Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Acara Valentine 1


__ADS_3

"Udah dong kak Lihatin nya" ucap Clarissa.


Mahen langsung tersadar dan langsung merapikan baju yang dia kenakan.


Kirana dan Syam hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka.


"Ingat jangan pulang terlalu larut malam" ucap Syam pada Mahen. Lebih tepatnya seperti peringatan sih.


"Iya pa iya. Tenang saja" ucap Clarissa tentunya.


"Papa tidak sedang berbicara denganmu" ucap Syam pada Clarissa.


"Siap Om" ucap Mahen kemudian mencium tangan Syam dan Kirana secara bergantian.


Mereka pun langsung berangkat menuju ke lokasi yang di maksud.


Saat di mobil. Mahen hanya diam saja. Hingga dia tiba-tiba berhenti di pinggir jalan.


Tentu saja Clarissa terkejut sekaligus bingung dibuatnya.


"Kenapa kak?" Tanya Clarissa.


Mahen terdiam sebentar. Dia menatap Clarissa dari atas sampai bawah.


Melihat hal itu, Clarissa langsung menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Bisa tidak sih? Kita balik dulu dan kamu ganti baju. Aku bener-bener tidak ikhlas jika orang lain melihatmu seperti ini" ucap Mahen dengan wajah yang terlihat frustasi.

__ADS_1


Clarissa spontan langsung tersenyum. Dia merasa bahagia karena Mahen saat ini pasti sedang mode posesif.


"Nggak bisa kak. Kalau kita pulang sekarang. Yang ada kita nggak akan jadi ke acaranya. Acara nya akan dimulai sebentar lagi ini. Ayo" ucap Clarissa yang membuat Mahen tidak mau melakukan mobilnya kembali.


"Intinya nanti kamu jangan jauh-jauh dariku. Mana aku tidak tahu satu pun orang disana" ucap Mahen frustasi.


"Kan ada aku sayang. Ada kak Mark sama kak Lee juga, bukannya udah kenal" ucap Clarissa.


"Sejak kapan aku berteman dengan mereka?" Tanya Mahen.


Merasa salah bicara, Clarissa hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ya udah. Nanti juga kan ada aku" ucap Clarissa.


"Tentu saja. Ingat jangan jauh-jauh" ucap Mahen kemudian menggenggam tangan Clarissa.


Clarissa langsung membalas dengan anggukan.


Sesampainya di tempat acara. Mahen langsung turun dan membukakan pintu untuk Clarissa. Sudah seperti pasangan yang begitu sangat serasi.


"Ayo" ucap Mahen kemudian mengulurkan tangannya.


Tentu saja Clarissa menerimanya dengan senang hati.


Saat baru masuk ke lobi. Beberapa orang terlihat memandang mereka.


Ada yang menatap kagum, ada juga yang menatap penuh iri.

__ADS_1


"Kak, sepertinya bukan aku yang akan menjadi pusat perhatian disini. Tapi kak Mahen" ucap Clarissa sambil memandang kesal pada beberapa wanita yang menatap Mahen tanpa berkedip.


"Biarkan saja. Mungkin sekolahmu butuh asupan orang ganteng" Bisik Mahen.


"Enak saja. Aku tidak rela jika pacarku jadi konsumsi publik. Ayo kita pulang saja" ucap Clarissa kesal.


"Dengan senang hati, ayo" ucap Mahen yang begitu gembira.


"Eh, Nggak jadi deh, Kita masuk sebentar. Melihat acara. Terus pulang. Oke. Nanggung soalnya" ucap Clarissa yang tentu saja diikuti oleh Mahen. Bener-bener laki-laki dambaan banyak wanita.


Mereka pun berjalan ke tempat acara. Terdengar suara bising dari kejauhan.


Clarissa benar-benar tidak menyukainya. Walaupun dia sudah tinggal di Singapura dan berteman dengan banyak bule. Tapi tempat bising bukanlah hal yang dia suka.


"Hallo Ca, kamu sudah datang?" Tanya Mark yang entah dari mana datangnya.


"Iya ini kak. Sama kak Mahen" ucap Clarissa kemudian menggandeng tangan Mahen.


"Hallo, aku Mark. Beberapa kali kita udah ketemu. Tapi baru sekarang bisa bertegur sapa seperti ini" ucap Mark kemudian mengulurkan tangannya dengan ramah.


"Mahen" ucap Mahen singkat sambil tersenyum. Walaupun lebih tepatnya senyum dipaksa.


"Kak, sepertinya aku tidak bisa lama disini. Mama dan papa memintaku untuk balik cepat" ucap Clarissa karena merasa atmosfer disana mungkin tidak baik-baik saja.


"Lah, Nggak baik gitu lah. Setidaknya 1 jam disini. Kapan lagi kan bisa kumpul disini. Nanti juga ada acara dansa bersama pasangan. Tidak baik untuk dilewatkan. Ada pertunjukan musik juga. Suaramu kan bagus. Jadi aku udah masukin ke liat penyumbang lagu nanti" ucap Mark yang membuat Clarissa membulatkan matanya seketika saking soknya.


"Apa? Aku nggak mau kak" ucap Mark.

__ADS_1


"Ayolah. Sekali saja. Nanti kalian duet berdualah ya. Tidak ada penolakan. Kamu bujuk dia" ucap Mark sambil memberikan kode kemudian pergi meninggalkan Clarissa dan Mahen.


-Bersambung-


__ADS_2