
Setelah mendapatkan telpon itu, Mahen langsung mengambil tasnya, kemudian izin untuk berangkat sekolah kepada kedua orang tuanya dengan buru-buru.
Sarwenda begitu kaget melihat sikap anaknya. Namun belum sempat bertanya, Mahen sudah pergi duluan. Dia akan menanyakannya nanti.
Mahen melajukan motornya begitu cepat menuju rumah Clarissa.
Yups, setelah mendapat telpon dari Nathan tadi, Mahen langsung saja ke rumah Clarissa.
Nathan memberi tahu jika Clarissa akan ke luar negeri hari ini. Dia begitu kaget mendengarnya. Semua rencana untuk menyatakan Clarissa hari ini sirnalah sudah.
Sesampainya di rumah Clarissa, gerbang rumah Clarissa nampak tertutup. Dia mencoba memecet bel.
"Maaf cari siapa?" Tanya Pak satpam.
"Clarissa nya ada kan pak?" ucap Mahen dengan wajah begitu khawatir. Rasanya dia tidak akan sanggup jika harus kehilangan Clarissa.
"Tuan dan Nona sudah berangkat ke bandara" ucap pak Satpam.
"Deg" seperti dihantam oleh batu yang sangat keras. Kaki Mahen terasa lemas seketika. Baru tadi pagi dia bahagia, sekarang kenyataan apa ini.
Tidak berselang lama, seorang wanita dewasa dengan dress putih anggun keluar.
__ADS_1
"Nak Mahen" ucap Kirana yang terlihat mendekati Mahen.
"Ini ada titipan dari Clarissa" ucap Kirana sambil memberikan sebuah surat pada Mahen.
Mahen menerimanya. Tangannya terasa bergetar hanya untuk membuka surat itu.
~Untuk Kak Mahen
Kak Mahen maafin Clarissa ya, Clarissa harus pergi seperti ini. Mengenal kakak adalah anugerah terindah buat Clarissa. Clarissa bahagia banget setiap sama kakak.
Clarissa bisa tersenyum dan tertawa, menjadi diri Clarissa sendiri. Melakukan apa yang Clarissa suka. Itu semua bisa Clarissa rasakan pas sama kakak.
Tapi Clarissa sadar bahwa Clarissa tidak boleh egois kak. Ada tanggung jawab sebagai seorang anak yang harus Clarissa selesaikan.
Clarissa harap Kakak bisa melupakan Clarissa. Clarissa berat ngomong gini, tapi Clarissa juga tidak tahu kapan akan kembali. Clarissa nggak mau kak Mahen nunggu terlalu lama. Semoga Kak Mahen mendapatkan perempuan terbaik yang bisa gantiin Clarissa ya.
Clarissa Cinta dan sayang sama kak Mahen. Clarissa mau kakak bahagia dan Maaf ya kak.
Dari
Clarissa Wijaya~
__ADS_1
Setelah membaca surat itu, Mahen langsung berpamitan pada Kirana. Dia akan menyusul Clarissa ke bandara. Dia harap Clarissa belum naik pesawat.
Dia melajukan motornya begitu kencang, hingga beberapa kali mendengar klakson protes dari pengguna jalan. Dia tidak menghiraukan itu sama sekali, saat ini fokusnya hanya pada Clarissa.
"Bagaimana bisa dia menyuruhku dengan perempuan lain, padahal dia juga mencintaiku, shitt" umpat Mahen beberapa kali.
Dia tidak kesal dengan Clarissa, tapi keadaannya saat ini. Dia menyalahkan dirinya sendiri, kenapa tidak menyatakan perasaannya dengan cepat.
Mungkin kalau mereka pacaran, Clarissa tidak akan pergi seperti ini.
Sesampainya di bandara, Mahen langsung berlari menuju ke dalam bandara. Dia seperti orang gila yang berlari sendiri. Menyusuri setiap bandara sendiri berharap menemukan Clarissa disana.
Hingga dia menemukan satu sosok dengan pakaian yang sangat dia kenal. Tanpa pikir panjang dia langsung menarik tangan gadis itu.
"Ca" ucap Mahen.
Namun saat wanita itu menengok. Bukan Clarissa yang dia lihat.
"Astaga Maaf mba" ucap Mahen sambil menunduk beberapa kali.
Dia berlari lagi mencari Clarissa. Dia tidak pantang menyerah. Jiwanya memang tidak menyerah, tapi tubuhnya berbeda. Kakinya terasa lemas karena berlari terlalu cepat.
__ADS_1
Dia memutuskan menyerah. Dia duduk di bangku tunggu dengan nafas yang sudah tidak karuan lagi.
-Bersambung-