
Mama Kirana sudah siap dengan gaun putih nya yang senada dengan jas Leon, mereka terlihat sangat cocok bersama.
Berbeda dengan Clarissa yang memakai gaun berwarna abu-abu selutut dengan rambut terurai.
Mamanya memang sudah menyiapkan gaun putih untuknya. Namun menurutnya gaun itu terlalu cantik untuk sebuah makan malam.
Ketika dia melihat pantulan dirinya di cermin. Dia langsung tersenyum puas. Bukan karena polesan bedak atau pun lipstik di wajahnya. Melainkan karena wajahnya yang polos tanpa make up.
Dia sengaja tidak menggunakan make up apapun. Agar terlihat biasa saja, karena saat ini feeling begitu buruk. Dia merasa akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan padanya.
Terdengar suara derup langkah kaki bergerak ke arahnya.
"Astaga Ca" ucap Mama Kirana setengah berteriak saat melihat wajah Clarissa.
"Kenapa sih Ma, Caca nggak budek tahu" ucap Clarissa.
"Kamu sih, sedari tadi kamu disini ngapain. Lihat wajah mu ini. Sudah seperti mayat hidup. Apa kau yakin akan turun kebawah seperti ini?" ucap Mama Kirana.
"Hmm, Bukannya Kirana seperti ini setiap hari. Kenapa mama malah heboh sekarang. Aneh banget" ucap Clarissa sambil menatap pantulan bayangan di cermin dengan tatapan curiga.
"Ini beda sayang. Ini makan malam yang akan dihadiri sahabat papamu. Tidak mungkin mama memperkenalkan kamu di depan mereka seperti ini" ucap Mama Kirana.
"Jadi mama malu punya anak seperti aku?" ucap Clarissa sedih.
__ADS_1
"Tentu tidak sayang. Mama sangat bersyukur punya anak secantik dan sepintar kamu. Tapi ini berbeda sayang. Mama tetap ingin anak mama tampil lebih cantik" ucap Mama Kirana.
"Hmmm, Jadi Clarissa saat ini tidak cantik?" Tanya Clarissa.
"Kamu cantik sayang. Ishhh, susah memang debat sama kamu. Ya sudah terserah kamu saja. Tapi pakai lipstick sedikit supaya kamu tidak terlihat seperti mayat hidup" ucap Mama Kirana kemudian berlalu meninggalkan Kirana.
Namun belum beberapa langkah, Dia langsung berhenti untuk memastikan Clarissa Menggunakan lipstick di bibirnya.
"Oya, turun cepetan. Teman papa akan segera sampai" ucap Mama Kirana kemudian menghilang dari pandangan Clarissa.
"Benar-benar cerewet. Untuk Mama Ku" ucap Clarissa sambil menggeleng tidak karuan.
Setelah turun Clarissa langsung menuju dapur untuk membantu Mamanya menyiapkan makanan di meja makan.
"Suruh masuk" ucap Mama Kirana.
Mama Kirana langsung mengajak Clarissa menyambut tamu mereka.
Clarissa nurut saja sambil berjalan malas. Dia sambil berjalan menunduk mengikuti Mama dan Papanya di belakang.
Terdengar panggilan ramah dari Papa Kirana.
"Hey bro, sudah lama sekali kita tidak bertemu" ucap Papa Syam sambil memeluk lelaki seusianya.
__ADS_1
"Iya bro. Kau makin tua makin tampan saja" ucap Papa Syam.
Clarisa hanya menyimak sambil memperhatikan laki-laki dewasa yang tengah bercengkrama dengan papanya itu.
"Ma Pa" teriak seseorang dari belakang mereka.
"Maaf saya terlambat" ucap laki-laki yang tidak asing di mata Clarissa.
"Kak Bryan" ucap Clarissa.
"Clarissa" ucap Clarissa juga.
Lama mereka bertatapan dalam hening. Terlihat jelas keterkejutan diantara keduanya.
"Wah ternyata kalian sudah saling kenal" ucap Papa Bryan sambil tersenyum senang.
"Dia kakak kelas Caca Ma Pa" ucap Clarissa.
Syam tersenyum memandangi Clarissa. Ada rasa bahagia saat mengetahui anaknya sudah mengenal Bryan.
"Wah kebetulan sekali. Kalian sudah saling kenal jadi Kami tidak perlu risau untuk membuat kalian lebih dekat" ucap Papa Bryan yang membuat Clarissa semakin bingung dengan situasi saat ini.
"Untuk apa membuat kami semakin dekat" batin Clarissa.
__ADS_1
-Bersambung-