
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Syakila dan Alex tidak melepaskan pelukannya, setelah permainan panas nya selesai alih-alih tertidur keduanya malah saling berpelukan.
malam semakin larut, tapi keduanya masih belum mengantuk dan masih terjaga.
"Terimakasih." untuk kesekian kalinya Alex mengatakan nya.
"Sudah Mas, makasih terus kan di sini aku juga bahagia. bukan Mas aja." balas Syakila, mencium dada terbuka sang suami berkali-kali.
"Di sini aku yang paling bahagia karena memiliki istri secantik kamu." Alex membalas ciuman sang istri di dada nya dengan mengusap punggung putih sang istri.
"Aku juga bahagia kok punya suami ganteng, putih mulus kaya Mas Alex." sahut Syakila tidak kalah memuji suaminya.
"Tapi aku tua." lanjut Alex merendah.
Syakila menggelengkan kepalanya, lalu mengusap punggung suaminya.
"Nggak apa tua, semakin tua semakin ganteng dan juga berpengalaman." tidak lupa untuk terus menyelipkan pujian pada sang suami.
Keduanya larut ke dalam kebahagiaan nya, Alex akhirnya bisa mendapatkan Syakila dan begitupun sebaliknya. keduanya akhirnya bisa saling memiliki satu sama lain.
Tidak ada canggung antara keduanya, apalagi setelah permainan panas yang sudah dilakukan berulang itu, keduanya semakin lengket dan tidak mau di pisahkan meski itu ke kamar mandi sekalipun.
Seperti sekarang Syakila kebelet pipis, dan Alex dengan sigap menggendong nya, membawa istrinya ke kamar mandi.
"Nggak jijik?" tanya Syakila.
Alex bahkan mengelus kepala nya saat Syakila mulai pipis, dia sedikit canggung untuk hal terlalu jorok seperti ini.
Tapi Alex menggelengkan kepalanya.
"Ngapain jijik, cebokin juga boleh. mau?" tanya Alex santai.
"Nggak perlu, makasih." Syakila menggelengkan kepalanya.
Pipis di depan suami saja sudah ngeri, apalagi kalau di cebokin, nggak kebayang malau nya seperti apa.
Alex terkekeh pelan saat melihat istrinya memperlihatkan ekspresi menggemaskan itu, setelah selesai Syakila kembali di gendong oleh suaminya.
Keduanya kembali ke tempat tidur, saling berpelukan lagi.
"Kalau aku jadi model lagi, boleh nggak?" tanya Syakila.
"Nggak, cukup jadi model di kamar saja." balas Alex.
"Kok mesum sih!" Syakila pura-pura sebal.
"Emang nggak boleh mesumin istri?" goda Alex, memberikan kecupan di bibir sang istri.
Syakila tidak menjawab, dia malah membalas kecupan itu dengan ciuman, yang membuat keduanya kembali ke hasrat yang sudah luluh itu.
"Boleh?" tanya Alex menatap istrinya.
"Tentu saja, aku juga kan mau lagi kalau perlu sampai pagi." balas Syakila asal.
__ADS_1
Hahaha
Alex tertawa mendengar nya.
"Yakin sampai pagi?" tanya Alex dengan suara berat nya.
"Ya yakin lah, ayo lanjut lagi." Syakila mulai mengeluarkan suara manja nan menggoda nya.
Membuat Alex menelan ludahnya kasar, karena gadis bule di depan nya benar-benar hot dan tidak kenal lelah.
Dan akhirnya ronde kesekian pun di mulai, keduanya seolah tidak memiliki rasa cape dan lelah.
"Aunty Tara benar, kalau udah tau pasti doyan." batin Syakila yang sangat menikmati permainan nya.
"Tara benar-benar membuat Syakila menjadi agresif, astaga.." batin Alex yang terus di buat kaget dengan Syakila yang sangat nakal dan membuat nya semakin terbuai ke dalam permainan nya.
Sedangkan di tempat lain, Syakira tengah menyiapkan beberapa data untuk mencari kerja, tidak mau menjadi pengacara lama-lama Syakira ingin mandiri dan tidak beruntung pada kedua orang tuanya.
"Kak Syaka bantuin cari perusahaan bagus dong." pinta Syakira.
Membuat Syaka yang sedang main ponsel di ranjang itu melirik adiknya.
"Gimana kalau perusahaan Rayden, itu perusahaan yang gajinya paling gede sekarang loh. perusahaan Daddy aja kalah." balas Syaka tanpa melihat ke arah Syakira.
"Nggak mau ahk, nanti jadi OB lagi" Syakira menolak.
