Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Kedatangan Andre


__ADS_3

Clarissa langsung terpaku saat melihat siapa yang keluar dari mobil tersebut. Dia tidak mampu berkata-kata. Bahkan kakinya terasa lemah seketika.


Dia tersungkur jatuh karena kakinya tidak mampu menopang tubuhnya. Rasanya semua badannya lemas.


Melihat orang tersebut membuat semua kenangan di masa lalunya muncul kembali. Tangannya mulai bergetar. Rasanya dia ingin teriak. Tapi dia tidak sanggup mengeluarkan suaranya.


"Sudah lama sekali" ucap Andre sambil tersenyum. Bukan sebuah senyum bahagia seseorang saat menyapa orang yang baru ditemuinya, tapi lebih seperti hewan buas yang akhirnya menemukan mangsanya.


"Ka-kamu mau apa?" tanya Clarissa. Dia berusaha mundur untuk menghindari Andre. Namun Andre malah terus mendekatinya.


"Lama tidak bertemu anak manis" ucap Andre seraya menunduk untuk memegang wajah Clarissa.


Clarissa begitu ketakutan, hingga yang dia bisa hanya menutup matanya. Air matanya pun sudah keluar sejak tadi. Terus mengalir tanpa henti seiring ketakutan yang dia rasakan.


Bayangan masa lalu itu terus muncul kembali. Dia tidak mampu menahannya. Bahkan itu yang membuat tubuhnya pun tidak mampu melawan sama sekali, ingin sekali dia menepis tangan Andre yang akan menyentuhnya, namun tubuhnya sangat lemah.


Sepertinya kemampuan bela dirinya menghilang seketika. Dikalahkan dengan rasa takut yang luar biasa.


Hingga suara mobil polisi terdengar. Andre langsung masuk ke mobilnya dan meninggalkan Clarissa sendiri disana.


"Sial" ucapnya kemudian melajukan mobilnya menjauh dari kompleks tersebut.

__ADS_1


Clarissa langsung membuka matanya. Dia bernafas lega karena Andre dan mobilnya sudah tidak ada disana. Tapi dia benar-benar tidak bisa berdiri sekarang. Dia masih syok dengan apa yang dialaminya barusan. Mengingatnya saja dia takut.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya seseorang yang tiba-tiba datang entah darimana, Dia mengulurkan tangannya pada Clarissa.


"Pak Indra" ucap Clarissa dengan mata yang sudah memerah.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanyanya.


Clarissa hanya mengangguk. Dia masih belum bisa bangun sekarang.


"Ayo, aku antar pulang" ucap Indra.


Clarissa mengangguk.


"Rumahmu nomor berapa?" Tanya Indra pada Clarissa.


"Itu pak" ucap Clarissa sambil menunjuk sebuah rumah dengan gerbang berwarna hitam.


Setelah sampai di depan rumah Clarissa. Indra langsung turun dari mobilnya berniat untuk membantu Clarissa berjalan. Namun Clarissa malah turun lebih dulu.


"Terima kasih pak" ucap Clarissa sambil membungkukkan badannya lemah.

__ADS_1


"Sama-sama, masuklah" ucap nya sambil mengangguk.


Clarissa masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Pak Indra yang terus menatapnya.


Seperti nya pak Indra sedang memastikan jika Clarissa masuk ke rumahnya. Karena setelah itu dia langsung meninggalkan rumah Clarissa.


"Hallo, Percepat rencana kita" ucap Pak Indra berbicara dari seberang telepon.


***


Disisi lain, Mahen saat ini sedang memukul mejanya dengan sangat keras. Melampiaskan kemarahannya.


"Bagaimana bisa kalian kecolongan seperti ini. Huh?" teriak Mahen pada Leonardo.


"Maafkan kami tuan. Kami juga tidak menyangka dia akan menyerang langsung ke kompleks itu" ucap Leonardo.


"Aku tidak mau tahu, pesankan aku pesawat ke Indonesia sekarang juga" ucap Mahen.


"Tapi bagaimana jika tuan besar tahu tuan" ucap Leonardo yang terlihat ragu dengan keputusan bosnya.


"Aku yang akan bicara sama papa nanti. Kekasihku dalam bahaya. Apa aku bisa tenang disini mengerjakan semua pekerjaanku. Aku harus menyelesaikan masalah ini dulu. Aku akan pastikan membunuh Andre baru aku bisa tenang disini" ucap Mahen.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2