Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Rindu yang tidak gengsi.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Seminggu berlalu begitu saja.


Seperti biasanya tidak ada keajaiban untuk Syakira, tidak mendapatkan pekerjaan meski dia sudah mencari kerja dengan senyuman yang selebar apapun.


Entah sudah berapa banyak perusahaan yang sudah dia datangi selama seminggu ini, dan nihil tidak ada satupun yang menerima nya, tentunya dengan bebarapa alasan yang sangat tidak asing lagi.


"*Maaf, di sini tidak ada lowongan!"


"Kami sangat berniat untuk menerima anda, tapi mengingat tidak ada pengalaman membuat kami sedikit ragu karena yang di butuhkan perusahaan adalah karyawan yang sudah memiliki pengalaman, maaf*."


Dan ini yang terakhir nya.


"Bagaimana pak? saya di terima kan?" tanya Syakira.


"Sebenarnya tidak perlu memakai ini, tanpa CV pun anda sudah bisa bekerja." kata pria yang memakai pakaian satpam di depan nya.


Membuat Syakira tersenyum senang.


Yess !!


"Saya di sini jadi staf? sekertaris, direktur atau apa pak?" tanya Syakira penasaran.


"Tidak ketiga nya, anda di terima sebagai satpam baru, selamat. kebetulan di sini sangat membutuhkan satpam yang berparas cantik seperti mbak." ucap pria itu.


Yang seketika membuat Syakira melongo kaget, segera dia mengambil CV nya dan menatap sebal satpam itu.


"Ya kali pak lulusan tinggi jadi satpam, bapak emang suka bercanda ya." Syakira menggelengkan kepalanya.


"Lah emang lulusan apa mbak? masa iya lulusan kuliahan tapi pakaian nya gitu." menunjuk pakaian Syakira yang kusut.


Dan mengingat itu membuat Syakira terdiam sebentar, beberapa saat lalu dia membantu nenek-nenek yang di copet, dan pakaian nya kusut karena dia habis menghajar para pencopet yang berjumlah dua orang itu.


Bahkan motor Syakira pun ikut-ikutan mendapatkan banyak goresan karena menabrak tong sampah, jangan lupakan rambutnya yang sedikit berantakan itu.


"Kalau tau aku habis bantu orang dia pasti kaget, tapi untung aku nggak suka pamer jadi sudahlah. cari yang lain aja." gumam Syakira.


Tidak mau berbasa-basi, Syakira memilih pergi dari perusahaan itu. kembali mengendarai motor nya yang lecet karena terjatuh tadi.


"Daddy pasti nggak akan ijinin aku cari kerja lagi, mungkin emang nasib aku harus kerja di perusahaan Daddy dan nggak bisa mandiri seperti Mommy dulu." batin Syakira sambil mengendarai motor nya.


Panutan Syakira adalah mom Fallen, mendengar cerita kehidupan Mom Fallen membuat Syakira berniat untuk menjadi wanita mandiri seperti Mommy nya.

__ADS_1


Untuk menikah? Syakira masih belum memikirkan nya, setelah malam dimana dia melihat pertengkaran Willy dan Rayden Syakira menjauhi keduanya, dia bahkan tidak pernah membalas pesan dari Rayden selama satu Minggu ini.


Menurut Syakira lebih baik di lepas dua-duanya, jika jodoh akan di dekatkan, jika tidak maka dia berharap jodoh saja, dan tentunya yang dia suka sekarang hanya satu.


Rayden..


"Sedang apa dia, apa aku ngelamar kerja di sana aja?" gumam Syakira masih melaju dengan kecepatan sedang.


Karena siang cuaca di jalanan pun mulai panas, Syakira merasa kehausan dan juga menginginkan minuman memilih memarkirkan motornya di pinggir jalan.


Mata nya melihat ke semua arah, sampai akhirnya mata nya tertuju pada tulang es cendol dawet yang ada di sebrang jalan, dan tanpa berpikir panjang Syakira langsung berjalan menyebrang jalan.


"Pak pesen satu ya." ucap Syakira sambil mendudukkan bokong nya di bangku kayu yang di sediakan.


"Siap non." sahut bapak penjual cendol dawet.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya pesanan nya datang, Syakira langsung meminum cendol nya, dan yang terakhir memakan dawet nya.


"Enak pak, nambah satu lagi dong." Syakira selesai menghabiskan satu cup.


"Siap non." sahut bapak penjual cendol dawet nya semangat.


