Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Tidak Sadar


__ADS_3

Sehabis bel pulang sekolah berbunyi, Semua siswa terlihat berhamburan keluar dari kelas mereka. Tak terkecuali Nadin dan Clarissa yang juga saat ini sedang berjalan keluar kelas. Namun belum melangkah lebih jauh, seseorang tiba-tiba menghentikan langkah mereka.


Perempuan yang sangat dikenal oleh semua orang di sekolah ini, dengan 2 dayang-dayangnya. Yups, siapa lagi kalau bukan Sindi dan kedua temannya yang tidak pernah henti-hentinya mengganggu Clarissa.


"Apa lagi kak? apa kau tidak puas membuat wajah teman ku seperti ini?" Tanya Nadin dengan wajah yang terlihat menahan amarah.


"Udah jangan di ladenin, ayo kita pulang" ucap Clarissa kemudian menerobos kedua teman Sindi hingga membuat mereka hampir terjatuh.


"Hey, berhenti disana. Kau tidak punya sopan santun sekali. Aku sedang berbicara padamu" ucap Sindi dengan wajah memerah.


Dia berniat memberikan perhitungan pada Clarissa. Karena dia sudah berani mempermainkannya tadi pagi.


Dia pun mengejar Clarissa dan Nadin. Namun tidak disangka, Clarissa menarik tangan Nadin untuk berlari. Hingga terjadilah insiden kejar-kejaran yang ditonton banyak orang.


Clarissa dan Nadin berlari kearah parkiran.


"Brukkk" Clarissa lagi-lagi menabrak seseorang.


Berbeda dengan Nadin yang saat ini sedang bersembunyi di belakang sebuah mobil.


Tanpa sengaja tabrakan yang dialami Clarissa membuatnya secara tidak sengaja memeluk laki-laki itu.


"Ma-maaf" Ucap Clarissa kemudian hendak menarik badannya untuk lepas dari pelukan yang tidak disengaja tadi.


Namun hal yang terjadi malah sebaliknya. Laki-laki itu malah mempererat pelukannya.

__ADS_1


"Hey, lepaskan aku" ucap Clarissa hendak melepaskan pelukannya.


"Diam, kau ingin selamat kan dari nenek sihir itu" ucap Laki-laki yang suaranya seperti tidak asing di telinga Clarissa.


Laki-laki itu terus bergeser hingga tidak terlihat dari pandangan Sindi dan anggotanya.


"Ishh, ya sudah" ucap Clarissa karena memang sedang malas meladeni Sindi. Apalagi sejak kejadian tadi pagi yang membuat bibirnya berdarah.


Lama mereka dalam posisi tersebut.


"Bagaimana? Apa kak Sindi sudah menghilang?" Tanya Clarissa kemudian memberanikan diri menatap laki-laki yang saat ini memeluknya.


"Ka-kamu" ucap Clarissa. Bibirnya kelu saat mengetahui siapa yang saat ini memeluknya.


Laki-laki itu hanya memandang Clarissa sambil tersenyum.


Clarissa pasrah saja. Logikanya merasa Mahen sedang membohonginya. Tapi entah kenapa dia tidak bisa menolak perlakuan mahen padanya saat ini.


Hingga beberapa lama, Clarissa tersadar kemudian mendorong tubuh mahen.


"Kau membohongiku?" Tanya Clarissa dengan wajah yang sudah memerah.


"Memang aku terlihat sedang membohongimu?" Tanya mahen dengan wajah datarnya.


"Ishhh" ucap Clarisa kemudian melihat ke kiri dan kanan, memastikan bahwa tidak ada Sindy disana.

__ADS_1


"Tu kan, kak mahen membohongi ku. Kak mahen modus ya?" Tanya Clarissa.


"Untuk apa? Emang Ada untungnya buat aku? Bukannya bilang makasi, malah nuduh yang nggak-nggak" ucap mahen dengan wajah datar.


"Ishhh, kau ini menyebalkan sekali. Ya sudah makasi" ucap Clarissa kemudian hendak pergi. Namun lagi-lagi tangannya ditarik Mahen.


"Mau kemana" Tanya Mahen.


"Pulanglah kak" ucap Clarissa kemudian menarik tangannya dan mengambil sepedanya.


Mahen membiarkan Clarissa pergi. Dia memandang kepergian Clarissa sampai tidak terlihat lagi.


Belum sampai 1 menit, Clarissa terlihat kembali lagi. Mahen menaikkan satu alisnya tanpa mengalihkan pandangannya dari Clarissa yang saat ini semakin mendekat.


"Cari apa?" Tanya Mahen.


"Nadin kak, aku lupa tadi dia kemana ya?" Tanya Clarissa dengan wajah polosnya.


"Kau kembali hanya untuk itu?" Tanya Mahen penasaran.


Clarissa langsung mengangguk yang membuat Mahen tersenyum. Dia kemudian menjelaskan bahwa Nadin sudah pulang duluan bersama Nathan sedari tadi.


"Astaga" ucap Clarissa kemudian berpamitan pergi lagi.


Mahen tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Hingga dia tersadar kemudian kembali memasang wajah dinginnya.

__ADS_1


Dari kejauhan sepasang mata terlihat menatap mereka dengan tatapan kesal.


-Bersambung-


__ADS_2