Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Bertemu


__ADS_3

"Bruk" Clarissa tiba-tiba oleng. Seseorang menabrak sepedanya. Hingga dia terjatuh sekarang.


"Hey" teriak Clarissa pada mobil yang telah menabraknya.


"Rasain, makanya jangan macam-macam kepadaku. Udah miskin. Ke sekolah pakai sepeda. Sok-sok an mau saingan denganku" ucap Sindi dari dalam mobil.


"Hmm, sabar Ca Sabar" batin Clarissa kemudian memilih mengabaikan Sindi.


Dia menarik sepedanya ke atas trotoar kemudian masuk ke sebuah gang sempit. Hingga membuat mobil Sindi tidak mampu mengikutinya.


"Itu kan liat, rumahnya aja masuk ke gang sempit kayak gitu. Sok-sok an sekolah di tempat elit. Pasti dia pakai beasiswa" ucap Sindi kepada teman-temannya. Kemudian tertawa bersama dan meninggalkan Clarissa.


Sesampainya di tempat dia mengajar anak-anak. Clarissa langsung di sambut oleh anak-anak di sana. Terutama Ica yang saat ini tengah memeluknya.


"Kak Caca, kenapa lama sekali" ucap Ica dengan suara manjanya.


"Maaf ya, tadi kakak ada urusan sebentar, jadi sedikit terlambat kesini, jangan marah ya, sekarang ayo kita mulai belajar nya saja" ucap Clarissa sambil menarik Ica untuk duduk di posisinya.


Hari ini adalah jadwal belajar membaca. Jadi Clarissa dengan telaten mulai menulis beberapa huruf di papan.


Namun belum selesai dia menyelesaikan tulisannya. Dia langsung dihentikan dengan kedatangan seseorang.

__ADS_1


"Kakakkk" teriak anak-anak saat melihat siapa yang datang.


Ica yang saat itu tengah duduk di mejanya. Langsung berlari ke arah laki-laki yang saat ini tengah tersenyum ke pada mereka.


Berbeda dengan Clarissa yang langsung terdiam seribu bahasa saat melihat siapa laki-laki yang saat ini berdiri tidak jauh dengannya.


Begitupun sebaliknya, laki-laki itu pun terlihat sama terkejutnya saat melihat Clarissa yang saat ini tengah memandangnya.


"Kakak, Ica kangen sama kakak" ucap Ica sambil memeluk laki-laki itu.


"Kak mahen juga kangen Ica" ucap Mahen kemudian mencubit pipi Ica gemas.


Mahen mengalihkan pandangannya kepada Ica yang saat ini tengah melihatnya tanpa berpaling sedikitpun.


"Astaga, ke-kenapa kak mahen bisa ada disini?" Tanya Clarissa.


"Aku memang sering kesini dulu. Tapi sejak naik kelas 2 lebih jarang karena ada yang harus aku urus" ucap Mahen yang membuat Clarissa langsung mengangguk tanda mengerti.


"Kau?" Tanya Mahen balik.


"Hmm, aku baru-baru disini. Sejak masuk SMA lah" ucap Clarissa. Mahen pun mengangguk kemudian mengambil spidol ditangan Clarissa.

__ADS_1


"Nanti saja kita mengobrol lagi. Ayo kita fokus mengajari mereka saja dulu. Tadi kau sampai mana?" Tanya Mahen.


Clarissa pun memberi tahukan semuanya. Mahen langsung mengambil alih. Dia mengajari anak dengan sangat ceria.


Berbeda jauh dari sifat mahen yang Clarissa tahu. Mahen yang dingin hilang seketika. Clarissa bahkan merasa ini bukan kakak tingkat nya yang terkenal itu.


Clarissa tersenyum kemudian berjalan ke meja anak-anak dan memperhatikan mahen dari belakang. Dia terus melihat Mahen sampai lupa tujuannya disana untuk mengajar anak-anak.


Dia bahkan duduk seperti layaknya murid disana. Sambil menopang dagu dia tersenyum melihat Mahen yang dengan begitu sabar mengajari anak-anak disana.


"Bagaimana semuanya. Apa sudah dimengerti?" Tanya Mahen.


Anak-anak kompak mengangguk dan mengatakan sudah mengerti. Mahen melihat Clarissa yang terlihat masih memandangnya.


Dia berjalan mendekatinya.


"Bagaimana? apa kau sudah mengerti?" Tanya Mahen. Clarissa seperti anak kecil langsung mengangguk.


Mahen tersenyum yang juga membuat Clarissa tersenyum.


"Apa aku sebegitu gantengnya hingga membuatmu terpesona seperti ini" ucap Mahen yang membuat Clarissa langsung tersadar dan ekspresi nya langsung berubah.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2