
Setelah membayar parkir, mereka langsung keluar dari tempat rekreasi.
Baru bergerak sekitar 5 menit keluar dari tempat rekreasi tersebut. Segerombolan geng motor terlihat berdiri menghalangi jalan mereka.
"Kak, ada apa ini?" Tanya Clarissa bingung.
Mahen terdiam, dia mengamati beberapa geng motor tersebut. Mungkin ada sekitar 10 orang disana. Dan salah satu dari mereka adalah laki-laki yang tadi.
"Kak, bukannya dia Elizer?" ucap Clarissa yang saat ini melihat Elizer berada ditengah-tengah geng motor tersebut dan tersenyum kepadanya.
Mahen hanya mengangguk.
"Ca, kamu diam disini. Ingat jangan keluar. Aku akan melawan mereka semua" ucap Mahen.
"Kakak serius?" Tanya Clarissa.
Mahen mengangguk.
"Tidak kak. Aku tidak ingin kakak kenapa-kenapa. Biar aku bantu. Aku bisa melawan mereka" ucap Clarissa.
"Tidak. Aku tidak ingin terjadi apapun padamu untuk kesekian kalinya. Diam disini oke" ucap Mahen. kemudian mencium kening Clarissa.
Mau tidak mau Clarissa menurut. Dia berdoa dalam hati semoga Mahen baik-baik saja.
"Hey anak sombong. Berani juga kau keluar. Aku belum selesai main-main tadi. Kita selesaikan sekarang oke" ucap Elizer.
"Kau laki-laki tidak sih? Otot saja besar tapi cemen. Beraninya cuma keroyokan. Cih. Jangan-jangan kau wanita" ucap Mahen yang membuat Elizer semakin emosi. Elizer pun langsung meminta anak buahnya untuk menyerang Mahen.
9:1 jumlah yang sangat tidak adil. Namun, dengan sekali tendangan Mahen berhasil menumbangkan satu orang. Dengan satu pukulan dia berhasil menumbangkan yang lainnya.
Sisa 7 orang, dia kembali mengeluarkan jurusnya. Menarik satu orang, mematahkan tangannya kemudian mendorongnya terjatuh. Menarik lagi satu orang, mematahkan kepalanya kemudian terjatuh. Menarik satu orang menendang *********** kemudian terjatuh.
Clarissa yang melihat itu hanya terpana di dalam mobil. Bagaimana bisa pacarnya mempunyai keahlian tersebut. Seingatnya dulu saat dia membantu seorang pedagang. Mahen tidak melakukan apapun.
Lalu sekarang ini apa, Mahen malah terlihat begitu mahir melakukan semuanya.
"Dia bahkan terlihat begitu sangat profesional. Tidak mungkin seseorang berlatih secepat itu. Apa mungkin dia sudah terlatih dari dulu" Batin Clarissa.
9 orang tumbang dalam waktu kurang dari 1/2 jam. Elizer yang melihat itu hanya terdiam. Dia pun memilih kabur meninggalkan anak buahnya. Mereka pun mengikuti bos mereka.
Mahen hanya tersenyum miring kemudian masuk ke dalam mobilnya.
"Kakak baik-baik saja?" ucap Clarissa sambil mengecek tangan dan wajah Mahen.
Mereka berada pada posisi yang sangat dekat sekarang. Clarissa yang sadar terdiam di posisinya.
"Aku baik-baik saja sayang" ucap Mahen dengan senyuman di wajahnya.
Clarissa ingin duduk kembali ke kursinya. Namun Mahen menahannya.
"Kita nggak usah main ke pantai lagi ya sayang. Aku sungguh tidak rela melihat ada orang lain menggoda mu seperti tadi" ucap Mahen sambil mengelus wajah Clarissa lembut.
Clarissa hanya mengangguk. Tanpa mengucapkan sepatah katapun. Karena posisinya sekarang begitu sangat dekat dengan Mahen.
Mahen tidak melepaskan tangannya pada pergelangan Clarissa. Hingga Clarissa juga tidak mampu lepas sekarang.
__ADS_1
Mahen tiba-tiba mendekatkan wajahnya. Yang tentu saja membuat jantung Clarissa semakin berdetak tidak karuan. Hingga akhirnya Clarissa memilih untuk memejamkan matanya.
Mahen tersenyum. Dia terus mendekat, berusaha untuk menghilangkan jarak diantara mereka.
Clarissa bisa merasakan dengan jelas, hembusan nafas Mahen di wajahnya.
"Kenapa kau memejamkan matamu?" bisik Mahen yang membuat Clarissa langsung membuka matanya dan menarik tubuhnya menjauh.
Mahen hanya bisa menahan tawanya. Melihat Clarissa yang begitu sangat menggemaskan.
Sedangkan Clarissa saat ini tengah memasang wajah yang sangat kesal.
"Hey, jawab aku. Kenapa kau tadi memejamkan matamu?" tanya Mahen mencoba menggoda Clarissa.
Namun Clarissa hanya terdiam dan cemberut.
Mahen pun mengelus wajah Clarissa sayang dan memilih kembali menyetir mobil. Sedangkan Clarissa saat ini hanya terdiam.
"Apa aku tidak semenarik itu hingga dia tidak mau menciumku" batin Clarissa sambil memandang ke arah jalan raya di depannya.