Syakira kembali menunggu lagi, dan seperti biasanya setelah menunggu beberapa menit pesanan nya datang lagi.


"Aduh kenyang banget." gumam nya, ingin sendawa tapi tidak bisa.


"Semuanya tiga puluh ribu non." ucap si bapak duduk di depan Syakira.


"Harga satu nya lima belas ribu? bukan nya lima ribu ya?" tanya Syakira kaget.


Dan dengan santainya si bapak mengangguk.


"Harga gula naik non." balas si bapak lagi.


"Masa sih, bukan nya harga minyak aja yang naik? gula ikut naik juga ya?" masih tidak mau kalah.


Membuat si penjual cendol dawet itu langsung garuk-garuk kepala, binggung menjawab apa lagi dan Syakira yang melihat nya tertawa cekikan.


"Canda pak, ini aku bayar nya lebih biar bapak nya tambah semangat dagang nya." Syakira bangkit, lalu memberikan uang empat puluh ribu pada penjual cendol dawet nya.


Si bapak menerima nya, tapi langsung dia berikan dua puluh ribu lagi pada Syakira.


"Maaf non, sebenarnya harga nya cuman sepuluh ribu, maaf saya bohong soalnya saya pikir non itu bule kaya jadi saya ngasih harga tinggi, anak saya belum bayar SPP sekolah nya jadi saya pikir karena non bule jadi nggak akan paham dengan harga." si bapak jujur.


Dan Syakira yang mendengar nya menjadi tidak tega, merasa kasihan pada si bapak nya.

__ADS_1


"Lain kali bapak harus dagang yang jujur, terlepas dari bapak butuh uang banyak tapi dengan jualan jujur insyaallah uang yang bapak dapatkan itu akan halal dan nggak haram." Seperti biasnya Syakira mengeluarkan kata-kata mutiara nya.


Sebelum pergi Syakira memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan pada si bapak.


"Anggap aja ini hadiah untuk anak bapak biar sekolah nya tambah rajin, bapak semangat jualan nya." Syakira langsung pergi setelah memberikan sejumlah uang yang tentunya akan sangat membantu si bapak.


Syakira kembali mengendarai motor nya, motor moge kesayangan itu membelah jalanan kota sampai akhirnya motor Syakira berhenti tepat di parkiran sebuah perusahaan.


Perusahaan milik Rayden, meski dia menolak karena gengsi nya, tapi dalam hatinya Syakira merasa merindukan pria itu.


"Maaf mau bertemu siapa?" resepsionis itu melihat Syakira dengan wajah jijik nya.


Syakira akui dia memang terlihat tidak layak untuk masuk ke perusahaan itu, apalagi dengan penampilan nya yang sekarang.


"Mau ketemu sama tuan Rayden, udah ada janji." balas Syakira santai.


"Oh, dari perusahaan mana ya?" tanya resepsionis lagi, mata nya kembali melihat Syakira dengan wajah jijik nya.


Membuat Syakira sebal di buatnya, dan dengan sengaja dia menjawab.


"Dari perusahaan cinta yang lam kini sedang bersemi kembali." jawab nya asal.


"Maaf tidak menerima candaan, Mbak bisa pergi dari perusahaan sebelum saya panggil scurity." kata resepsionis itu lagi, wajah nya sekarang lebih ketus dari biasnya.


Padahal beberapa waktu lalu saat pertama Syakira ke tempat ini wanita itu tidak seperti itu, tapi sekarang? dia memperlihatkan taring nya pada nya.


"Santai aja kali mbak, jangan gas gitu aku kan cuman bercanda." balas Syakira masih santai.


"Scurity, di sini ada wanita aneh, tolong bawa keluar sebelum tuan marah." resepsionis itu malah menelpon scurity.


"Jahat banget mbak, tapi siap-siap aja setelah itu mbak di pecat karena sudah bersikap sinis dan mengusir orang tanpa sebab." kata Syakira masih santai.


Sampai tiba-tiba datanglah scurity, Syakira yang melihat itu tidak gentar dan malah menatap bingung scurity itu.


"Ngapain pak?" tanya nya santai.


"Bawa dia pak, dia pengganggu." adu si resepsionis.


Dan saat tangan scurity itu akan menyentuh tangan Syakira, di saat itulah terdengar suara yang penuh ketajaman.


"Jangan menyentuh milik ku atau aku akan membuat mu lupa rasanya memiliki tangan!"


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2