
Hari demi hari terus berlanjut, Mahen pergi sekolah seperti biasanya. Sudah hampir 1 tahun Clarissa menghilang tanpa kabar.
Mahen melakukan rutinitas seperti biasanya saat sebelum bertemu dengan Clarissa. Pergi ke sekolah, kemudian ke basecamp anak jalanan dan pulang. Begitu terus.
Bahkan sikap dinginnya yang dulu kembali lagi. Kaku dan tidak berperasaan. Sifat itu kembali melekat padanya.
"Kak Bryan, kak Mahen, Nadin duduk disini ya" permisi Nadin sambil membawa bakso pesanannya.
"Hmm" ucap Mahen.
"Iyaa Din" ucap Bryan.
"Lu nggak gw izinin duduk disini ya" ucap Alex sambil melihat Nadin kesal. Dia merasa kesal karena Nadin tidak meminta izin padanya.
"Terserah, emang ini bangku punya nenek moyang kakak" ucap Nadin tidak mau kalah.
"Ehh lu berani banget, bisa nggak sih, sekali saja nggak ngajak ribut, Tan boleh nggak sih bungkam mulut adikmu ini. Bikin naik darah terus" ucap Alex kesal.
"Kamu yang ngalah dong Lex, nggak malu berantem sama cewek?" Ucap Bryan.
"Ishhh, kalian Ini, sama saja" ucap Alex kesal.
Mahen hanya diam, dia pun bangun kemudian pergi meninggalkan mereka tanpa sepatah katapun.
"Kebiasaan itu anak. Sudah satu tahun ya dia ditinggal pergi oleh Clarissa. Dan sikapnya sekarang benar-benar memburuk" ucap Nathan sambil melihat kepergian sahabatnya.
__ADS_1
"Kak, aku mau cerita sesuatu" ucap Nadin dengan tangan yang terlihat sedikit bergetar.
"Cerita saja" ucap Nathan pada adik kesayangannya itu.
"Hmm, sebenarnya.... Tapi kakak-kakak janji jangan marah sama aku ya" ucap Nadin. Rasanya sangat berat untuk dia berbicara.
"Nad, jangan sembunyikan apapun sama kakak" ucap Nathan tidak terbantahkan. Sepertinya dia sadar bahwa adiknya saat ini sedang menyimpan sesuatu.
"Hmmm, Sebenarnya aku dan Clarissa sudah saling kontakan sejak dulu kak, Maaf ya!" ucap Nadin.
Hal itu sontak membuat ketiganya kaget. Bagaimana bisa adiknya menyembunyikan hal sepenting ini selama ini.
"Kau bercanda kan dek? itu tidak mungkin. Bagaimana bisa kau membohongi kami selama 1 tahun ini" ucap Nathan dengan wajah yang begitu kecewa.
"Lalu kenapa kamu memberi tahu kami sekarang?" Tanya Alex yang terlihat begitu penasaran.
"Tapi jangan bilang sama kak Mahen ya" ucap Nadin.
Karena dia sudah berjanji pada Clarissa untuk merahasiakan semuanya. Tapi dia sungguh tidak bisa merahasiakan ini pada kakak dan teman kakak-kakaknya yang sudah dia anggap teman sendiri.
Yups memang sejak kepergian Clarissa mereka menjadi semakin akrab. Beberapa hari setelah kepergian Clarissa dulu, Mahen dan teman-temannya sering bertanya pada Nadin tentang Clarissa.
Namun memang Nadin benar-benar tipe orang yang memegang teguh janjinya sendiri. Sehingga dia tidak pernah memberitahu keberadaan Clarissa sama sekali. Hingga akhirnya Mahen mulai berhenti bertanya dan menjadi sangat pendiam dan dingin seperti sekarang.
"Jadi?" Tanya Nathan
__ADS_1
"Clarissa akan ke Indonesia besok. Tapi jangan bilang-bilang karena dia ingin memberikan kejutan pada kak Mahen. Tapi entah kenapa aku ragu kak. Sepertinya kak Mahen begitu kecewa pada Clarissa " ucap Nadin dengan raut wajah sedih.
"Wahhh kau serius?" ucap Nathan.
Nadin hanya mengangguk. Ketiganya kompak menghela nafasnya berat.
Ada rasa bahagia bercampur khawatir tergambar jelas di wajah mereka.
"Kau benar Din, aku pun kalau menjadi Mahen pasti akan sangat kecewa pada Clarissa. Aku tidak akan mau bertemu dengannya. Tapi kalau perasaan Cinta Mahen begitu besar. Aku yakin dia akan menerima Clarissa lagi" ucap Alex.
"Aku tidak yakin" ucap Nathan sambil melihat Mahen yang saat ini tengah menatap dingin pada seorang wanita yang mengejar nya beberapa Minggu ini.
Mia, seorang wanita pindahan yang begitu cantik. Dia adalah selebgram terkenal, jadi wajar kecantikannya tidak diragukan lagi.
Lelaki manapun tidak akan menolak seorang wanita seperti Mia, Kecuali Mahen. Dia selalu menolak Mia, dan tidak ada yang tahu alasannya.
Namun Mia adalah tipe wanita yang begitu gigih. Dia terus mendekati Mahen walaupun sudah ditolak beberapa kali.
Namun kali ini, Mahen malah mengambil kotak pemberian dari Mia, kemudian pergi meninggalkan Mia begitu saja.
"Astaga" ucap Mia kegirangan.
"Untuk pertama kalinya dia mengambil hadiah dari wanita selain Clarissa" ucap Nathan.
-Bersambung-
__ADS_1