Dia masih kepikiran dengan kejadian tadi. Entah mengapa dia mengharapkan hal bodoh tadi. Hal yang biasanya orang pacaran lakukan. Apalagi dia sudah mengenal Mahen lama. Temannya yang 1 bulan pacaran pun melakukan lebih. Itulah kalimat yang terngiang-ngiang di kepalanya sekarang.
"Kak" ucap Clarissa kemudian.
"Iya sayang" ucap Mahen sambil fokus menyetir.
"Aku mau nanyak" ucap Clarissa
"Nanyak saja" ucap Mahen kembali.
"Tapi kakak jangan ketawa ya? Aku nanyak serius ini" ucap Clarissa lagi.
Mahen hanya mengangguk.
Mendengar hal itu, Mahen sontak mengerem mobilnya tiba-tiba. Hingga membuat Clarissa begitu kaget.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Mahen.
"Mau saja" ucap Clarissa.
Mahen melihat Clarissa sebentar Kemudian dia melanjutkan perjalanannya karena beberapa orang dibelakangnya sudah membunyikan klakson mobil beberapa kali.
"Hmmm, bukannya sudah dan sering" ucap Mahen kemudian.
"Hanya Dahi" ucap Clarissa.
Rasanya Mahen ingin tertawa sekarang. Bagaimana bisa dia memiliki pacar yang sepolos ini. Tapi dia mencoba menahannya karena takut menyakiti perasaan Clarissa.
"Kau mau apa?" Tanya Mahen kembali.
"Ini" ucap Clarissa.
"Hahah" sudahlah, Mahen sudah tidak mampu menahan tawanya.
"Itu kan ketawa" ucap Clarissa sambil cemberut.
__ADS_1
"Haha, iya sorry sorry. Kau sangat menggemaskan sekali sih" ucap Mahen kemudian mencubit pipi Clarissa.
"hmm" hanya itu yang Clarissa katakan. Dia merasa semakin kesal pada Mahen.
"Darimana kau tahu hal ini?" Tanya Mahen dengan wajah serius.
"Dari temen-temen Clarissa" ucap Nya kemudian.
"Temenmu disekolah baru itu?" Tanya Mahen kembali.
Clarissa pun mengiyakan dan Mahen hanya bisa menggeleng.
"Jadi kan beberapa hari yang lalu mereka bertanya apakah aku punya pacar atau tidak. Ya aku jawab iya" ucap Clarissa.
"Bagus. Terus?" Tanya Mahen kembali sambil menahan senyumnya.
"Mereka bertanya kita sudah sejauh mana. Ya aku bilang saja, kita sudah pergi ke puncak yang paling jauh" ucap Ku kemudian.
Lagi-lagi Mahen tidak mampu menahan tawanya.
"Itu kan ketawa lagi" ucap Clarissa kesal.
"Maaf-maaf, terus-terus?" Ucap Mahen.
"Mereka bilang, maksudnya yang lain. Lah aku bingung dong. Lalu mereka bilang bahwa mereka rata-rata pernah melakukan yang suami istri lakukan. Aku kaget dong kak. Terus mereka bertanya lagi, kalau aku bagaimana" ucap Clarissa.
Mahen terdiam mendengar cerita Clarissa selanjutnya.
"Aku bilang saja, Kak Mahen hanya mencium dahiku sesekali. Tapi mereka bilang, kakak mungkin tidak tertarik padamu atau kakak ada kelainan" ucap Clarissa.
"Sial. Siapa nama mereka? biar kakak kasi pelajaran" ucap Mahen sambil memukul setir mobilnya.
"Clarissa udah memukul mereka kemarin sampai masuk BK. Haha" ucap Clarissa yang membuat Mahen langsung melihat ke arah Clarissa dengan tatapan tidak percaya.
"Tapi emang bener ya kak. Clarissa nggak menarik?" Ucap Clarissa dengan wajah sedih.
" Hmmm" Mahen menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan.
"Kau sangat menarik. Kamu tahu kenapa kakak tidak berani menyentuhmu lebih?" ucap Mahen.
"Kenapa kak?" Tanya Clarissa yang terlihat begitu penasaran.
"Kakak ingin menjagamu. Kakak mencintai apa adanya kamu Ca. Pure dari hati kakak. Jika kakak menyentuhmu sebelum waktunya, berarti kakak hanya mencintaimu karena nafsu. Kakak menghargai papa Syam yang sudah menjagamu sampai sebesar ini. Kakak tidak ingin mereka kecewa" ucap Mahen.
Clarissa hanya terdiam. Dia menunggu ucapan Mahen selanjutnya.
"Kalau ditanya kakak pengen. Tentu saja. Karena itu sudah sifat dasar seorang laki-laki. Tapi kakak berusaha menjagamu Ca. Karena cinta kakak jauh lebih besar dari nafsu kakak" ucap Mahen.
Clarissa hanya terdiam. Matanya sudah berkaca-kaca sekarang.
"Kak" ucap Clarissa dengan air mata yang sudah menetes membasahi pipinya.
"Makasi kak" hanya itu yang bisa keluar dari mulut Clarissa sekarang.
Mahen langsung mendekati Clarissa. Menghapus air matanya.
__ADS_1
"Jangan menangis. Aku tidak suka kau menangis" ucap Mahen.
-Bersambung-