
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Dika" Jenita mengigit bibir bawah nya pelan.
"Tidak ada salah nya untuk memulai bukan?" tanya Andika.
Tangan Andika mengusap bibir Jenita, membuat Jenita yang di perlakuan itu tersenyum dan tanpa ragu mengigit jari Andika.
Awww !
"Kenapa di gigit" Andika meringis.
"Biarin, habisnya kamu nakal" sahut Jenita sambil tersenyum dan setelah itu pergi ke kamar mandi.
Andika menatap kepergian Jenita dengan alis terangkat sebelah ke atas, senyuman mengembang di wajah tampan nya.
"Apa sekarang waktu nya?" gumam Andika nampak menimbang.
Terlalu sering tidur dengan Jenita membuat Andika terbiasa terjaga, milik nya bahkan tidak berdiri meskipun Jenita memakai kimono sekalipun.
Dulu dia seperti itu karena dia ingin menjaga Jenita, tapi sekarang? Jenita sudah menjadi milik nya seutuhnya, Jenita sudah menjadi istri sah nya.
Tok..tok..
"Janet!" panggil Andika.
"Ya" sahut Jenita sedikit berteriak.
"Cepat keluar, aku punya sesuatu untuk mu" teriak Andika di balik pintu.
Jenita yang ada di kamar mandi itu terlihat gugup dia sekarang sedang memegang ponsel dan masih berselancar di google untuk cara-cara malam pertama.
"Janet!" teriak Andika lagi.
Huh..
__ADS_1
Jenita yang sedang membaca artikel dewasa itu tidak jadi merinding, suara Andika benar-benar telah mengganggu konsentrasi nya dalam menghafal.
"Dasar Dika bawel" kesal Jenita.
Jenita mematikan ponselnya, dia menyimpan ponselnya di saku celana panjang nya lalu berjalan mendekati pintu.
"Apa sih Dika teriak-teriak mulu bikin aku kes__" ucap Jenita terhenti karena bibir nya di bungkam oleh bibir Andika.
Hemphh..
Andika tersenyum saat merasakan Jenita mulai membalas ciuman nya, perlahan tangan Jenita mulai melingkar di leher suaminya dan Andika juga melingkarkan tangannya di pinggang istri nya yang membuat keduanya semakin dekat.
Keduanya berciuman sangat lama, sering nya keduanya berciuman membuat Jenita dan Andika sama-sama tidak ada yang mau kalah, sampai akhirnya..
Huh..
"Kamu semakin pandai berciuman" kata Andika sambil mengusap bibir Jenita yang basah.
"Tentu saja karena guru nya adalah kamu" sahut Jenita sambil tertawa.
"Oh good, tidak sia-sia aku mengajari mu berciuman sejak kita SMA, aku benar-benar tidak menjauhkan pandangan sedikit pun dari mu Janet" ucap Andika sambil tersenyum.
"Aku sangat menginginkan kamu sejak lama" Andika mencium tengkuk istrinya, dan turun ke bahu dan dada sang istri.
Tangan Jenita juga tidak tinggal diam, dia mengusap punggung suaminya dan menyisir rambut Andika dengan jari-jari nya.
"I love you" kata Andika sambil menatap Jenita.
Entah berapa banyak kata itu Jenita dengar dari Andika, tapi yang jelas Jenita tidak pernah bosan yang ada dia semakin mencintai Andika.
"I love you too, I love you so much honey" Jenita membuka semua pakaian nya dan begitupun dengan Andika.
Keduanya sibuk membuka pakaian nya sendiri, dan setelah sama-sama polos Andika dan Jenita berjalan ke arah ranjang dengan wajah yang terlihat canggung.
"Janet" panggil Andika.
"Ya Dika" Jenita merasa gugup.
__ADS_1
Andika melirik sebentar ke arah Jenita yang tidak memakai pakaian, lalu dia menatap ke tubuhnya sendiri yang juga tidak menggunakan sehelai benang pun di tubuhnya.
"Bagaimana menurut mu?" tanya Andika.
Jenita melakukan hal yang sama di mana dia melihat ke arah tubuh polos suaminya dan tubuh nya yang juga polos tanpa apapun.
"Aku merasa ini konyol Dika, kita sudah lama bersama dan aku merasa seperti baru mengenal mu jika kamu tidak berpakaian seperti itu" jelas Jenita.
"Aku juga merasa hal yang sama, kita sudah sangat lama bersama bahkan untuk tidur pun kita selalu berpelukan, dan sekarang melihat kita satu ruangan yang sama dengan tubuh yang polos, itu terasa geli" balas Andika.
Keduanya terdiam beberapa saat, Jenita dan Andika nampak bimbang untuk memulai nya dengan apa sampai akhirnya Andika mengajak Jenita untuk menonton film.
Dua jam mereka habiskan dengan menonton film, dan anehnya keduanya sama-sama tidak merasakan perasaan apapun.
"Jadi bagaimana?" tanya Jenita pelan.
"Seperti nya kita harus memulai nya tanpa itu Janet" balas Andika.
"Maksud kamu memakai naluri sendiri?" sahut Jenita.
Andika mengangguk, keduanya memulai posisinya masing-masing Jenita di bawah dan Andika di atas nya.
"Bagaimana?" Andika masih saja bertanya.
"Coba yang seperti dulu, kita hampir melakukan nya bukan?" balas Jenita dan Andika mengangguk.
Dan keduanya kembali memulai nya lagi, di mulai dari berciuman hingga akhirnya sentuhan yang lain nya Andika lakukan, dan Jenita mulai meminta yang lebih saat tangan Andika bermain di sana.
Bibir Andika tidak tinggal diam dan terus memberikan ciumman di bibir lalu turun ke leher dan dada Jenita.
"Lakukan sekarang Dika" kata Jenita.
"Hem, aku akan melakukan nya" Andika mencium Jenita dan mulia ke inti nya.
Dan permainan panas yang penuh drama pun baru di mulai.
🌹
__ADS_1
Nggak vulgar soalnya aku nggak mau revisi plus ini lagi bulan puasa ya guys 😁
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