
Clarissa dan Bryan berjalan beriringan menuju keparkiran. Awalnya mereka terlihat canggung, namun Clarissa yang memang sedikit lebih ceria bisa mencairkan suasana.
"Kak" ucap Clarissa mencoba membuka topik.
"Iya Ca" ucap Bryan kemudian melihat Clarissa. Dia terlihat begitu antusias untuk mendengarkan ucapan Clarissa selanjutnya.
"Kita mau makan siang kemana sekarang?" Tanya Clarissa sambil menahan senyumnya karena Bryan terlihat bingung menjawab apa.
Bryan terdiam beberapa lama hingga Clarissa bersuara kembali.
"Kakak belum tahu mau kemana?" Tanya Clarissa memastikan.
Bryan mengangguk sambil tersenyum. Hal ini tentunya membuat Clarissa terdiam sesaat. Entah mengapa dia terpesona dengan senyuman Bryan yang menurutnya begitu langka.
"Hmmm, ya sudah, ayo kita ketempat kesukaan aku kak" ucap Clarissa.
"Ayo" ucap Bryan.
Selanjutnya mereka bercengkrama berdua. Hal itu tentu saja membuat beberapa pasang mata yang melihatnya menatap dengan iri. Namun tidak jarang juga yang mengatakan bahwa mereka berdua sangatlah serasi.
***
Saat ini Clarissa dan Bryan tengah duduk saling berhadapan. Clarissa terus bercerita hingga membuat Bryan sesekali tertawa. Entahlah dia menertawakan ceritanya atau memang tertawa karena begitu bahagia bisa sedekat itu dengan pujaan hatinya.
Clarissa memang terkenal cepat akrab dengan orang baru. Untuk itulah dia mudah sekali berbaur dengan Bryan yang terkenal sangat dingin di sekolahnya.
Namun dia juga merasakan hal aneh ketika melihat tatapan Bryan padanya. Tapi dia tidak ingin ambil pusing.
"Oya kak, aku sepertinya gk bisa lama-lama. Karena aku ada urusan juga sore ini" ucap Clarissa sambil menatap jam tangannya.
Terlihat jelas kekecewaan diwajah Bryan. Karena ini berarti waktu bersama Clarissa juga akan habis. Tapi dia tidak ingin memaksa Clarissa. Bukannya malah mendapatkan hatinya. Nanti Clarissa malah akan menjauhinya.
"Ya sudah, aku antar ya" tawar Bryan. Namun Clarissa langsung menggeleng.
__ADS_1
"Udah ada yang jemput kak. Maaf banget ya kak" ucap Clarissa kemudian bangun dan berpamitan pada Bryan.
Lagi-lagi hati Bryan kecewa. Ini pertama kalinya ada perempuan yang menolak pesonanya. Tapi ini tentunya membuat dia semakin penasaran pada Clarissa.
"Ya udah hati-hati ya. Oya, nanti jangan lupa kabarin kalau udah sampai rumah ya" ucap Bryan.
"Buat apa kak?" Ucap Clarissa dengan polosnya.
"Biar aku tenang, kalau bidadari udah sampai rumah dengan aman" ucap Bryan yang tentu saja membuat Clarissa tersenyum malu.
"Aduh kak Bryan bisa aja. Insyaallah ya kak. Bye kak" ucap Clarissa kemudian pergi meninggalkan Bryan.
Bryan terdiam sebentar sambil memandangi kepergian Clarissa.
"Hmmm, kamu membuatku benar-benar menginginkanmu Ca" ucap Bryan.
Disisi lain, Mahen sedang berjalan sendiri disebuah gang kecil. Dia terus menyusuri gang itu sendiri sambil membawa beberapa kantong belanjaan berisi mainan dan makanan.
Mahen tersenyum saat melihat seorang gadis kecil tersenyum ke arahnya.
Dia memeluk mahen atau lebih tepatnya bergelayut manja di kaki mahen. Karena memang tubuhnya yang kecil hanya sampai di kaki mahen.
Mahen kemudian berjongkok dan menarik anak itu ke dalam gendongannya.
"Kakak-kakak Ica dimana?" Tanya mahen pada Ica si gadis mungil itu.
"Di dalam kak" ucap Ica. Mahen pun langsung membawa Ica masuk ke dalam. Dia tersenyum saat melihat beberapa anak lainnya berlarian ke arahnya.
"Kak Maheennn" teriak anak-anak itu kemudian berlarian ke arah mereka.
"Hallo, Gimana kabar kalian?" Tanya Mahen karena memang sudah sangat lama dia tidak mengunjungi mereka.
"Baik Kak" ucap anak-anak itu serentak.
__ADS_1
"Gimana pelajaran kalian? Maaf ya kakak kemarin banyak urusan jadi nggak bisa kesini. Ini saja kakak harus mengerjakan tugas negara lagi. Jadi tidak bisa lama-lama" ucap Mahen yang tentunya membuat wajah anak-anak disana langsung murung.
"Yah, kak mahen. Tapi tidak apa-apa deh. Sekarang ada kakak cantik juga kak, yang sering kesini membawakan kami makanan dan mengajari kami bela diri" ucap Ica.
"Setuju" ucap Anak-anak yang lain.
Mahen terlihat mengerutkan keningnya. Dia penasaran siapa wanita yang dimaksud oleh anak-anak asuhnya.
"Kakak cantik?" Tanya mahen pada Ica.
"Iya, kakak cantik. Kalau kakak mahen mau ketemu kakak cantik. Sekarang kakak cantik pasti akan datang. Dia biasanya datang sekarang" ucap Ica. Mahen terdiam sebentar.
"Hmm, kakak penasaran sama kakak cantik itu. Tapi kakak benar-benar ada urusan sekarang. Lain kali saja deh" ucap Mahen sambil mencubit pipi Ica.
"Ya sudah. Terserah kakak saja" ucap Ica.
Mahen hanya tersenyum kemudian membagikan beberapa makanan dan mainan yang dia bawa kepada anak-anak.
Dia membagikan mereka secara merata. Kemudian selanjutnya pamit pergi.
"Kakak balik dulu ya. Besok kakak pasti balik lagi. Kakak masih penasaran dengan kakak cantik yang kalian maksud" ucap mahen kemudian memeluk anak-anak itu satu persatu.
"Janji ya kak" ucap mereka serentak. Mahen mengangguk kemudian pamit pergi.
Saat sudah keluar dari gang itu, Mahen langsung masuk ke mobilnya.
"Drrtttt" baru saja masuk mobil. Seseorang menelponnya.
"Iya pa, ini mahen mau kesana" ucap Mahen kemudian menutup hp-nya.
Baru saja menjalankan mobilnya, sebuah mobil terlihat terparkir di tempat yang sama. Dia melihat dari kaca spionnya. Seorang gadis dengan baju sekolah yang sama dengan miliknya terlihat turun dari mobil itu.
"Sepertinya dia yang dimaksud anak-anak. Seragamnya sama. Berarti satu sekolah denganku. Siapa ya?" ucap mahen penasaran, namun tetap melajukan mobilnya karena memang urusannya dengan papanya jauh lebih penting.
__ADS_1
-Bersambung-