Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Lega


__ADS_3

Setelah mengantar Ica, sekarang giliran Clarissa.


"Kak, aku pulang ke rumah Nadin ya" ucap Clarissa.


"Oke" ucap Mahen.


Dia sebenarnya penasaran kenapa Clarissa masih tidak ingin pulang ke rumahnya. Apa seberat itu masalahnya hingga harus kabur dari rumah.


"Makasi kak" ucap Clarissa saat mereka sudah sampai di rumah Nadin.


"Dek, kakak pulang dulu ya. Kapan-kapan kita main lagi ya" ucap Clarissa sambil mengusap kepala Mahalini gemas.


"Siap kak" ucap Mahalini dengan penuh semangat.


Clarissa pun turun dari mobil dengan diikuti oleh Mahen.


"Ca" ucap Mahen yang membuat Clarissa langsung berhenti.


"Iya kak?" ucap Clarissa.


"Apapun masalahmu hadapi ya. Tidak baik terlalu lama meninggalkan rumah. Ingat, aku juga selalu ada untuk kamu. Jika butuh sesuatu bilang ya" ucap Mahen.


Clarissa hanya mengangguk. Matanya sudah berkaca-kaca. Dia merasa terharu mendengar perkataan Mahen barusan.


Ingin sekali dia berhambur memeluk Mahen sekarang. Namun dia urungkan, karena Mahalini pasti sedang melihat mereka saat ini.


"Aku masuk dulu ya kak. Kakak hati-hati" ucap Clarissa kemudian masuk ke dalam.


Dia langsung berlari menuju ke kamar Nadin dan menghempaskan tubuhnya di kasur.

__ADS_1


"Jika kak Mahen tahu alasan aku pergi dari rumah. Apakah dia akan berkata seperti itu juga" ucap Clarissa dengan air mata yang sudah mengalir.


Clarissa tidak ingin menangis, tapi keadaan lah yang membuatnya seperti ini sekarang.


"Ca. Kenapa?" Tanya Nadin yang saat ini baru keluar dari kamar mandi.


"Kak Mahen Nad." Clarissa pun langsung menceritakan kejadian tadi dan semua perkataan Mahen.


"Menurut aku benar Ca. Sampai kapan kamu seperti ini terus. Kamu harus hadapi masalahmu. Sekarang lihat Hp mu lagi gihh. Dari tadi dia bunyi terus. Aku yakin Mama Kirana pasti sedang mengkhawatirkan mu sekarang" ucap Nadin.


Dan benar saja, saat Kirana melihat Hpnya. Ada telpon sebanyak 100 kali dari Mama nya.


"Bener Nad. Apa aku pulang saja ya? Aku khawatir terjadi sesuatu dengan Mama" ucap Clarissa.


"Iya Ca. Sebaiknya kamu selesaikan masalahmu dulu sebelum kita pergi kemah besok. Kita kemah untuk have fun ca. Dan yang terpenting, kamu juga harus mempertahankan apa yang harus dipertahankan. Percayalah semuanya akan indah pada waktunya" ucap Nadin.


"Tumben kamu bijak banget Nad" ucap Clarissa yang tidak mampu berkata-kata lagi mendengar penuturan temannya.


"Haha, sejak kapan pindah KK?" Tanya Clarissa yang masih tidak habis pikir dengan jawaban temannya.


"Sejak tadi" ucap Nadin asal.


"Aku bilangin sama Om dan Tante nih" ucap Clarissa.


"Bilangin saja" ucap Nadin tidak takut.


"Omm, Tante" teriak Clarissa yang saat ini ingin keluar dari kamar mencari mereka.


"Heeehhhh, jangan dong" Nadin mencoba mencegat Clarissa.

__ADS_1


"Haha, tadi berani" ucap Clarissa kemudian tertawa melihat ekspresi Nadin.


"Ya udah, aku pulang dulu ya Nad" ucap Clarissa kemudian mengemas bajunya.


***


Disisi lain, Kirana tengah baring di kamarnya. Sudah hampir satu hari dia tidak makan. Sejak kepergian Clarissa dia mogok makan. Hal ini tentu saja membuat Syam begitu cemas pada istrinya ini.


Tapi bukan Kirana namanya jika tidak keras kepala. Bahkan dia sampai hampir terjatuh tadi saat ke kamar mandi. Beruntung Syam dengan sigap menangkapnya.


"Makan dulu yuk sayang" ucap Syam sambil memegang sendok dan piring di tangannya.


Kirana hanya menggeleng.


"Clarissa Pa" ucap Kirana.


"Clarissa sedang di rumah Nadin Ma. Dia baik-baik saja disana. Percaya deh sama papa. Papa nggak mau mama sakit. Jadi makan dulu ya" ucap Syam sambil menyuapi makanan ke mulut Kirana. Namun Kirana hanya bungkam tanpa berniat membuka mulutnya.


"Papa sih. Kenapa pakai acara jodoh-jodohin Clarissa segala. Sekarang anak mama nggak mau pulang. Hiks" ucap Kirana sambil menangis.


Syam terlihat frustasi menghadapi istri dan anaknya yang menurutnya sifatnya 11 12 ini.


"Ma, papa hanya ingin yang terbaik buat anak papa, itu saja" ucap Syam.


"Terserah papa, mama mau makan kalau ada Clarissa, titik" ucap Kirana kemudian tertidur dan membelakangi Syam yang saat ini belum berubah frustasi.


Dia mengambil Hpnya kemudian menelpon seseorang.


"Dimana posisi anak saya sekarang" tanya Syam.

__ADS_1


"Nona sedang dalam perjalanan pulang tuan" ucap seseorang yang membuat Syam langsung bernafas lega.


-Bersambung-


__ADS_2