Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Toko Cincin


__ADS_3

Sesampainya di bengkel. Clarissa harus menunggu lagi, Karena mobilnya belum beres.


"Kak, mobil belum selesai diperbaiki. Mau nunggu disini atau kita jalan-jalan dulu?" Tanya Clarissa pada Mahen.


"Kita ke sana dulu yuk. Kita jalan-jalan. Ketimbang nunggu disini, banyak cowok itu" ucap Mahen sambil menunjuk pada beberapa cowok yang sedang melihat ke arah mereka sekarang.


Rasanya dia tidak rela jika sampai Clarissa di lihat oleh laki-laki tersebut.


"Ya udah ayo" ucap Clarissa.


Mereka pun pergi ke tempat yang Mahen maksud. Tentunya dengan mobil karena jaraknya lumayan jauh untuk berjalan kaki.


"Kak Mahen nggak niat gitu bukain aku pintu" ucap Clarissa.


"Buka sendiri" ucap Mahen kemudian berjalan keluar dari mobil meninggalkan Clarissa.


"Rupanya dia masih kesal" ucap Clarissa sambil tersenyum gemas melihat tingkah laki-laki kedua yang dia sayangi itu. Setelah papanya tentunya.


"Kak Mahen tunggu dong" ucap Clarissa yang membuat Mahen langsung berhenti.


Dia menunggu Clarissa yang saat ini tengah mengambil tasnya.


Setelah berhasil mendapatkan tasnya. Clarissa langsung menutup pintu mobil dan berlari menghampiri Mahen.


Beberapa pria yang ada di pusat perbelanjaan itu menatap Clarissa. Mereka seperti sedang mengagumi kecantikan Clarissa. Padahal Clarissa tidak menggunakan make up, hanya lipstik pink saja.

__ADS_1


Namun karena kecantikan alaminya lah, yang membuat beberapa pria tampan tertarik padanya.


Hal itu sontak membuat Mahen risih. Dia langsung menarik Clarissa ke dalam pelukannya.


Clarisa yang kaget dengan sikap Mahen yang tiba-tiba. Langsung menatap nya.


"Kenapa kak?" Tanya Clarissa bingung.


"Nggak ada. Aku hanya ingin berjalan seperti ini" ucap Mahen.


"Dengan memegang pinggangku seperti ini?" Tanya Clarissa bingung.


Mahen hanya diam. Dia berjalan tanpa melepas pelukannya.


Mau tidak mau Clarissa hanya bisa menurut dan mengikuti gerak langkah Mahen.


"Ikut saja" ucap Mahen pelan.


"Kakak kesini mau tebar pesona ya" ucap Clarissa yang membuat Mahen langsung menghentikan langkahnya.


"Kok tebar pesona sih?" Tanya Mahen.


"Dari tadi kita hanya berjalan. Beberapa orang bahkan melihat kita terus. Apalagi mbak-mbak itu. Dia terus melihat ke arah kak Mahen. Aku kan kesel jadinya" ucap Clarissa sambil menatap sinis pada beberapa wanita yang terlihat tengah duduk di dalam cafe, namun matanya terus terarah pada Mahen.


"Biarkan saja. Resiko cowok ganteng" ucap Mahen.

__ADS_1


"Idih. Kepedean sekali" ucap Clarissa.


"Emang bener kan" ucap Mahen kemudian mencubit hidung Clarissa gemas.


Clarissa langsung melihat ke arah beberapa wanita tadi. Mereka terlihat begitu kesal, mulutnya komat-kamit seperti membaca mantra.


"Kakak. Mereka melihat kita itu" ucap Clarissa karena merasa risih dengan tatapan beberapa wanita tersebut.


"Biarkan saja. Biar mereka melihat bahwa aku hanya milik Clarissa seorang" ucap Mahen.


"Astaga kak" ucap Clarissa menutup wajahnya. Entahlah wajahnya memerah sekarang mendengar kata-kata Mahen tadi.


Bagaimana bisa cowok dingin dan kaku ini bisa mengeluarkan kalimat seperti itu.


"Ayo" ucap Mahen kemudian menarik tangan Clarissa.


"Mau kemana kak?" Tanya Clarissa.


Mereka bergerak menuju toko perhiasan.


"Ngapain kesini kak?"Tanya Clarissa.


Mahen hanya diam. Dia mengajak Clarissa mendekati tempat cincin.


"Kak Mahen mau beli cincin?" Tanya Clarissa lagi. Namun Mahen tidak menjawab, dia masih fokus melihat-lihat.

__ADS_1


"Ish, dikacangin Mulu" ucap Clarissa yang membuat pelayan di depannya menahan tertawa.


-Bersambung-


__ADS_2