah kenapa Uncle Alex merasa malu jika dia benar-benar melakukan hal aneh-aneh pada keponakan nya ini.


Apalagi Syakila sekarang tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, tubuh ideal dengan tinggi badan yang pas, semakin membuat Syakila sangat luar biasa untuk di pandang lama.


"Aku sangat suka vanila, uncle selalu membelikan es krim kesukaan ku, memanggilku cantik dan lucu, bahkan tak jarang uncle juga menggendong ku." kembali mengingat masa kecilnya.


Jedar !!


Uncle Alex di buat bungkam dengan penuturan Syakila, dia pikir Syakila akan mengatakan jika di masa lalu kedekatan nya itu terlalu intim, seperti mencium..


Tapi ternyata tidak, Syakila malah mengatakan hal-hal biasa yang di lakukan seorang uncle dan keponakan nya.


Tiba-tiba pintu terbuka..


"Uncle Ton." Syakila tersenyum melihat kedatangan kedua Uncle nya.


"Astaga, keponakan manis ku kenapa ini? kau di lukai duda tua ini?" Uncle Toni duduk di sopa.


"Hey! siapa yang kau sebut duda tua!" uncle Alex menatap tajam pria yang baru dia kenal dua bulan ini, Asisten nya bilang mereka bersahabat sejak SMP, dan sampai sekarang.


Nasib memang tidak ada yang tau, siapa yang akan menduga jika uncle Toni yang banyak gaya di masa muda nya kini sudah menjadi seorang dokter.



(Visual Uncle Toni)


"Diamlah, aku sedang bertanya pada keponakan gemoy ku." uncle Toni mengeluarkan alat medis untuk mengecek kondisi Syakila.

__ADS_1


Sebelum nya uncle Dani sudah menjelaskan di luar apa yang terjadi pada Syakila tadi, dan sebagai uncle yang menyayangi keponakan nya uncle Toni juga merasakan marah dan kesal pada pria bejat itu.


Enak saja keponakan manis dan gemoy nya yang dulu nya dia gadang-gadangkan akan menjadi calon sugar Babby nya, malah di sakiti pria lain, benar-benar pria yang minta di hajar.


"Uncle, kaki ku sakit." adu Syakila.


Uncle Toni mengangguk, dia mulai memeriksa Syakila, dari mulai detak jantung yang terlalu cepat, nadi yang tidak lancar, semuanya tak luput dari pemerikasaan uncle Toni.


"Kila sudah makan?" tanya Uncle Toni lembut.


Membuat uncle Alex menaikan sebelah alisnya ke atas, kenapa dokter di depan nya itu so perhatian pada Syakila.


"Mau makan bersama uncle?" tawar uncle Dani, dia angguki uncle Toni.


"Uncle traktir." lanjut Uncle Toni.


"Dia akan makan bersama ku." uncle Alex menimpali.


"Hey, mana ada dia keponakan ku, kau makan saja sendirian." uncle Toni bangkit dari duduk nya.


"Tapi dia model ku, bukan kah kau tidak mengingat nya sebagai keponakan mu?" Uncle Toni berkata dengan wajah sewot nya.


Syakila sedari kecil sudah terbiasa dengan perdebatan antara para uncle nya, maka dari itu saat melihat perdebatan para uncle nya dia tidak merasa pusing atau terganggu lagi.


"Kita makan bersama saja Uncle." kata Syakila.


"Uncle akan membeli makanan nya, kau mau apa?" uncle Dani melirik dua sahabatnya.


"Nasi padang!" sahut mereka kompak.


Di saat mereka bersama memang makanan yang mereka sukai adalah nasi padang.


"Oke." uncle Dani pun akhirnya keluar dari ruangan CEO.


Kini di ruangan itu hanya ada uncle Toni, uncle Alex dan Syakila.


kaki Syakila yang memar itu di beri obat pereda nyeri yang di oleskan di kaki nya, dan mungkin untuk beberapa hari ini Syakila tidak bisa berdiri tegak karena memar nya cukup lebar.


"Kila, apa Daddy mu tau apa yang terjadi pada mu hari ini?" tanya Uncle Toni.


Tentu dia tau betapa gilanya Daddy Syakila jika sedang marah, apalagi ini menyangkut putri nya yang hampir saja di lecehkan oleh seorang pria bejat.


"Daddy tidak tau." balas Syakila terdiam sebentar. "Tapi Uncle, jangan beritahu Daddy, aku tidak mau membuat Daddy marah, aku ingin menjadi model, Daddy tidak akan mengijinkan ku dia tau aku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan di sini." lanjut Syakila.


Uncle Toni dan Uncle Alex saling melirik, sampai akhirnya..


"Tapi kira, Daddy mu sedang dalam perjalanan, uncle tadi menelpon nya dan_" ucap uncle Toni terhenti...


Dia mendapatkan pelototan dari Syakila dan uncle Alex.


"Jangan marah, Daddy mu tidak akan ma__" ucap Uncle Toni terhenti karena dia mendengar suara pintu yang di tendang seseorang.


Brugkkk !!


"Kau apakan putri ku hah!!"

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2