Pengalaman pertama nya mencari kerja dan menjadi OB membuat Syakira malas, dan sekarang dia sudah memiliki semangat kerja lagi. dan tentunya dia ogah menjadi OB lagi.
"Kata Rayden dia cuman ngetes waktu itu." balas Syaka.
"Mana ada ngetes, bayangin kak Syaka aku di suruh bersihin toilet coba, gimana nggak kesel coba." Syakira berkata dengan wajah nya yang terlihat kesal.
Bahkan di rumah pun Syakira di perlakukan bak princess, tapi beruntung Rayden sudah menjelaskan semua nya, pria itu hanya ingin menggoda Syakira hanya saja mungkin cara yang dia pakai terlalu merugikan Syakira.
"Kalau gitu buka usaha aja, bengkel tambal ban?" celetuk Syaka.
"Nggak mau usaha, mau nya kerja kantoran." balas Syakira.
"Di perusahaan Willy, atau perusahaan uncle Alex, perusahaan Om Darrel, kan banyak tinggal pilih doang." sahut Syaka santai.
Syakira diam, dia berjalan mendekati kakak nya lalu melihat jam yang sudah menunjukan pukul 12 malam.
"Kak Syaka balik kamar gih, aku mau tidur ngantuk." ucap Syakira mengusir kakak nya.
"Nggak mau ahk, mau tidur di sini aja." balas Syaka malah asyik memeluk guling Syakira.
"Kakak!" wajah Syakira mulai tidak bersahabat.
"Iya, bawel. " Syaka bangkit dari tempat tidur.
Sebelum pergi dia melirik adik nya, lalu tersenyum menyeringai.
"Rayden belum nelpon ya, pantes kamu gelisah gitu." celetuk Syaka santai lalu kabur sebelum mendengarkan suara teriakan Syakira.
Syakira ingin berteriak, tapi dia ingat kalau sekarang usianya sudah bukan anak-anak lagi, apalagi kakak nya sudah menikah.
"Kok tumben dia belum nelpon." gara-gara Syaka Syakira menjadi kepikiran dengan Rayden yang masih belum memberi kabar setalah acara resepsi tadi.
__ADS_1
Syakira takut jika Rayden kenapa-kenapa, apalagi tadi Syakira melihat Rayden yang sangat bonyok setelah bertengkar dengan Willy.
Dretttt..
"Halo!"
"Nona, tuan muda sedang berantem dengan tuan Willy." suara Rico.
"Nggak di pisah?" tanya Syakira.
Masih belum berekspresi apa-apa.
"Tuan keras kepala nona, dan yang saya khawatir kan mereka sekarang masih belum selesai saling meninju." balas Rico lagi.
Syakira menghela nafasnya panjang, dia berjalan untuk mengambil jaket nya.
"Kirim alamat nya, aku akan kesana sekarang." ucap Syakira sambil memakai jaket nya.
"Baik nona."
Tut.
"Dasar bocah, bikin hidup orang ribet aja. ternyata ada nggak enak nya juga di perebutkan, mana bikin anak orang berantem lagi" gumam Syakira sambil keluar dari kamar nya.
Syakira berjalan dengan pelan-pelan, dia mengetuk pintu kamar Syaka beberapa kali.
"Hoam, ngapain sih malam-malam ganggu aja." Syaka menguap.
"Kak Syaka antar aku ya, laper mau beli sate." bohong Syakira.
Hoam..
"Ya udah, tunggu di bawah aku ambil jaket dulu." Syaka tidak banyak berkomentar.
Tentu dia percaya-percaya saja karena alasan Syakira memang bisa di terima, dan bukan hal aneh lagi kalau Syakira selalu minta makan di malam hari.
Syakira menuruni tangga, dan saat itulah dia melihat Mom Fallen.
"Mom, aku mau beli makan Mom mau?" tanya Syakira.
"Padahal di kulkas ada rendang sayang." balas Mom Fallen.
"Bosen ahk mom, mau yang aneh makan nya." sahut Syakira lagi.
Dan Mom fallen hanya mengangguk, lalu berjalan pergi ke arah dapur untuk mengambil minum.
"Kak Syaka kok naik motor sih." melihat kakak nya yang membawa helm.
"Kenapa emang?" tanya balik Syaka.
"Nggak apa." balas Syakira malas berdebat.
"Lagian si Rayden sama si Willy ribet banget, bikin orang susah. padahal si Rico kasih aja pisau biar__" ucap Syaka terhenti karena melihat wajah aneh Syakira.
"Kak Syaka tau mereka berantem dari mana!"
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