Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Sah


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Clarissa dan Mahen. Akhirnya hari yang mereka tunggu datang juga. 


Mahen terlihat sudah duduk di tempat ijab kabul. Dengan penghulu dan Syam disana. serta beberapa saksi di sampingnya. 


Berbeda dengan Clarissa yang masih menyelesaikan make up-nya yang sebentar lagi akan selesai. 


"Oke, sedikit lagi" ucap MUA. 


"Oke selesai" ucapnya kemudian. 


Clarissa tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin. Namun seketika itu langsung sirna karena digantikan dengan rasa deg-degan karena ini menandakan dia akan segera turun untuk melaksanakan ijab kabul.


Yups, mereka mengadakan ijab kabul di rumah Clarissa. Mereka tidak menyewa gedung besar karena memang mereka ingin melakukan ini secara private. Hanya keluarga dan beberapa teman terdekat yang diundang. 


Disisi lain, Nadin tengah duduk di samping kakaknya dan Alex, serta Bryan. 


"aku tidak menyangka hari ini akan tiba. Perjuangan cinta mereka akhirnya berakhir bahagia" ucap Nadin dengan senyum yang merekah. 


"Iya, aku ingat sekali bagaimana mereka berjuang untuk mendapatkan restu menikah. Hingga sekarang waktu itupun tiba. Aku ikut bahagia" ucap Nathan.


"Iya, huhu. Aku tidak menyangka sahabat ku satu-satunya akhirnya akan menikah" ucap Nadin sambil mengusap air matanya. 


"Otw kita setelah ini" ucap Alex sambil melihat ke arah Nadin. 

__ADS_1


"langkahi gue dulu" ucap Nathan.


"Hey, aku nggak butuh restu dari kamu. Lihat itu, mama mertua saja tidak bilang apa-apa. Berarti setuju, iya kan ma" ucap Alex sambil melihat ke arah Nanda. 


Nanda hanya mengangguk sambil tersenyum. 


"Hey, Nadin tidak akan mau menikah sebelum kakaknya menikah" ucap Nathan kemudian. 


"Kita lihat saja nanti" ucap Alex sambil tersenyum ke arah Nadin. 


Nadin hanya tersenyum sambil menggeleng. 


Setelah menunggu beberapa lama, Clarissa akhirnya terlihat keluar. Dia turun bersama dengan Kirana disampingnya. 


Jelas terlihat di wajahnya bahwa dia tampak gugup. Namun itu tidak mengurangi kecantikannya sama sekali. 


Mahen bahkan saat ini tidak berkedip menatap Clarissa.


"Belum sah. Tidak baik memandang seperti itu" ucap bapak penghulu. 


Mahen kemudian menunduk. Dia bukannya malu, tapi dia sedang mengusap air mata haru yang keluar dari sudut matanya. 


Nathan dan Alex saat ini malah menahan senyum mendengar perkataan bapak penghulu tersebut. 

__ADS_1


"Wkwk, oke fix, aku nggak pakai penghulu tersebut" ucap Alex. Nathan hanya menahan tawanya. Tidak mungkin kan dia tertawa keras saat acara sakral seperti ini.


Nadin hanya menggeleng melihat tingkah keduanya yang menurutnya tidak pernah berubah bahkan saat mereka sudah dewasa seperti sekarang ini.


Clarissa pun langsung memilih tempat duduk di samping Mahen.


"baik kita mulai ya" ucap pak penghulu.


Syam dan Mahen pun langsung mengulurkan tangan satu sama lain. 


Syam mulai mengucapkan kalimat ijab:


Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara/ananda Mahendra Alexander bin Alexander dengan anak saya yang bernama Clarissa Wijaya dengan maskawinnya berupa 1 buah rumah dan 1 10 gram emas" 


Mahen pun mulai mengucapkan kalimatnya: 


Saya terima nikahnya dan kawinnya Clarissa Wijaya binti Syam Wijaya dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.


"Bagaimana para saksi?" Tanya bapak penghulu.


Semua orang yang ada disana setempat mengucapkan "sah".


"Alhamdulillah….." Mahen langsung tersenyum lega, begitupun dengan orang-orang disana.

__ADS_1


Clarissa langsung mencium tangan Mahen. Mahen pun mencium puncak kepala Clarissa. Mereka saling menatap satu sama lain dan tersenyum bahagia. 


-TAMAT-


__ADS_2