Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Penyesalan


__ADS_3

Mahen langsung berlari menuju ke tempat Clarissa. Tentunya diikuti oleh Nathan dan yang lainnya.


Sesampainya mereka disana. Tidak ada seorangpun di dalam mobil.


"****" umpat Mahen. Karena apa yang dia pikirkan benar terjadi.


Bryan, Alex dan Nathan saling menatap satu sama lain.


"Kemana mereka?" Tanya Nathan kemudian.


"Mereka sudah diculik oleh musuh kita. Lee Adalah salah satu bagian dari mereka. Jika aku tahu kalian bersamanya tadi. Aku pasti akan langsung menghabisinya" ucap Mahen kemudian.


"Apa? aku tidak salah dengar? bagaimana bisa? Apa Mark juga bagian dari mereka?" Tanya Alex kemudian.


"Feeling ku tidak" ucap Bryan kemudian.


Bryan mengangguk.


"Aku sebenarnya mencurigainya dari tadi. Karena aku melihat sebuah kamera di bajunya. Tapi aku tidak yakin, untuk itu aku tidak berani melakukan apapun. Tapi aku sudah memasang GPS di hpnya" ucap Bryan kemudian.


"Brilian" ucap Mahen.


Bryan langsung memeriksa hpnya. Dan benar saja, disana terlihat kemana Lee berjalan.


"Mereka ke arah sana" ucap Bryan sambil menunjuk ke arah hutan.


Mereka pun berlari mengikuti GPS tersebut.


Hingga sebuah telpon menghentikan mereka.


Rupanya dari Syam.


"Hallo pa?" Ucap Mahen.


"Hallo, bagaimana?" Tanya Syam.


"Tidak baik Pa. Clarissa diculik lagi. Kami sedang mengejarnya sekarang" ucap Mahen sedih.


"Bagaimana bisa, bukannya dia di kamar?" ucap Syam terkejut.

__ADS_1


"Tidak pa, nanti aku akan ceritakan semuanya. Oya pa, aku minta tolong pa, untuk mengirim pasukan tambahan. Karena pasukan musuh cukup banyak. Sekarang aku fokus mencari Clarissa dulu. Papa jangan khawatir ya" ucap Mahen.


"Baiklah, aku titip Clarissa. Lanjutkan lah" ucap Syam kemudian sambungan telpon terputus.


Setelah itu, mereka kembali mengejar Lee.


Disisi lain, Syam saat ini tengah menelpon seseorang.


"Kerahkan semuanya. Anakku dalam bahaya. Bunuh mereka semua. Bila perlu hancurkan basecampnya. Aku sudah tidak peduli lagi" ucap Syam dengan wajah penuh amarah.


Disatu sisi dia kesal dengan kecerobohan anaknya. Disisi lain dia takut anaknya kenapa-kenapa.


"Leon, siapkan mobil" ucapnya kemudian. Karena dia tidak tenang jika berdiam dirumah. Sedangkan anaknya berada dalam bahaya disana.


***


Clarissa, Nadin dan Mark saat ini berada di tengah gubuk. Kepalanya sangat sakit karena efek obat bius masih ada.


"Kita dimana ini?" Tanya Nadin bingung.


Nadin ingin bangun. Namun dia tidak bisa. Karena tangan dan kakinya sedang diikat sangat kuat.


"Astaga apa ini. Siapa yang mengikat kakiku?" ucap Nadin begitu terkejut.


"Diamlah Nad. Itu hanya akan menyakiti tanganmu" ucap Clarissa karena sudah mengerti situasi saat ini.


"Kalian sedang di tengah hutan" ucap Lee yang saat ini tengah duduk di kursi. Menatap mereka dengan tatapan yang sangat menyebalkan.


"Kak Lee" ucap Nadin kaget.


"Hay" ucap nya.


"Lee apa yang kau lakukan disana. Cepat lepaskan kami" ucap Mark.


Lee hanya tersenyum. dan Diam pada posisinya.


"Kak Lee lepaskan kami" ucap Nadin yang saat ini tengah menangis.


"Kak Lee, apa yang kau mau? kenapa kau lakukan ini pada kami?" Tanya Clarissa kemudian.

__ADS_1


"Aku tidak menginginkan apapun. Aku hanya sedang menjalani perintah tuanku" ucap Lee.


"Tuan?" Tanya Clarissa.


Lee mengangguk.


"Dia akan kesini sebentar lagi" ucap Lee.


Clarissa yang sadar siapa yang kemungkinan besar yang Lee maksud langsung berontak.


"Diam, aku sungguh tidak suka orang yang banyak tingkah" ucap Lee.


Mark melihat sahabatnya tidak percaya.


"Ini bukan kamu yang aku kenal Lee. Bagaimana bisa sahabatku seperti. Lee lepaskan aku cepat" ucap Mark.


Lee menggeleng.


"Maafkan aku Mark" ucap Lee.


"Kak Lee, lepaskan kami kak" ucap Clarissa lagi.


"Iya kak, tolong lepaskan kami" ucap Nadin dengan air mata yang sudah terurai.


"Kau cengeng sekali. Bagaimana bisa aku menyukaimu kalau kau cengeng seperti itu" ucap Lee.


"Sial. Hey, aku tidak akan Sudi temanku bersama orang iblis sepertimu" ucap Clarissa yang tidak terima dengan perkataan Lee.


"Aku tidak menyukai kak Lee lagi. Dan sekarang aku bersyukur karena berhenti menyukai kak Lee" ucap Nadin.


"Terserah. Kalian bersiaplah, sebentar lagi kalian akan melihat ajal kalian" ucap Lee kemudian meninggalkan mereka begitu saja.


"Lee, kau gila. Cepat lepaskan kami" teriak Mark.


Namun Lee pergi begitu saja meninggalkan mereka.


Lee melihat hpnya. Dia sadar bahwa ada seseorang yang saat ini tengah kesini mengejarnya. Seharusnya dia mematikan Hpnya. Tapi tidak, dia memilih membiarkannya menyala.


"Bos, tuan sudah dekat" ucap salah satu laki-laki berbaju hitam.

__ADS_1


Lee hanya mengangguk.


-Bersambung-


__ADS_2