
Setelah Melihat Clarissa, Mahen langsung ke luar. Dia menemui Syam untuk membicarakan sesuatu.
"Pa, apa boleh Mahen bicara" ucap Mahen.
"Bicaralah" ucap Syam.
Mahen melihat ke arah Kirana yang masih ada disana. Mengerti bahwa itu pembicaraan pribadi. Kirana pun memilih untuk pergi.
"Jadi apa?" Tanya Syam.
Mahen terdiam sebentar, dia berusaha mengambil udara untuk menguatkan dirinya.
"Pa, aku tahu Andre sudah kembali" ucap Mahen.
Syam hanya mengangguk. Dia tidak kaget mengetahui kenyataan bahwa Mahen mengetahuinya. Karena Dia juga tahu bahwa Mahen diam-diam menyelidiki Andre.
"apa rencana kamu sekarang?" Tanya Syam.
Mahen terdiam sesaat. Dia mengambil hpnya.
"Ini tempat persembunyian Andre Pa. Aku mendapatkannya dari salah satu kolega bisnis di Amerika" ucap Mahen.
Syam terdiam, dia melihat tempat itu dengan seksama.
"Oke, apa rencana mu?" tanya Syam lagi.
__ADS_1
"Aku akan mengerahkan anak buah papa untuk menyerang tempat ini malam ini. Aku harus bisa mendapatkan Andre Malam. Baik dan keadaan hidup atau mati" ucap Mahen dengan mata seperti menahan amarah.
Syam menatap calon menantunya. Dia tidak pernah menyangka jika sifat Alexander turun kepadanya.
"Lakukanlah. Jika kau butuh bantuan, kau bisa bilang" ucap Syam.
Mahen pun mengangguk.
Malam ini, dia akan menuntaskan semuanya. Dia harus bisa menangkap Andre malam ini juga. Jika tidak, dia tidak akan tenang membiarkan Clarissa tinggal di Indonesia.
Disisi lain, Clarissa mendengar semua percakapan antara papanya dan Mahen.
Seingatnya Mahen tidak memiliki cukup kemampuan bela diri untuk melawan mereka semua. Bagaimana jika terjadi sesuatu hal buruk padanya. Dia masih ingat sekali bagaimana Mahen dulu melawan penjahat saat di pantai, namun dia merasa kemampuan itu belum cukup untuk melawan psikopat seperti Andre.
"Aku harus membantunya" batin Clarissa.
Saat di kamar, Clarissa langsung berpura-pura tidur. Selang beberapa lama, seseorang tampak masuk ke dalam.
Yups Mahen lah yang saat ini berjalan ke arahnya.
Clarissa mencoba memejamkan matanya. Berpura-pura tidur dan mendengkur pelan.
Mahen mendekati Clarissa kemudian memegang rambut Clarissa.
"Istirahat lah Sayang. Aku akan membunuhnya malam ini. Aku harap kamu bisa memafkanku nanti karena menjadi seseorang yang tidak berhati malam ini. Ini demi kebaikanmu sayang. Aku mencintaimu" ucap Mahen kemudian mencium puncak kepala Clarissa.
__ADS_1
Clarissa hanya diam. Rasanya dia ingin menahan Mahen, namun dia tidak bisa.
Hingga Mahen pun sudah pergi.
Dia langsung bangun, dan mempersiapkan semuanya. Dia terbilang cukup berani, namun dia memiliki kemampuan yang cukup baik untuk membantu Mahen melawan para penjahat disana. Kecuali Andre, jadi mungkin dia akan berusaha sekuat tenaga agar tidak bertemu Andre. Karena kelemahannya ada disana.
Clarissa keluar diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun. Yang mamanya tahu Clarissa sedang tidur di kamarnya.
Clarissa menelpon Alex, Bryan, Mark, Nathan, dan Lee untuk membantunya.
Dan benar saja mereka sudah menunggu Clarissa tidak jauh dari rumahnya.
"Ca" panggil Alex saat melihat Clarissa yang berjalan menyelundup.
Melihat mobil mereka, Clarissa langsung saja berlari dan masuk kesana.
"Sebentar, Nad, kamu ikut?" Tanya Clarissa.
"Iya dong, aku tidak akan bisa duduk tenang di rumah mengetahui sahabatku dalam bahaya" ucap Nadin.
"Hmmm, makasi banget Nad" ucap Clarissa kemudian memeluk Nadin.
"Ayo kak, Kak Mahen udh sampai di simpang 4" ucap Clarissa sambil melihat GPS ditangannya.
Mereka pun langsung berangkat, mengikuti mobil Mahen dari belakang tanpa sepengetahuannya.
__ADS_1
-Bersambung-