Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Mark & Li


__ADS_3

"Ca, ayo. kenapa diam saja" ucap Nadin.


"Aku tidak ikut deh Nad" ucap Clarissa ragu.


"Lah kenapa? Sudah dekat nih. Ayo Ca" ucap Nadin sambil menarik tangan Clarissa.


Mau tidak mau Clarissa hanya bisa menurut. Dia berjalan menunduk berharap seseorang disana tidak bisa melihatnya.


"Mas, jagungnya 10 ya" ucap Nadin.


"Lah kok banyak banget Nad" bisik Clarissa.


"Aku mau makan tiga. Jagung disini enak banget loh Ca. Nanti coba ya" ucap Nadin.


Clarissa hanya mengangkat jempolnya tanda setuju.


"Kau kenapa sih. Lagi cari apa sih di bawah. Nunduk terus" ucap Nadin.


"Sttt. Kamu lihat yang di samping itu. Dia kakak kelasku pas SMP" ucap Clarissa sambil menunjuk ke arah sampingnya.


Nadin spontan melihat ke arah 2 laki-laki yang tengah duduk mengobrol sambil makan jagung.


"Wah, ganteng Ca" ucap Nadin yang terlihat begitu antusias.


"Jangan besar-besar ngomongnya" ucap Clarissa.


Bukannya diam, Nadin malah mendekati kedua laki-laki tersebut.


Hal itu sontak membuat Clarissa melotot.

__ADS_1


"Hay kak, perkenalkan aku Nadin. Dan itu Clarissa. Katanya kakak-kakak disini kakak kelasnya Clarissa dulu pas SMP" ucap Nadin antusias.


"Astaga" ucap Clarissa yang tidak mampu berkata-kata lagi menyikapi sikap Nadin.


Jadi mau tidak mau dia harus mengangkat wajahnya dan tersenyum ramah pada mereka.


"Caca" ucap salah satu nya. Terlihat jelas dia begitu terkejut melihat Clarissa sekarang.


"Hay kak Mark" ucap Clarissa sambil mengangkat tangan kanannya.


Seketika senyum Mark mengembang.


"Sini Ca" ucap Nadin.


Clarissa pun mendekat. Dia tampak ragu-ragu. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan Mark.


Tanpa aba-aba, Mark mendekat kemudian memeluk Clarissa erat.


"Aku sangat merindukanmu Ca. Sudah sangat lama ya. Kau mencarimu kemana-mana" ucap Mark sambil memeluk Clarissa erat.


Pelukan tiba-tiba itu membuat Clarissa begitu kaget. Begitu pun juga dengan Nadin yang tidak menyangka jika hal ini akan terjadi.


"Kak" ucap Clarissa yang membuat Mark langsung melepaskan pelukannya.


"Maaf-maaf, aku kelepasan saking bahagianya" ucap Mark.


"Iya kak. nggak apa-apa. Kakak apa kabar?" Tanya Clarissa untuk menghilangkan kecanggungan antara keduanya.


"Seperti yang kamu lihat. Aku baik. Namun semakin baik saat bertemu kamu Ca" ucap Mark dengan senyum termanisnya.

__ADS_1


Dia tidak berubah sama sekali. Wajahnya yang putih ke bule-bulean. Dengan senyum yang selalu membuat candu kaum perempuan.


Apalagi dengan rambut yang sedikit panjang dan berwarna pirang. Menambah ketampanannya.


"Ternyata kakak nggak berubah sama sekali" ucap Clarissa.


"Haha, i am still Mark like what you know 2 years ago" ucap Mark.


Clarissa hanya mengangguk sambil tersenyum kikuk.


"Kau pun masih semenggemaskan dulu" ucap Mark sambil mengacak rambut Clarissa gemas.


"Hmmmm" ucap Nadin yang sedari tadi merasa diabaikan.


"Oya kak. Perkenalkan ini Nadin. Sahabat Caca" ucap Nadin.


"Mark" ucap Mark sambil mengulurkan tangannya.


"Nadin" ucap Nadin menjabat tangan Mark.


"Oya, perkenalkan juga, sahabatku Li" ucap Mark memperkenalkan temannya.


"Nadin" ucap Nadin kemudian menjabat tangan Li. Begitu pun dengan Clarissa.


"Ganteng Ca" bisik Nadin.


Mereka semua pun mengobrol sambil sesekali bercanda tawa. Bahkan mereka tidak sadar jika ada 2 pasang mata yang saat ini tengah memperhatikan mereka dengan tatapan dingin.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2