Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Bertemu Mahalini


__ADS_3

"Oke fix, Ini benar-benar hari yang sungguh luar biasa" ucap Nadin saat melihat Mia yang juga sedang berada tidak jauh dari mereka berdiri.


"Bagaimana bisa kalian berkumpul disini sih" ucap Nadin sambil berkacak pinggang dan melihat Clarisa.


"Jangan tanya aku. Kita duluan loh yang kesini" ucap Clarissa.


"Ya sudah, ayo kita bayar ini cepat, aku sungguh tidak sanggup jika harus berurusan dengan mereka sepagi ini" ucap Nadin kemudian meninggalkan Clarissa menuju kasir.


"Wkwk, siapa juga yang memintamu untuk berurusan dengan mereka, ayo lah" ucap Clarissa kemudian mengikuti Nadin yang menuju ke kasir.


Setelah selesai membayar, Nadin dan Clarisa terlihat mengendap-ngendap keluar dari toko itu. Mereka bener-bener ingin menghindari geng Sindi dan Mia.


"Cepetlah" ucap Nadin.


Clarissa menurut saja. Mereka terlihat menunduk sambil berjalan beriringan keluar dari toko.


Hingga "Brukk" Clarissa tidak sengaja menabrak seseorang.


"Au" ucap anak itu.


"Es cream Ku" ucapnya sambil melihat es creamnya yang sudah terjatuh sekarang. Padahal dia baru memakan beberapa suap.


"Astaga dek, maafin kakak. Es creamnya jadi jatuh begitu" ucap Clarissa.


"Hiksss. Mam" baru saja ingin teriak, Clarissa langsung menutup mulut gadis kecil itu.


"Jangan teriak ya sayang. Kakak beliin es cream lagi yang banyak sebagai gantinya. Gimana" Tawar Clarissa.


Mendengar akan dibelikan banyak es cream. Anak perempuan itu langsung saja mengangguk antusias.


"Ya sudah ayo" ucap Clarissa.


Gadis itu pun menurut.


"Akhirnya" ucap Clarissa dan Nadin bersamaan saat sudah jauh dari tempat perbelanjaan tadi.


"Kenapa kak?" Tanya anak perempuan itu.


"Nggak ada, ayo kita beli es cream dulu" ucap Clarissa kemudian mengajak gadis kecil itu untuk masuk ke sebuah toko es cream.

__ADS_1


"Pilih saja" ucap Clarissa.


Gadis itu pun tersenyum.


"Aku mau itu, itu, itu, dan itu" ucapnya sambil menunjuk beberapa rasa es cream.


Clarissa pun menuruti permintaan gadis kecil itu.


"Ini" ucap Clarissa saat sudah selesai membayar es cream itu.


"Makasi kakak cantik" ucapnya.


"Sama-sama, sekarang kita cari tempat duduk dulu ya" ucap Clarissa. Gadis itu pun mengangguk.


Mereka pun duduk di satu bangku panjang dan memakan es cream bersama.


"Hey, aku seperti anak kecil yang sedang makan es cream bersama teman-temannya" ucap Nadin sambil membayangkan masa kecilnya.


"Haha, iya juga ya. Sekali-sekali lah kita mengulang masa kecil" ucap Clarissa.


"Yups bener banget itu kak" ucap Mahalini kemudian mengayunkan kakinya.


"Oya nama kakak siapa? aku Mahalini" ucap Mahalini sambil mengulurkan tangannya.


"Nama kakak Clarissa, ini temen kakak namanya Nadin" ucap Clarissa sambil tersenyum dan menjabat tangan gadis kecil yang saat ini tengah duduk di sampingnya.


"Clarissa? namanya sama kayak pacar kakak aku" ucap Mahalini.


"Haha, nama dia memang pasaran dek. Maklum lah" ucap Nadin terkekeh.


"Dasar kau ini" ucap Clarissa.


Setelah itu mereka berbincang-bincang lagi, membahas banyak hal, mulai dari sekolah dan sebagainya. Yang mendominasi tentu saja Mahalini. Karena di usianya yang sekarang, keingin tahuannya cukup tinggi. Sehingga dia menjadi begitu cerewet. Hingga Clarissa kewalahan menjawab pertanyaannya. Tapi dia selalu sabar menjawab pertanyaan si gadis kecil itu.


"Oya, kamu kesini sama siapa?" Tanya Clarissa.


"Sama mama, itu Mama" ucap Mahalini sambil menunjuk ke arah wanita yang saat ini tengah berjalan panik ke arah mereka.


"Wah, jangan sampai kita dibilang penculik ini Ca" ucap Nadin yang terlihat ketakutan.

__ADS_1


"Mana ada penculik secantik kita" ucap Clarissa yang langsung dibalas anggukan oleh Nadin. Dia setidaknya bernafas lega sekarang karena Wanita itu malah tersenyum menatap ke arah mereka.


"Mama" panggil Mahalini namun tetap diposisinya sambil memakan es creamnya.


"Sayang, Mama cariin loh kemana-mana. Ternyata kau disini sedang bermain sama kakak-kakak ini" ucap Sarwenda.


"Makasi ya nak, sudah jagain anak Tante" ucap Sarwenda.


"I-iya sama-sama Tante" ucap Clarissa sambil tersenyum ramah. Walaupun di dalam hatinya masih merasa ganjal kenapa Tante ini tidak menanyakan namanya atau alasan kenapa dia bersama anaknya.


"Oya, sebagai ucapan terima kasih Tante. Kalian berdua Tante traktir makan ya" ucap Sarwenda.


"Eh, tidak perlu repot-repot Tante" ucap Clarissa mencoba menolak.


"Tidak merepotkan sama sekali. Mau kan?" Tanya Sarwenda lagi.


"Iya, ayo dah kak ikut. Lini masih mau ngobrol sama kakak juga" ajak Mahalini.


"Nggak baik nolak Rizky ca" ucap Nadin yang membuat Clarissa mau tidak mau harus mengiyakan.


"Yeay" ucap Mahalini kemudian memegang tangan Clarissa dan Nadin. Bahkan dia mengabaikan mamanya sekarang.


Namun Sarwenda hanya bisa menggeleng sambil tersenyum bahagia. Ntah apa yang ada di dalam pikirannya sekarang.


"Tebak mama sama siapa?" tulis Sarwenda kemudian mengirimnya bersama dengan sebuah foto.


"Yah, nggak online" ucap Sarwenda kemudian menaruh Hp nya kembali di tasnya.


"Kalian mau makan apa?" Tanya Sarwenda pada Clarissa.


"Apa saja Tante"ucap Clarissa merasa tidak enak.


"Bagaimana kalau makan sushi" tawar Sarwenda.


"Boleh Tante" ucap Nadin begitu pun juga dengan Clarissa.


"Yeay makan sushi sama kakak cantik" ucap Mahalini sambil jingkrak bahagia.


Clarissa hanya bisa menatap takjub pada gadis kecil yang tidak pernah kehabisan baterai ini.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2